Apa Itu He dalam Bahasa Inggris? Ini Fungsi dan Contoh Kalimatnya

Apa Itu He dalam Bahasa Inggris? Ini Fungsi dan Contoh Kalimatnya
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Kata he (berarti “dia” atau “ia”) adalah kata ganti (pronoun) dalam bahasa Inggris yang digunakan secara spesifik untuk merujuk pada orang ketiga tunggal berjenis kelamin laki-laki, baik pria dewasa maupun anak-anak. Kata ini menjadi pilihan kata yang tepat ketika kamu sedang membicarakan seorang laki-laki yang identitasnya sudah diketahui atau sudah disebutkan sebelumnya oleh pembicara.

Fungsi utama dari kata he adalah sebagai subjek di dalam sebuah kalimat. Dengan menduduki posisi subjek, kata ini bertugas sebagai pelaku utama yang melakukan suatu aksi atau tindakan sebelum kata kerja utama. Selain itu, fungsi praktis dari kata ganti ini adalah untuk menghindari pengulangan nama orang yang sama secara terus-menerus, sehingga struktur kalimat atau paragraf yang kita buat menjadi lebih efisien, mengalir, dan jauh lebih ringan saat dibaca.

Perbedaan He, His, dan Him

Dalam bahasa Inggris, he, his, and him semuanya digunakan untuk merujuk pada seorang laki-laki (maskulin). Perbedaan utamanya terletak pada perannya di dalam kalimat. Berikut adalah penjelasan mudahnya:

KataFungsiArti / Penggunaan
HeSebagai Subjek (pelaku yang melakukan aksi dalam kalimat).Dia (laki-laki)
HimSebagai Objek (yang menerima aksi atau diletakkan setelah kata kerja/kata depan).Dia / -nya (sebagai objek).
HisSebagai Kepemilikan (menunjukkan benda tersebut milik si laki-laki).Miliknya / -nya 

Penggunaan He

Kata he berfungsi sebagai subject pronoun (kata ganti subjek) yang digunakan khusus untuk menggantikan nama atau kata benda laki-laki ketika ia bertindak sebagai pelaku utama di dalam kalimat. Sebagai penentu tindakan, kata he selalu diletakkan di awal kalimat atau tepat sebelum kata kerja (verb) untuk menunjukkan secara jelas siapa sosok yang sedang melakukan aksi tersebut.

Posisi dalam Kalimat: Hampir selalu diletakkan di awal kalimat atau sebelum kata kerja (verb) atau to be (is, was, dll).

Rumus : He + verb + complement

Contoh Kalimat :

  • He works as a software engineer.

Analisis: He adalah subjek yang melakukan aksi “works” (bekerja).

  • Although he was tired, he finished the report.

Analisis: Kalimat ini memiliki dua klausa, dan he menjadi subjek di kedua klausa tersebut sebelum kata kerja “was” dan “finished”.

Penggunaan His

Kata his berfungsi untuk menyatakan kepemilikan (possession) oleh seorang laki-laki. Uniknya, kata ini memiliki bentuk yang sama untuk dua fungsi tata bahasa yang berbeda, yaitu bisa berdiri sebagai possessive adjective yang wajib diikuti oleh kata bendanya (seperti menerangkan “bukunya”) maupun sebagai possessive pronoun yang bisa berdiri sendiri tanpa perlu menyebutkan lagi bendanya karena sudah sama-sama dipahami.

Rumus : 

  • Possessive Adjective : His + Nouin
  • Possessive Pronoun : Noun + is/are + His 

Contoh Kalimat: 

  • His father is a doctor. (Possessive Adjective.)
  • I borrowed his car yesterday. (Possessive Adjective.)
  • This camera is his. (Possessive Pronoun)
  • Your jacket is black, but his is blue. (Possessive Pronoun)

Penggunaan Him

Kata him berfungsi sebagai object pronoun (kata ganti objek) yang digunakan khusus untuk menggantikan nama atau kata benda laki-laki ketika ia menjadi penerima aksi di dalam kalimat. Berbeda dengan he yang berada di depan sebagai pelaku, kata him selalu diletakkan setelah kata kerja (verb) atau setelah kata depan (preposition) untuk menunjukkan bahwa sosok laki-laki tersebut adalah sasaran dari tindakan yang dilakukan.

Posisi dalam Kalimat: Terletak setelah kata kerja (verb) atau setelah kata depan (preposition) seperti to, for, with, by, about, from.

Rumus : Subject + verb + him

Contoh Kalimat : 

  • The manager called him into the office. (Direct Object)

Analisis: Him terletak setelah kata kerja “called”. Dia adalah orang yang dipanggil (penerima aksi).

  • We haven’t heard from him since last week. (Object of Preposition)

Analisis: Him terletak setelah kata depan “from”.

  • She gave him the document. (Indirect Object)

Analisis: Him menerima dokumen yang diberikan oleh “She”.

Baca Juga:
Belajar Ungkapan “Dia” dalam Bahasa Inggris Selain Untuk Orang

Tips Belajar Menguasai He, His dan Him

Menguasai penggunaan he, his, dan him sebenarnya tidak sulit jika kamu tahu trik dan pola belajarnya. Karena bahasa Indonesia tidak membedakan kata ganti berdasarkan peran struktural (semuanya bisa diterjemahkan sebagai “dia” atau “-nya”), kamu perlu melatih otak untuk melihat posisi kata tersebut dalam kalimat bahasa Inggris. Berikut adalah beberapa tips praktis dan efektif untuk menguasainya dengan cepat:

1. Gunakan Trik “Posisi Jari”

Ingatlah letak ketiga kata ini berdasarkan struktur kalimat standar bahasa Inggris (S + V + O). Kamu bisa membayangkannya dalam tiga posisi:

  • Jari 1 (Awal): Sebelum kata kerja pasti HE (karena dia subjek).
  • Jari 2 (Tengah): Sebelum kata benda pasti HIS (karena menunjukkan kepemilikan benda).
  • Jari 3 (Akhir): Setelah kata kerja atau kata depan pasti HIM (karena dia objek)

2. Kuasai Kata Kunci Pemicu

Ada beberapa kata yang menjadi “lampu hijau” atau penanda kuat kapan kamu harus menggunakan kata tertentu:

  • Him : Jika kamu menemukan kata-kata seperti to, for, with, without, about, by, atau from, maka kata ganti yang mengikuti setelahnya hampir selalu berupa him jika merujuk pada laki-laki.
  • His : Jika ada kata benda (noun) seperti book, car, phone, father, job, name, maka kata di depannya adalah his.

3. Belajar Melalui Metode Cerita Singkat

Belajar bahasa Inggris terasa jauh lebih seru jika kamu menggunakan metode cerita singkat (storytelling). Kuncinya adalah jangan menghafal kata ganti seperti he, him, atau his secara terpisah karena hal itu justru membuat otak cepat lelah. Sebaliknya, cobalah membuat atau membaca satu kalimat utuh yang langsung menggabungkan ketiganya sekaligus agar kamu bisa melihat langsung bagaimana kata-kata tersebut saling berbagi peran.

Metode ini sangat efektif karena membantu otak merekam hubungan fungsi antarkata secara alami melalui konteks sebuah cerita. Sebagai contoh, perhatikan kalimat ini: “He drove his car to meet him.” Hanya dalam satu kalimat pendek, kamu sudah bisa memahami peran masing-masing kata ganti laki-laki tersebut tanpa perlu pusing menghafalkan rumusnya satu per satu.

4. Praktikkan dengan Flashcards atau Fill-in-the-Blank

Cara terbaik untuk membangun refleks bahasa yang cepat adalah dengan banyak melakukan latihan soal yang terfokus. Kamu bisa menggunakan kartu belajar (flashcards) untuk menguji ingatan secara kilat, atau mengerjakan soal melengkapi kalimat kosong (fill-in-the-blank). Metode praktis ini akan memaksa kamu untuk langsung memilih kata ganti yang tepat dalam hitungan detik.

Melalui latihan yang konsisten, kamu tidak perlu lagi berhenti sejenak untuk mengingat-ingat rumus atau teori di dalam kepala saat ingin berbicara atau menulis. Lama-kelamaan, memilih antara he, him, atau his akan terasa sangat alami, otomatis, dan mengalir begitu saja seperti refleks instan.

Baca Juga: Perbedaan Penggunaan Since dan For dalam Kalimat Bahasa Inggris

Memahami perbedaan peran antara he (subjek), him (objek), dan his (kepemilikan) lewat trik posisi serta kata pemicu terbukti menjadi kunci utama untuk mahir menyusun kalimat bahasa Inggris yang tepat dan minim kekeliruan. Agar proses belajar ini menjadi lebih terarah, seru, dan bebas pusing, ICAN Learning Centre (ILC) hadir sebagai tempat belajar terbaik yang siap membantu kamu untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris.

Melalui metode praktis yang interaktif serta bimbingan dari para tutor berpengalaman di ILC, kamu akan dibimbing untuk menguasai berbagai aturan tata bahasa (grammar) secara alami hingga semakin percaya diri menggunakannya dalam komunikasi sehari-hari maupun akademis.

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru