Future Tense dalam Bahasa Inggris: Rumus, Contoh Kalimat & Fungsinya

Future Tense dalam Bahasa Inggris: Rumus, Contoh Kalimat & Fungsinya
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Future tense adalah bentuk waktu dalam bahasa Inggris yang kamu dapat gunakan untuk menceritakan segala sesuatu yang baru akan terjadi nanti, baik itu berupa aksi, niat, atau keadaan di masa depan. Ketika kamu ingin membuat prediksi tentang cuaca besok, membuat janji manis ke teman, atau menyusun rencana liburan akhir pekan nanti, tense inilah yang wajib kamu gunakan. Intinya, semua hal yang belum terjadi saat ini adalah wilayah kekuasaan future tense.

Dalam bentuknya yang paling sederhana (Simple Future Tense), ciri khas utamanya ditandai dengan penggunaan kata will atau frasa be going to yang kemudian diikuti oleh kata kerja dasar (V1). Meskipun sekilas mirip, keduanya punya sedikit perbedaan rasa, kamu biasanya memakai will untuk keputusan spontan atau prediksi umum, sedangkan be going to lebih sering dipakai untuk rencana yang sudah matang atau tanda-tanda yang sudah jelas di depan mata.

Rumus dan Contoh Kalimat Future Tense

Future tense (khususnya Simple Future Tense) digunakan untuk menyatakan peristiwa atau rencana yang akan terjadi di masa depan. Terdapat tiga rumus yaitu  menggunakan Shall (menawarkan bantuan), will (keputusan spontan/prediksi) atau be going to (rencana yang sudah pasti). Berikut ini adalah rumus dan contoh kalimat dari ketiganya: 

Rumus dan Contoh Menggunakan “Shall”

Kata kerja bantu shall adalah bentuk modal (modal auxiliary) yang digunakan untuk menyatakan aktivitas di masa depan (future tense). Secara tradisional, shall digunakan secara khusus untuk subjek orang pertama, yaitu I (Saya) dan We (Kami). Di era modern, shall lebih sering digunakan untuk menawarkan bantuan (offering help), membuat saran (suggestions), atau dalam dokumen hukum formal untuk menyatakan kewajiban mutlak. Berikut adalah rumus lengkap penggunaan shall beserta contoh kalimatnya:

  • Rumus Kalimat Positif (+) : Subject (I/We) + shall + V_1 + Object/Adverb
    Contoh Kalimatnya : We shall overcome this financial crisis together. (Kita akan mengatasi krisis keuangan ini bersama-sama.)
  • Rumus Kalimat Negatif (-) : Subject (I/We) + shall not (shan’t ) + V_1 + Object/Adverb
    Contoh Kalimatnya : We shall not accept any late submissions. (Kami tidak akan menerima pengumpulan tugas yang terlambat.)
  • Rumus Kalimat Tanya (?) : Shall + Subject (I/We) + V_1 + Object/Adverb + ?
    Contoh Kalimatnya : Shall I carry your luggage to the car? (Bolehkah aku bawakan barang bawaanmu ke mobil?)

Rumus dan Contoh Menggunakan “Will”

Rumus penggunaan will dalam simple future tense sangat praktis karena cukup memasangkan subjek dengan modal will, lalu diikuti oleh kata kerja bentuk pertama (V1) tanpa perubahan apa pun. Formula ini berlaku universal untuk semua subjek tanpa terkecuali, baik kata ganti tunggal maupun jamak. Berikut adalah rumus lengkap penggunaan will beserta contoh kalimatnya:

  • Rumus Kalimat Positif (+): Subject + will + V_1 + Object/Adverb
    Contoh Kalimatnya: I will help you with that report later. (Aku akan membantumu mengerjakan laporan itu nanti.)
  • Rumus Kalimat Negatif (-): Subject + will not (won’t) + $V_1$ + Object/Adverb
    Contoh Kalimatnya : They will not attend the conference tomorrow. (Mereka tidak akan menghadiri konferensi besok.)
  • Rumus Kalimat Tanya (?): Will + Subject + V_1 + Object/Adverb + ?
    Contoh Kalimatnya : Will you join us for the meeting this afternoon? (Apakah kamu akan bergabung dengan kami untuk rapat sore ini?)

Rumus dan Contoh Menggunakan “Be Going To”

Berbeda dengan will, rumus be going to memerlukan penyesuaian to be (am/is/are) yang harus dicocokkan dengan subjek kalimat, lalu diikuti oleh kata going to dan kata kerja bentuk pertama (V1). To be am digunakan untuk subjek I, is untuk subjek tunggal (he, she, it), dan are untuk subjek jamak (you, we, they). 

  • Rumus Kalimat Positif (+): Subject + am/is/are + going to + V_1 + Object/Adverb
    Contoh Kalimatnya : We are going to analyze the market data tonight. (Kami akan menganalisis data pasar malam ini.)
  • Rumus Kalimat Negatif (-): Subject + am/is/are + not + going to + V_1 + Object/Adverb
    Contoh Kalimatnya: I am not going to apply for that job position. (Aku tidak akan melamar posisi pekerjaan tersebut.)
  • Rumus Kalimat Tanya (?): Am/Is/Are + Subject + going to + V_1 + Object/Adverb + ?
    Contoh Kalimatnya : Are you going to take the TOEFL test this weekend? (Apakah kamu akan mengambil tes TOEFL akhir pekan ini?)

Baca Juga: Perubahan Kata Kerja Future Tense

Penggunaan Shall, Will & Be Going To

Meskipun ketiga bentuk ini sama-sama digunakan untuk membicarakan masa depan (future makna), masing-masing memiliki fungsi spesifik yang sangat dipengaruhi oleh kondisi saat keputusan itu dibuat. Berikut adalah panduan praktis untuk membedakan penggunaan Will, Be Going To, dan Shall agar kamu tidak salah menempatkannya dalam percakapan maupun tulisan formal:

1. Shall (Formal & Saran)

Kata shall memiliki makna yang sama dengan will, yaitu “akan”, namun memberikan kesan yang jauh lebih formal, sopan, dan bernuansa klasik. Karakteristik unik dari kata ini adalah penggunaannya yang secara umum hanya terbatas untuk subjek I (saya) dan We (kami). Di masa kini, kata shall memang sudah mulai jarang digunakan dalam kalimat pernyataan sehari-hari, tetapi posisinya masih sangat kuat dalam dokumen legal, tulisan akademis, atau situasi formal yang membutuhkan tingkat kesopanan tinggi.

Selain untuk menyatakan hal yang akan terjadi, shall sangat sering diandalkan dalam bentuk kalimat tanya (interrogative) untuk menawarkan bantuan secara elegan atau meminta saran dari lawan bicara. Ketika kamu menggunakannya dalam pertanyaan, kata ini memberikan kesan menghargai pendapat orang lain.  

Contohnya : 

  • “Shall we go now? The taxi is waiting.” (Bagaimana kalau kita pergi sekarang?)
  • “Shall I open the window for you?” (Bolehkah aku bukakan jendelanya untukmu?)
  • “The employee shall report directly to the manager.” (Karyawan wajib melapor langsung kepada manajer.)

2. Will (Keputusan Spontan & Prediksi Umum)

Penggunaan will sangat tepat untuk menyatakan tindakan yang diputuskan secara spontan pada saat berbicara, serta membuat prediksi yang sifatnya opini pribadi tanpa bukti fisik yang kuat. Karena sifatnya yang fleksibel dan instan, kata ini sering muncul dalam percakapan sehari-hari ketika situasi menuntut respons cepat atau saat kamu menebak apa yang akan terjadi nanti. 

Selain itu, kata will juga menjadi pilihan utama saat kamu ingin menyatakan sebuah janji setia atau menawarkan bantuan kepada orang lain secara sukarela. Penggunaannya memberikan kesan komitmen atau kesiapan untuk bertindak saat itu juga. 

Contohnya : 

  • “Hold on, I will help you with those books.” (Tunggu, aku akan membantumu membawa buku-buku itu.)
  • “I think it will rain later, so you should bring an umbrella.” (Aku rasa nanti akan hujan ini baru sebatas insting/pikirkan Anda).
  • “I will call you as soon as I arrive.” (Aku akan meneleponmu segera setelah aku tiba.)

3. Be Going To (Rencana Matang & Prediksi Berdasarkan Bukti)

Penggunaan be going to (am/is/are + going to) adalah pilihan tepat untuk menyatakan aktivitas atau niat yang sudah kamu rencanakan matang-matang sebelum dibicarakan. Berbeda dengan will yang sifatnya spontan, be going to menunjukkan bahwa kamu sudah memikirkan, mempersiapkan, atau menjadwalkan agenda tersebut jauh-jauh hari.

Selain untuk rencana yang terstruktur, frasa ini juga wajib digunakan ketika kamu membuat prediksi berdasarkan bukti nyata yang terlihat jelas di depan mata saat ini. Jadi, kamu tidak sekedar menebak-nebak, melainkan melihat tanda-tanda fisik yang mendukung prediksi tersebut. 

Contohnya : 

“We are going to move to Jakarta next month, we already rented an apartment there.” (Kami akan pindah ke Jakarta bulan depan sudah ada persiapan dan niat sebelumnya).

“I am going to visit my grandma next week.” (Aku akan mengunjungi nenekku minggu depan.)

“Look at those dark clouds! It is going to rain.” (Lihat awan hitam itu! Hari akan hujan prediksi ini akurat karena ada bukti fisiknya).

Baca Juga: Bingung Future Tense dan Future Continuous Tense? Ini Perbedaannya

Fungsi Future Tense dalam Bahasa Inggris

Simple Future Tense tidak hanya berfungsi untuk menceritakan peristiwa yang “akan terjadi” di masa depan. Dalam komunikasi bahasa Inggris sehari-hari maupun konteks bisnis profesional, future tense memiliki berbagai dinamika fungsi yang bergeser tergantung pada situasi, niat, dan bukti yang kita miliki saat berbicara. Berikut adalah fungsi-fungsi utama Simple Future Tense:

1. Menyatakan Peristiwa di Masa Depan

Fungsi utama dari future tense adalah untuk menyatakan peristiwa, situasi, atau aksi di masa depan yang baru akan terjadi setelah waktu sekarang. Ketika kamu berbicara tentang kejadian yang belum dimulai sama sekali dan baru akan terwujud pada beberapa menit, jam, hari, bahkan tahun ke depan, maka bentuk waktu inilah yang kamu gunakan untuk menyampaikannya. 

Sebagai contoh nyata, kalimat seperti “The seminar will start at 9 AM tomorrow” (Seminar akan dimulai jam 9 pagi besok) menunjukkan bagaimana tense ini mengomunikasikan sebuah peristiwa masa depan yang waktu pelaksanaannya berada setelah momen pembicaraan saat ini. 

2. Membuat Prediksi

Membuat prediksi atau meramalkan sesuatu yang akan terjadi di masa depan merupakan salah satu fungsi paling umum dari future tense, di mana kata will seringkali menjadi andalan utamanya. Penggunaan will disini biasanya didasarkan pada opini, intuisi, atau keyakinan pribadi si pembicara tanpa harus menyertakan bukti fisik yang konkret saat itu juga. 

Contohnya bisa kamu lihat pada kalimat sederhana seperti “It will rain tomorrow” (Besok akan hujan) atau “You will love this movie” (Kamu pasti akan menyukai film ini), yang menunjukkan bagaimana kamu memperkirakan sebuah kejadian atau reaksi yang baru akan terbukti kebenarannya di waktu yang akan datang.

3. Rencana yang Sudah Diatur

Menyatakan rencana atau niat yang sudah diatur sebelumnya (intention) merupakan fungsi penting dari future tense, di mana frasa be going to menjadi pilihan kata yang paling tepat untuk digunakan. Ketika menggunakan bentuk ini, artinya kamu sedang membicarakan suatu aktivitas yang sudah dipikirkan, direncanakan, atau diputuskan matang-matang sebelum momen pembicaraan terjadi, bukan sekadar keputusan spontan. 

Sebagai contoh, kalimat “I am going to visit my grandma this weekend” (Aku akan mengunjungi nenekku akhir pekan ini) menunjukkan bahwa agenda mudik atau berkunjung tersebut sudah menjadi niat bulat yang siap kamu lakukan dalam waktu dekat.

4. Mengungkapkan Janji atau Ancaman

Selain untuk merencanakan sesuatu, future tense juga sering digunakan untuk mengungkapkan janji atau bahkan ancaman terhadap seseorang, yang umumnya ditandai dengan penggunaan kata will. Ketika digunakan dalam konteks ini, will memberikan penegasan kuat tentang komitmen pembicara untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu di masa depan sebagai respons terhadap situasi saat ini.

Contohnya, kamu bisa meyakinkan seseorang dengan sebuah janji seperti “I will help you with your homework” (Aku akan membantumu mengerjakan PR), atau sebaliknya, memberikan peringatan tegas berupa ancaman seperti “I will tell the teacher if you do that again” (Aku akan melaporkannya kepada guru jika kamu melakukannya lagi).

5. Mengundang atau Mengajak

Future tense juga memiliki fungsi sosial yang sangat berguna untuk mengundang atau mengajak seseorang melakukan sesuatu, yang biasanya disampaikan dalam bentuk kalimat tanya menggunakan kata will. Dengan mengubah susunan kata menjadi kalimat tanya, kamu bisa memberikan ajakan yang langsung namun tetap terdengar bersahabat bagi lawan bicara. 

Contohnya bisa kita lihat pada kalimat “Will you come to my party tonight?” (Maukah kamu datang ke pestaku nanti malam?) atau “Will you join us for dinner?” (Maukah kamu bergabung dengan kami untuk makan malam?), yang menunjukkan bagaimana kata will digunakan untuk menanyakan kesediaan seseorang dalam memenuhi undangan kita di masa depan.

Baca Juga: Keterangan Waktu untuk Simple Future Tense

Secara keseluruhan, Future Tense (menggunakan shall, will, atau be going to) merupakan alat komunikasi yang penting dalam bahasa Inggris untuk menyatakan aksi spontan, janji, prediksi, hingga rencana matang di masa depan yang disesuaikan dengan konteks situasi saat berbicara. Penguasaan tense ini sangat penting bagi siapa saja yang ingin tampil percaya diri dalam berkomunikasi, baik secara personal maupun profesional.

Guna membantu kamu menguasai materi tata bahasa ini dengan metode yang interaktif dan mudah dipahami, ICAN Learning Centre (ILC) hadir menyediakan program belajar bahasa Inggris komprehensif yang dirancang khusus untuk meningkatkan kemampuan grammar serta kelancaran berbicara (speaking) kamu agar siap menghadapi situasi di dunia nyata.

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru