TOEFL iBT atau IELTS itu sebenarnya bukan soal mana yang lebih susah, tapi lebih ke soal “cocok-cocokan” gaya. Kalau kamu tipe yang nyaman berurusan dengan teknologi dan nggak masalah curhat di depan komputer, TOEFL bakal terasa seru karena formatnya yang serba digital dan ringkas. Tapi, kalau kamu lebih suka interaksi nyata dan merasa lebih tenang kalau ngomong langsung sama orang saat tes speaking, IELTS Academic jelas lebih pas buat kamu.
Di tahun 2026 ini, kedua tes sudah semakin efisien dan nggak bertele-tele, jadi kamu nggak perlu takut bakal “disiksa” durasi yang kepanjangan. Kuncinya cuma satu, kenali kekuatanmu sendiri. Kalau kamu jago mengetik cepat dan fokus pada satu layar, ambil TOEFL. Tapi kalau kamu lebih luwes dalam berbagai format soal seperti mengisi tabel atau peta, IELTS adalah jalan ninja yang paling nyaman buat kamu tempuh.
Seputar IELTS
IELTS merupakan tes kemahiran bahasa Inggris paling populer yang diakui oleh lebih dari 11.000 organisasi di 140 negara untuk keperluan studi, kerja, hingga migrasi. Tes yang berlangsung kurang dari 3 jam ini menguji aspek Listening, Reading, Writing, dan Speaking dengan sistem skor 1–9 yang berlaku selama dua tahun.
Jenis Tes
- Academic: Untuk keperluan studi lanjut (S1/S2/S3) atau profesional.
- General Training: Untuk migrasi, bekerja, atau pelatihan di negara berbahasa Inggris.
Struktur Tes (< 3 Jam):
- Listening (30 menit): 4 bagian, 40 pertanyaan (percakapan & monolog).
- Reading (60 menit): 3 teks panjang, 40 pertanyaan. Teks akademik untuk Academic, materi sehari-hari untuk General Training.
- Writing (60 menit): 2 tugas. Task 1 (grafik/tabel) dan Task 2 (esai).
- Speaking (11-14 menit): Wawancara langsung (tatap muka atau video call) terdiri dari 3 bagian (perkenalan, topik panjang, diskusi).
Sistem penilaian IELTS menggunakan rentang skor 1 hingga 9, mulai dari tingkat pengguna dasar hingga ahli. Skor akhir atau Overall Band dihitung dari rata-rata empat komponen ujian yang kemudian dibulatkan ke angka 0,5 terdekat. Bagi kamu yang berencana kuliah di luar negeri, skor 6.5 biasanya menjadi angka aman yang paling sering diminta oleh universitas standar internasional sebagai syarat penerimaan.
Untuk cara pengerjaannya, kamu diberikan fleksibilitas untuk memilih metode yang paling nyaman, baik itu berbasis kertas (Paper-based) menggunakan pensil maupun berbasis komputer (Computer-delivered). Ujian ini diselenggarakan secara resmi oleh dua lembaga besar, yaitu British Council dan IDP IELTS Australia, sehingga kamu tinggal memilih lokasi dan jadwal yang paling sesuai dengan kebutuhanmu.
Demi meraih hasil terbaik, kamu perlu menyeimbangkan pemahaman materi dengan pengembangan keterampilan komunikasi bahasa Inggris yang relevan di dunia nyata. Jangan hanya terpaku pada teori, pastikan juga untuk mempelajari teknik-teknik khusus agar kamu bisa mengerjakan setiap soal dengan lebih cerdas dan efisien.
Baca Juga: 10 Cara Ampuh Menaikkan Score TOEFL iBT dari Skor 80 ke 100+
10 Rekomendasi Buku Persiapan TOEFL iBT Terbaik yang Bisa Kamu Pilih
Seputar TOEFL iBT
TOEFL iBT merupakan tes kemampuan bahasa Inggris akademik internasional dari ETS yang menjadi syarat krusial untuk kuliah di luar negeri maupun pengajuan beasiswa. Melalui format terbaru tahun 2026, tes ini kini berlangsung lebih efisien selama kurang lebih 2 jam dengan menguji aspek reading, listening, speaking, serta writing dalam rentang skor total 0–120.
Komponen Tes (Format Terbaru 2026)
- Reading (35 Menit, 20 Soal) : Membaca 2 bacaan akademik (masing-masing kurang lebih 700 kata) dan menjawab pertanyaan pemahaman, inferensi, dan kosakata.
- Listening (36 Menit, 28 Soal ): Mendengarkan 3-4 ceramah akademik dan 2-3 percakapan kampus, lalu menjawab soal. Hanya diperdengarkan sekali.
- Speaking (16 Menit, 4 Tugas) : Independent Task: Memberikan opini tentang topik umum dan Integrated Tasks (3) yaitu Membaca/mendengarkan materi, lalu merangkum dan mendiskusikannya.
- Writing (29 Menit, 2 Tugas):Integrated Writing (20 menit): Menulis esai berdasarkan bacaan dan ceramah. Writing for an Academic Discussion (10 menit) yaitu Menulis opini dalam forum diskusi kelas online
Sistem penilaian TOEFL iBT menggunakan rentang skor total antara 0 hingga 120, di mana masing-masing dari empat bagian yang diuji memiliki bobot maksimal 30 poin. Dalam standar akademik, skor 94–114 sudah dikategorikan sebagai tingkat lanjut, sedangkan skor 115–120 menunjukkan kemampuan yang sangat mahir. Perlu diingat bahwa sertifikat hasil tes ini memiliki masa berlaku selama 2 tahun sejak tanggal ujian dilaksanakan, sehingga pastikan kamu menggunakannya untuk pendaftaran studi atau beasiswa dalam rentang waktu tersebut.
Metode Tes
- Pusat Tes (Test Center): Tes dilakukan menggunakan komputer di lokasi resmi.
- Home Edition: Tes dari rumah dengan pengawasan proctor online
Karakteristik Utama TOEFL iBT
- Integrated Tasks: Kamu sering diminta melakukan dua hal sekaligus, misalnya: membaca teks, mendengar audio tentang teks tersebut, lalu menulis atau berbicara untuk merangkum keduanya.
- American Accent: Mayoritas audio menggunakan aksen Amerika Utara yang kental.
- Berbicara dengan Komputer: Di bagian Speaking, kamu tidak berhadapan dengan manusia, melainkan berbicara ke arah mikrofon mengikuti petunjuk di layar.
Pendaftaran TOEFL iBT dilakukan langsung melalui situs resmi ets.org dengan estimasi biaya sekitar USD $210, atau berkisar antara Rp3,3 juta hingga Rp3,5 juta tergantung fluktuasi kurs saat ini. Kamu bisa memilih metode tes yang paling nyaman, baik datang langsung ke Test Center resmi maupun memilih format Home Edition untuk ujian dari rumah dengan pengawasan ketat melalui webcam. Setelah tes selesai, sertifikat yang kamu dapatkan akan memiliki masa berlaku selama dua tahun untuk berbagai keperluan akademik maupun profesional.
Salah satu keunggulan utama TOEFL iBT adalah fitur MyBest Scores, yang memungkinkan ETS menampilkan skor tertinggi dari setiap bagian dari seluruh sesi tes yang kamu ambil dalam dua tahun terakhir. Dengan fitur ini, kamu bisa menggabungkan nilai-nilai terbaik dari beberapa kali percobaan untuk mencapai target skor total yang diinginkan. Hal ini tentu memberikan peluang lebih besar bagi kamu untuk menunjukkan potensi maksimal tanpa harus terpaku pada hasil satu sesi ujian saja.
Baca Juga: Susah Tidak IELTS untuk Pemula? Yuk Simak Fakta Terbaru Saat Ini!
Lebih Sulit IELTS atau TOEFL iBT?
Menentukan mana yang lebih sulit antara IELTS dan TOEFL iBT sebenarnya sangat subjektif karena keduanya dirancang untuk mengukur standar kemampuan bahasa Inggris akademik yang setara. Perbedaan utamanya terletak pada format dan metode penyampaian materi ujian. Ada siswa yang merasa lebih nyaman dengan format TOEFL yang serba digital dan terintegrasi, namun ada pula yang merasa lebih percaya diri dengan format IELTS yang menawarkan interaksi langsung secara personal, terutama pada bagian ujian bicara.
Pada akhirnya, keputusan untuk memilih salah satu di antara keduanya sepenuhnya kembali kepada preferensi pribadi dan kenyamanan masing-masing siswa. Sangat disarankan bagi calon peserta untuk mencoba mengerjakan practice test dari kedua jenis ujian tersebut guna merasakan kecocokan gaya soal dengan kemampuan mereka. Dengan memahami karakteristik masing-masing tes, setiap siswa dapat memilih jalur yang paling mendukung mereka untuk menunjukkan potensi bahasa Inggris secara maksimal.
Memilih antara IELTS dan TOEFL iBT kini semakin efisien berkat pembaruan format tahun 2026, dimana keputusan terbaik sangat bergantung pada kenyamanan personal, baik itu interaksi langsung pada IELTS maupun pendekatan digital pada TOEFL. Sebagai mitra edukasi terpercaya, ICAN Learning Centre (ILC) menghadirkan kelas persiapan IELTS dan TOEFL. Kamu bisa pilih kelas yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan kamu. Kami juga menyediakan simulasi tes agar kamu bisa lebih siap dalam menghadapi tes bahasa Inggris dan memaksimalkan skor untuk berbagai keperluan studi. Yuk, gabung segera!





