Mengenal Aksen Bahasa Inggris Australia dan Keunikannya

Mengenal Aksen Bahasa Inggris Australia dan Keunikannya
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Aksen Australia (Aussie) memiliki daya tarik unik lewat ciri khas vokal yang cenderung panjang, bernada melengking, serta intonasi bicara santai yang gemar menyingkat kata. Karakteristik dasarnya bersifat non-rhotic, yang berarti bunyi huruf “r” di akhir kata tidak diucapkan secara jelas layaknya pada aksen British.

Di sisi lain, aksen ini juga mengadopsi fitur flapping T khas American English, dimana huruf “t” di antara dua bunyi vokal diucapkan dengan cepat seperti bunyi “d”. Perpaduan harmonis antara pengaruh gaya British dan American inilah yang membentuk ritme bicara khas warga Australia fleksibel, kasual, namun tetap mudah dikenali.

Ciri Khas Aksen dan Pelafalan

Aksen Bahasa Inggris Australia (sering disebut Aussie English atau Strine) memiliki karakter suara yang sangat khas: santai, datar, dengan vokal yang ditarik panjang, serta diwarnai slang (slang) yang unik. Berikut adalah rangkuman ciri khas pelafalan dari aksen Australia : 

1. Non-Rhotic

Aksen Australia (Aussie) memiliki ciri khas non-rhotic, yang berarti huruf “r” di akhir kata atau di tengah sebelum konsonan tidak diucapkan secara jelas. Karakter ini membuat kata seperti car terdengar lembut seperti “cah”, atau hard terdengar seperti “hahd”. Lidah tetap santai di bawah tanpa bergulung ke belakang, memberikan kesan ucapan yang mengalir dan terbuka.

Keunikan non-rhotic ini berpadu serasi dengan ritme bicara warga Australia yang cenderung kasual dan rileks. Vokal yang terucap biasanya sedikit lebih panjang dan ditarik lembut, sehingga membuat kata-kata dengan akhiran “r” terdengar tenang dan ramah di telinga.

2. Pergeseran Vokal

Salah satu ciri paling menonjol dari aksen Australia (Aussie) adalah fenomena pergeseran vokal (vowel shift). Pergeseran ini terjadi ketika bunyi diftong atau gabungan vokal bergeser dari pelafalan standar, sehingga mengubah warna suara kata tersebut secara signifikan saat diucapkan.

Contoh yang sangat khas adalah vokal /eɪ/ yang bergeser mendekati bunyi /aɪ/. Alhasil, kata mate diucapkan terdengar seperti “mite” (/maɪt/), dan kata day terdengar mendekati “die”. Perubahan bunyi ini memberi ritme unik dan karakter khas yang membuat aksen Australia terasa sangat ikonik.

3. Melembutkan Huruf “t”

Ciri khas pelafalan ini dikenal sebagai flapping T, di mana huruf “t” yang mengapit dua bunyi vokal diucapkan secara lunak dan cepat. Ketukan lidah yang ringan pada langit-langit mulut membuat huruf “t” bergeser menjadi bunyi “d” yang halus, sehingga kata seperti matter terdengar serupa dengan madder.

Gaya pelafalan ini memberikan kesan santai, fleksibel, dan tidak kaku pada ritme percakapan. Pengaplikasian flapping T membuat kata-kata mengalir lebih mulus tanpa jeda tajam, mencerminkan karakter penuturnya yang santai dalam berkomunikasi sehari-hari.

4. Menghilangkan Huruf “g”

Ciri khas pelafalan ini sering disebut sebagai g-dropping, di mana akhiran -ing pada kata bersuku kata dua atau lebih diucapkan tanpa bunyi “g” di belakangnya. Alhasil, bunyi akhiran bergeser menjadi /ɪn/ atau /ən/, sehingga kata seperti going terdengar menjadi goin’, dan running berubah menjadi runnin’.

Gaya pemotong bunyi ini sangat mencerminkan karakter penutur aksen Australia yang gemar berbicara secara ringkas dan efisien. Pelafalan yang dipersingkat ini membuat ritme percakapan terasa semakin kasual, alami, dan mengalir hangat dalam komunikasi sehari-hari.

5. Intonasi Naik

Ciri khas intonasi ini dikenal sebagai Australian Questioning Intonation (AQI) atau High Rising Terminal (HRT). Fenomena ini terjadi ketika penutur menaikkan nada suara di akhir kalimat pernyataan, sehingga kalimat biasa terdengar seolah-olah seperti pertanyaan.

Gaya intonasi naik ini bukan bentuk keraguan, melainkan cara alami penutur untuk mengajak lawan bicara tetap terlibat dalam percakapan. Nada ini berfungsi memastikan pendengar menyimak dengan baik sekaligus menciptakan kesan komunikasi yang ramah, terbuka, dan inklusif.

Baca Juga: Apa Itu Aksen British dan Tips Mempelajarinya!

Perbedaannya dengan Aksen British dan American

Perbedaan utama aksen Australia (Aussie) dengan British (UK) dan American (US) terletak pada pengucapan huruf ‘R’, vokal, bunyi ‘T’, serta intonasi bicara. Berikut ini adalah perbedaannya : 

1. Pelafalan Huruf “R” dan “T” (Rhotic vs. Non-Rhotic)

American (US): Bersifat rhotic, artinya huruf “R” selalu dibaca jelas dimanapun posisinya, seperti pada kata “car” atau “water”. Huruf “T” di tengah kata sering dibaca seperti huruf “D” lembut (contoh: “better” terdengar seperti “bedder”). 

British (UK): Bersifat non-rhotic, artinya huruf “R” tidak dibaca jika berada di akhir kata atau sebelum konsonan (contoh: “car” diucapkan “ca” atau “cah”). Huruf “T” sering kali ditekan jelas atau kadang dihilangkan di tenggorokan (glottal stop).

Australian (AU): Mirip dengan British yang bersifat non-rhotic (menghilangkan bunyi “R” di akhir kata, misal “smarter” menjadi “smarta”). Namun, nada bicara aksen Australia cenderung naik turun dan bernada lebih tinggi di akhir kalimat, membuatnya terdengar seperti sedang bernyanyi atau bertanya

2. Ejaan

Perbedaan ejaan (spelling) antara bahasa Inggris Australia (Australian English), British (British English), dan Amerika (American English) pada dasarnya didasari oleh standar historis. Australia secara umum mengikuti standar ejaan British, tetapi mengambil beberapa serapan ejaan dari Amerika.

Berikut adalah perbandingan pola ejaan utama di antara ketiga aksen/negara tersebut:

Kategori EjaanBritish (UK)Australia (AUS)Amerika (US)
Akhiran -our vs -orcolour, honour, behaviourcolour, honour, behaviourcolor, honor, behavior
Akhiran -ise vs -izerealise, organise, analyserealise, organise, analyserealize, organize, analyze
Akhiran -re vs -ercentre, theatre, metrecentre, theatre, metrecenter, theater, meter
Double ‘L’ (Imbuhan)travelled, cancellingtravelled, cancellingtraveled, canceling
Akhiran -ence vs -ensedefence, licence (n)defence, licence (n)defense, license
Penggunaan Kata ‘Program’programmeprogramprogram

3. Kosakata.

Perbedaan kosakata (vocabulary) antara bahasa Inggris Australia (AUS), British (UK), dan Amerika (US) sangat terlihat dalam kehidupan sehari-hari. Australia memiliki banyak slang atau pemendekan kata (diminutives) yang unik dan santai.

Singkatan Khas Australia (Diminutives & Slang)
Ciri paling menonjol dari Australia adalah kebiasaan memotong kata dan menambahkan akhiran -y/-ie atau -o agar terdengar santai, serta memiliki istilah lokal sendiri.

  • Australia: Mengucapkan brekky (sarapan), arvo (sore hari), sunnies (kacamata hitam), servo (SPBU), dan thongs (sandal jepit).
  • British: Menggunakan kata lengkap seperti breakfast, afternoon, sunglasses, petrol station, dan flip-flops.
  • Amerika: Menggunakan kata standar seperti breakfast, afternoon, sunglasses, gas station, dan flip-flops.

Penyebut Bahan Bakar dan Otomotif
Istilah untuk kendaraan dan bahan bakar memiliki perbedaan jelas di antara ketiga aksen.

  • Australia & British: Sama-sama menggunakan istilah petrol untuk menyebut bensin.
  • Amerika: Menggunakan istilah gasoline atau gas.

Istilah Liburan dan Waktu Luang
Penamaan waktu istirahat atau rekreasi memiliki pilihan kata yang berbeda.

  • Australia & British: Sama-sama menyebut masa liburan dengan istilah holiday.
  • Amerika: Lebih umum menggunakan istilah vacation.

Penamaan Makanan dan Camilan
Istilah camilan ringan sehari-hari juga memiliki perbedaan penamaan.

  • Australia: Menggunakan istilah santai bikkie (singkatan dari biscuit) dan barbie untuk pesta pemanggang daging.
  • British: Menyebut kue kering dengan istilah biscuit dan pemanggang dengan barbecue.
  • Amerika: Menyebut kue kering dengan cookie dan pemanggang dengan barbecue/BBQ.

Fasilitas Umum dan Kesehatan
Istilah untuk tempat penyedia obat atau kebutuhan harian juga berbeda.

  • Australia & British: Cenderung menggunakan kata chemist untuk menyebut apotik.
  • Amerika: Lebih sering menggunakan istilah pharmacy atau drugstore.

4. Grammar

Penggunaan Kata Kerja Kolektif (Collective Nouns)
Penunjukan subjek kelompok (seperti team, family, atau government) memiliki aturan kesesuaian kata kerja (verb agreement) yang berbeda.

  • Australia & British: Menganggap kata benda kolektif bisa bernilai jamak atau tunggal tergantung fokusnya. Contoh: “The team are playing well” (fokus pada anggota) atau “The team is playing well”.
  • Amerika: Hampir selalu menganggap kata benda kolektif bersifat tunggal. Contoh: “The team is playing well”.

Kata Kerja Bentuk Lampau (Past Simple vs Past Participle)
Penggunaan bentuk kata kerja tidak beraturan (irregular verbs) berakhiran -t versus -ed.

  • Australia & British: Mempertahankan akhiran -t untuk kata kerja bentuk lampau. Contoh: learnt, burnt, spelt, smelt.
  • Amerika: Lebih suka menggunakan bentuk beraturan dengan akhiran -ed. Contoh: learned, burned, spelled, smelled.

Penggunaan Kata Kerja Bantu (Shall vs Will)
Pilihan kata kerja bantu untuk menyatakan masa depan atau penawaran.

  • Australia & British: Masih menggunakan kata shall dalam konteks formal atau penawaran halus. Contoh: “Shall we go?” atau “I shall return”.
  • Amerika: Kata shall sangat jarang digunakan dan terkesan sangat kaku; mereka hampir selalu menggunakan will atau should. Contoh: “Should we go?” atau “I will return”.

Penggunaan Have vs Have Got
Ekspresi kepemilikan (possession) memiliki kecenderungan bentuk yang berbeda.

  • Australia & British: Sangat sering menggunakan pola have got. Contoh: “I’ve got a new car” atau “Have you got a pen?”.
  • Amerika: Lebih dominan menggunakan kata have saja. Contoh: “I have a new car” atau “Do you have a pen?”.

Penggunaan Preposisi (Kata Depan)
Terdapat perbedaan kecil namun signifikan dalam penggunaan kata depan untuk waktu dan lokasi.

  • Australia & British: Menggunakan preposisi at untuk akhir pekan (“at the weekend”) dan at untuk institusi (“at university”).
  • Amerika: Menggunakan preposisi on untuk akhir pekan (“on the weekend”) dan in untuk institusi (“in college/university”).

5. Kosakata dan Singkatan (Slang)

American: Menggunakan kosakata yang umum dan sangat mendunia karena pengaruh media massa dan film Hollywood. Contoh: “apartemen” (apartemen), “sneakers” (sepatu kets), atau “vacation” (liburan). 

British: Memiliki padanan kata yang berbeda dari Amerika. Contoh: “flat” (apartemen), “trainers” (sepatu kets), atau “trousers” (celana panjang). Penulisan ejaan juga memakai akhiran -our atau -re (contoh: “colour”, “centre”).

Australian: Sangat suka memendekkan kata (abbreviations) dan menambahkan akhiran -ie atau -o di akhir kata. Contoh: “brekkie” (sarapan dari breakfast), “barbie” (barbeque), atau “mate” (kawan). Penulisan kata resminya mengikuti standar British (memakai -our).

We are currently experiencing technical issues. Thanks for your understanding. (Kami saat ini sedang mengalami masalah teknis. Terima kasih atas pengertiannya.)

Sorry for the delay in replying. Thanks for your understanding. (Maaf atas keterlambatan dalam membalas. Terima kasih atas pengertiannya.)

The meeting has been rescheduled to tomorrow. Thanks for your understanding. (Rapat telah dijadwalkan ulang ke besok. Terima kasih atas pengertiannya.)

Baca Juga: Perbedaan Aksen Bahasa Inggris British dan American

Bagaimana Cara Belajar Bahasa Inggris Australia?

Cara terbaik belajar bahasa Inggris Australia (Aussie English) adalah dengan menggabungkan kursus formal, memahami pelafalan khasnya, serta membiasakan diri dengan kosa kata dan slang lokal. Berikut adalah langkah-langkah praktis untuk mempelajarinya:

1. Mengikuti Kursus Resmi (ELICOS)

Belajar bahasa Inggris bergaya Australia (Aussie English) bisa menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus menantang karena keunikan aksen, intonasi, dan kosakata lokalnya. Jika kamu ingin merasakan pengalaman belajar langsung di sana secara intensif, program ELICOS (English Language Intensive Courses for Overseas Students) adalah pilihan utama. Program yang diakui secara resmi oleh pemerintah Australia ini dirancang khusus untuk siswa internasional guna meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris secara menyeluruh dalam lingkungan yang terstruktur.

Melalui program ELICOS, kamu tidak hanya mengasah tata bahasa dan keterampilan akademis, tetapi juga dibimbing untuk terbiasa dengan gaya komunikasi sehari-hari masyarakat lokal Australia. Pembelajaran yang interaktif dan immersif di kelas membuatmu lebih percaya diri untuk berinteraksi di luar ruangan, memahami slang khas Australia, hingga beradaptasi dengan budaya tempatan secara alami dan efektif.

2. Mengenal Karakteristik dan Pelafalan

Aksen Australia (Aussie accent) memiliki keunikan tersendiri yang membuatnya terdengar sangat khas dibanding aksen bahasa Inggris lainnya. Salah satu ciri utamanya adalah sifatnya yang non-rhotic, artinya bunyi huruf ‘r’ di akhir kata seperti pada kata water, car, atau mother tidak diucapkan dengan jelas, melainkan diganti dengan bunyi vokal yang lebih halus dan panjang.

Selain itu, terdapat pergeseran bunyi vokal (vowel shift) yang cukup menonjol dalam percakapan sehari-hari. Sebagai contoh, bunyi vokal pada kata day atau mate sering kali diucapkan mendekati bunyi “die” atau “might”. Memahami karakteristik pelafalan ini akan sangat membantumu lebih cepat terbiasa mendengar percakapan warga lokal dan berkomunikasi dengan lebih percaya diri saat berada di Australia.

3. Memahami Kosa Kata dan Slang Khas Australia

Salah satu daya tarik utama dari bahasa Inggris Australia adalah penggunaan kosakata lokal dan slang khas yang dikenal sebagai Strine. Masyarakat Australia sangat gemar menyingkat kata agar percakapan terasa lebih santai, akrab, dan ramah. Sebagian besar kata singkatan ini secara unik diberi akhiran -ie atau -o, seperti kata barbecue yang berubah menjadi barbie, breakfast menjadi brekky, atau afternoon menjadi arvo.

Selain akhiran tersebut, ada pula kata-kata khas yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti mate untuk menyapa teman atau no worries sebagai ungkapan “tidak masalah”. Memahami berbagai slang ini akan sangat membantumu melebur dalam budaya lokal, sehingga percakapanmu terdengar jauh lebih alami dan luwes saat berinteraksi dengan warga Australia.

4. Tonton Konten Khas Australia

Menonton acara TV dan film buatan lokal adalah salah satu cara paling efektif untuk membiasakan telingamu dengan ritme serta aksen khas Australia. Serial TV seperti Bluey sangat cocok untuk mempelajari intonasi dan kosakata sehari-hari yang sederhana, sementara serial seperti Offspring menghadirkan percakapan modern yang lebih alami dalam kehidupan dewasa.

Jika ingin memahami humor dan budaya populer masyarakat setempat secara lebih mendalam, kamu bisa menonton film klasik seperti The Castle atau film aksi ikonik Mad Max. Lewat tontonan ini, kamu tidak hanya mengasah kemampuan mendengar (listening), tetapi juga bisa melihat langsung bagaimana konteks budaya dan slang khas Australia digunakan dalam konteks percakapan nyata.

5. Dengarkan Podcast & Radio

Mendengarkan podcast dan siaran radio khas Australia adalah cara yang sangat praktis untuk mengasah kemampuan listening secara fleksibel di mana saja. Saluran resmi seperti ABC (Australian Broadcasting Corporation) menyajikan beragam topik mulai dari berita, budaya, hingga cerita harian dengan pelafalan yang jernih dan standar. Ini membantu kamu memahami ritme bicara dan intonasi bahasa Inggris Australia yang formal maupun semi-formal.

Untuk gaya belajar yang lebih interaktif dan santai, kamu bisa menyimak kanal seperti Aussie English oleh Pete Smissen. Melalui konten-kontennya, kamu tidak hanya dilatih mendengarkan percakapan alami, tetapi juga mendapat penjelasan mendalam mengenai arti slang, sejarah budaya, hingga trik menirukan aksen khas Australia. Kebiasaan mendengarkan secara rutin ini akan membuat telingamu makin terbiasa dan siap berkomunikasi langsung dengan warga lokal.

Baca Juga: Bagaimana Cara Membedakan Aksen Bahasa Inggris yang Berbeda?

Belajar bahasa Inggris Australia (Aussie English) menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan dengan memahami karakteristik uniknya mulai dari pelafalan non-rhotic, pergeseran vokal, penggunaan slang berakhiran -ie/-o, hingga membiasakan diri lewat program ELICOS, tayangan media, dan podcast lokal. Untuk membantu persiapanmu secara optimal, ICAN Learning Centre (ILC) hadir menyediakan bimbingan bahasa Inggris yang terstruktur serta informasi studi ke luar negeri yang komprehensif.

Melalui panduan pengajar profesional di ILC, kamu bisa menguasai tata bahasa sekaligus melatih kepercayaan diri berkomunikasi agar siap beradaptasi dengan aksen dan budaya Australia secara alami.

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru