7 Tips Dasar Menjawab Soal Written Expression TOEFL Test

7 Tips Dasar Menjawab Soal Written Expression TOEFL Test
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Membaca seluruh kalimat dari awal sampai akhir adalah langkah awal yang wajib dilakukan saat mengerjakan soal TOEFL Written Expression. Jangan cuma fokus pada kata-kata yang digarisbawahi, karena alur dan konteks kalimat baru kelihatan kalau dibaca secara utuh. Lewat cara ini, kamu bisa langsung merasa kalau ada struktur kalimat yang aneh atau janggal.

Setelah itu, tinggal cek opsi yang digarisbawahi satu per satu memakai pola grammar yang sering keluar. Perhatikan apakah subjek dan kata kerjanya sudah cocok (subject-verb agreement), penggunaan tenses-nya sudah pas, serta kata bendanya berbentuk countable atau uncountable. Dengan analisis sesimpel ini, jawaban yang salah pun bisa ketemu dengan jauh lebih cepat. 

Berikut adalah 7 tips dasar yang ampuh untuk membantu kamu menaklukkan soal Written Expression:

1. Mempelajari Countable and Uncountable Nouns

Memahami countable dan uncountable nouns adalah kunci ampuh untuk menaklukkan soal Written Expression. Soal sering mengecoh dengan memasangkan penunjuk jumlah yang salah, seperti memakai many untuk kata benda yang tak bisa dihitung, atau menambahkan akhiran -s/-es pada kata seperti information atau equipment.

Saat membaca soal, langsung cek kata benda yang digarisbawahi beserta kata di depannya. Jika ada penunjuk jumlah seperti much ketemu kata benda jamak, atau a/an sebelum uncountable noun, di situlah letak kesalahannya. Cukup peka dengan pasangan ini, kamu bisa menjawab soal dengan cepat dan tepat.

2. Mengetahui Tentang Penggunaan Articles dan No Articles

Menaklukkan Written Expression jadi lebih mudah kalau kamu paham pola jebakan artikel. Gunakan “a/an” khusus untuk kata benda tunggal yang dapat dihitung (singular countable noun) dan bersifat umum, serta “the” jika kata bendanya sudah spesifik atau pernah disebutkan sebelumnya. Di dalam soal, perhatikan apakah a/an tertukar di depan bunyi vokal/konsonan atau justru sengaja dihilangkan pada kata benda tunggal.

Sebaliknya, ingat aturan tanpa artikel (no article) untuk kata benda jamak (plural) atau tak dapat dihitung (uncountable) yang bersifat umum, seperti water atau honesty. Pembuat soal sering menjebak dengan menyelipkan “the” di depan kata benda umum atau abstrak (misal: seharusnya cukup “Honesty is important”, bukan “The honesty…”). Dengan mengecek spesifik atau umumnya suatu kata benda, kamu bisa langsung menemukan jawaban yang salah.

3. Pastikan Keberadaan Subject dan Verb

Menaklukkan soal Subject dan Verb kunci utamanya adalah teknik scan & strike, langsung coret kata pengganggu seperti prepositional phrase (frasa yang diawali in, at, of) dan appositive (frasa di antara dua koma). Kata-kata ini sengaja dipasang untuk mengaburkan struktur utama. Begitu “kebisingan” disingkirkan, kamu bisa langsung melihat jelas apakah kalimat tersebut sudah punya minimal satu subject dan satu verb yang utuh atau belum.

Waspadai juga jebakan kata yang menyamar, khususnya verb-ing dan verb-3. Kedua bentuk kata ini bukanlah kata kerja jika berdiri sendiri tanpa be (is/are/was) atau have/has, melainkan hanya kata sifat (adjective). Jangan sampai terkecoh menganggap kalimat sudah memiliki verb padahal kata tersebut belum didampingi kata kerja bantu (auxiliary).

4. Perhatikan Paralelisme

Tips paling ampuh untuk menaklukkan soal paralelisme adalah menemukan kata penghubung (coordinate conjunctions atau paired conjunctions) terlebih dahulu. Saat melihat kata seperti and, but, or, atau pasangan seperti both…and, either…or, neither…nor, dan not only…but also, pastikan bentuk kata sebelum dan sesudahnya setara. Jika sebelum kata and berupa noun (kata benda), maka sesudahnya harus noun, jika berbentuk verb-ing, sesudahnya juga wajib verb-ing.

Langkah selanjutnya adalah mewaspadai campuran kelas kata dan struktur klausa yang tidak sejenis. Pembuat soal TOEFL sering menyelipkan jebakan dengan menggabungkan kata sifat (adjective) dengan kata benda (noun), atau kata tunggal dengan frasa klausa (misalnya menyajikannya sebagai “quickly, accurately, and with care” padahal seharusnya “quickly, accurately, and carefully”). Selalu periksa bentuk imbuhan (seperti -ly, -tion, -ing, -ed) pada setiap deretan kata untuk memastikan ritme gramatikalnya sejajar.

Baca Juga:
Tempat Rekomendasi TOEFL preparation course Jakarta

5. Waspadai Bentuk Kata

Kunci utama menaklukkan soal Word Form adalah memahami posisi dan fungsi kelas kata (noun, verb, adjective, adverb) dalam kalimat. Pembuat soal sering menukar posisi kata sifat dan kata keterangan, misalnya meletakkan adjective untuk menjelaskan kata kerja, padahal seharusnya menggunakan adverb (misalnya “he walks quick” yang seharusnya “he walks quickly”). Selalu periksa kata apa yang sedang dijelaskan: adjective bertugas menjelaskan noun, sedangkan adverb menjelaskan verb, adjective, atau adverb lainnya.

Langkah berikutnya adalah mengenali akhiran khas (suffixes) untuk mengidentifikasi kelas kata dengan cepat. Kata benda biasanya diakhiri -tion, -ment, -ness, -ity; kata sifat diakhiri -ful, -ive, -ous, -able; sedangkan kata keterangan cara umumnya diakhiri -ly. Jika kamu menemukan kata bersuffix kata benda diletakkan di posisi yang membutuhkan kata sifat (atau sebaliknya), bisa dipastikan di situlah letak kesalahan gramatikalnya..

6. Analisis Kata Ganti

Kunci menaklukkan soal pronoun adalah mengecek kesesuaian jumlah (singular/plural) dengan kata benda yang digantikannya (antecedent). Pembuat soal sering mengecoh dengan memakai kata ganti tunggal (it/its) untuk benda jamak (they/their). Selalu tarik garis imajiner dari kata ganti ke kata benda aslinya untuk memastikan jumlahnya cocok.

Selain itu, periksa fungsi dan posisinya dalam kalimat apakah sebagai subjek (he, they), objek (him, them), atau kepemilikan (their, its). Waspadai juga penggunaan kata ganti relatif yang tertukar, seperti memakai who untuk benda mati atau which untuk manusia.

7. Jeli Terhadap Penggunaan Preposisi

Kunci menaklukkan soal preposisi adalah memeriksa pasangan kata yang tepat (idiomatic prepositions). Pembuat soal sering mengganti kata depan baku yang mengekor pada kata tertentu, misalnya memakai depend of yang seharusnya depend on, atau interested for yang seharusnya interested in. Jika menemukan verb, adjective, atau noun yang diikuti kata depan, pastikan kombinasi pasangannya sudah benar secara tata bahasa.

Selain itu, perhatikan objek dari preposisi dan penggunaannya dalam menunjukkan tempat atau waktu (in, at, on). Ingat bahwa kata benda setelah preposisi bertindak sebagai objek (object of preposition) dan tidak akan pernah bisa menjadi subjek kalimat. Waspadai juga preposisi berlebihan atau yang diletakkan di tempat yang tidak perlu, seperti menambahkan about setelah kata kerja discuss.

Baca Juga:
Pentingnya Belajar Grammar Bahasa Inggris untuk TOEFL

Menguasai tips dasar Written Expression mulai dari countable/uncountable nouns, articles, keberadaan subject & verb, paralelisme, word form, pronoun, hingga preposisi adalah kunci utama agar kamu bisa membedah dan menaklukkan jebakan tata bahasa dalam tes TOEFL secara kilat. Supaya makin lancar mempraktikkan seluruh strategi ini, kamu bisa memperdalam persiapan dan latihan soal bersama ICAN Learning Centre (ILC). Lewat bimbingan tutor berpengalaman dan materi yang terstruktur di ILC, pemahaman grammar-mu akan jadi lebih matang sehingga kamu makin percaya diri meraih skor TOEFL impian!

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru