Belajar Penggunaan Auxiliary Verb dan Contoh Penggunaannya dalam Kalimat

Belajar Penggunaan Auxiliary Verb dan Contoh Penggunaannya dalam Kalimat
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Auxiliary verbs atau kata kerja bantu merupakan elemen penting dalam tata bahasa Inggris yang berfungsi melengkapi kata kerja utama (main verb). Kehadirannya berfungsi untuk membangun struktur tenses yang jelas, serta membantu dalam pembentukan kalimat tanya (interrogative) maupun kalimat negatif. Tanpa kata kerja bantu ini, sebuah kalimat sering kali tidak dapat menyampaikan waktu kejadian dengan akurat.

Selain mengatur aspek waktu, beberapa jenis kata kerja bantu seperti modals juga digunakan untuk menyatakan tingkat kemungkinan, kemampuan, izin, hingga kewajiban. Dengan memadukan auxiliary verbs yang tepat bersama kata kerja utama, kalimat yang kamu susun akan menjadi lebih dinamis dan memiliki makna yang jauh lebih spesifik.

Jenis Kalimat Auxiliary Verbs & Contohnya

Auxiliary verbs (kata kerja bantu) adalah kata kerja yang digunakan bersama dengan kata kerja utama (main verb) untuk membentuk fungsi tata bahasa tertentu, seperti menentukan tenses, aspek waktu, penekanan, atau modalitas dalam sebuah kalimat. Berikut adalah jenis-jenis kalimat auxiliary verbs beserta contohnya:

1. Kalimat “Be”

Auxiliary verb “be” (yang mencakup bentuk am, is, are, was, were, been, dan being) memiliki dua fungsi utama dalam membentuk kalimat, yaitu untuk menyusun continuous tenses guna menunjukkan aksi yang sedang berlangsung dan untuk membangun kalimat pasif (passive voice). Saat digunakan, kata kerja bantu ini harus selalu disesuaikan dengan subjek kalimat serta waktu kejadiannya (tenses), lalu diikuti oleh kata kerja utama yang berubah menjadi bentuk Verb-ing pada kalimat aktif atau Verb 3 pada kalimat pasif.

Contoh kalimat Auxiliary Verb “Be”

  • Continuous Tense: She is writing an article right now. (Dia sedang menulis artikel sekarang.)
  • Passive Voice: The book was written by a famous author. (Buku itu ditulis oleh penulis terkenal.)

2. Kalimat “Do”

Auxiliary verb “do” (yang mencakup bentuk do, does, dan did) berfungsi utama sebagai kata kerja bantu untuk membentuk kalimat negatif dan kalimat tanya pada pola Simple Present dan Simple Past Tenses. Uniknya, ketika kata kerja bantu ini digunakan, kata kerja utama (main verb) dalam kalimat tersebut harus selalu kembali ke bentuk dasar (Verb 1). Selain untuk kalimat tanya dan negatif, do/does/did juga sering disisipkan dalam kalimat positif sebagai penegas suatu pernyataan.

Contoh Auxiliary Verb “Do”

Kalimat Negatif & Tanya (Simple Present & Past):

  • I do not like coffee. (Saya tidak suka kopi.)
  • Did you watch the football match last night? (Apakah kamu menonton pertandingan sepak bola semalam?)

Emphatic Do (Penekanan) :

  • I do believe that she is telling the truth. (Saya benar-benar percaya bahwa dia mengatakan yang sebenarnya.)

3. Kalimat “Have” 

Auxiliary verb “have” (yang mencakup bentuk have, has, dan had) berfungsi sebagai kata kerja bantu untuk membentuk perfect tenses, yaitu pola kalimat yang menyatakan bahwa suatu aksi telah selesai dilakukan atau masih berkaitan dengan masa kini. Saat menjalankan peran ini, have/has/had harus selalu diikuti oleh kata kerja utama dalam bentuk ketiga (Verb 3 atau Past Participle).

Selain fungsi utamanya tersebut, kata kerja bantu ini juga digunakan untuk membentuk kalimat pasif dalam pola perfect (dengan menambahkan been) serta menyusun kalimat pengandaian (conditional sentences tipe 3) untuk menyatakan penyesalan atau situasi yang tidak terjadi di masa lalu.

Contoh Auxiliary Verb “Have” 

Perfect Tense

  • He has finished his homework. (Dia sudah menyelesaikan pekerjaan rumahnya.)
  • We had left the office before it started raining. (Kami sudah meninggalkan kantor sebelum hujan mulai turun.)

4. Kalimat “Can / Could”

Auxiliary verb “can” dan “could” merupakan bagian dari modal auxiliaries yang berfungsi untuk menyatakan kemampuan, izin, serta kemungkinan, dimana keduanya selalu diikuti oleh kata kerja bentuk dasar (Verb 1). Perbedaan utamanya terletak pada dimensi waktu dan tingkat kesopanan; “can” digunakan untuk situasi masa kini (present), sedangkan “could” digunakan untuk menyatakan kemampuan di masa lalu (past) sekaligus memberikan kesan yang jauh lebih sopan, halus, dan formal saat mengajukan permohonan dalam percakapan.

Contohnya : 

  •  I can speak Japanese. (Saya bisa berbicara bahasa Jepang)

5. Kalimat “Will / Would”

Auxiliary verb “will” dan “would” adalah bentuk modal auxiliaries yang fungsi utamanya digunakan untuk menyatakan rencana, niat, atau prediksi di masa depan, di mana keduanya harus selalu diikuti oleh kata kerja bentuk dasar (Verb 1). Perbedaan mendasar keduanya terletak pada dimensi waktu dan konteks kalimat; “will” digunakan untuk situasi masa kini atau masa depan (future), sedangkan “would” merupakan bentuk lampau dari “will” yang kerap digunakan dalam kalimat pengandaian (conditional sentences) atau untuk menyampaikan permohonan dan ajakan secara jauh lebih sopan, formal, dan halus.

Contohnya : 

Will

  • Rencana: “I will send the weekly content report to the manager this afternoon.” (Saya akan mengirimkan laporan konten mingguan kepada manajer sore ini.)
  • Prediksi: “The weather forecast says it will rain tomorrow.” (Prakiraan cuaca mengatakan besok akan hujan.)

Would

  • Bentuk Lampau (Past Future): “She said she would join the meeting yesterday.” (Dia mengatakan bahwa dia akan bergabung dalam rapat kemarin.)
  • Pengandaian (Conditional): “If I had more free time, I would take an advanced English course.” (Jika saya punya lebih banyak waktu luang, saya akan mengambil kursus bahasa Inggris tingkat lanjut.
  • Ungkapan Sopan (Polite Request): “Would you mind checking this article draft for me, please?” (Apakah Anda keberatan memeriksa draf artikel ini untuk saya?)

6. Kalimat “May / Might”

Auxiliary verb “may” dan “might” adalah kelompok modal auxiliaries yang fungsi utamanya digunakan untuk menyatakan kemungkinan (possibility) atau meminta izin (permission) secara formal, dan keduanya wajib diikuti oleh kata kerja bentuk dasar (Verb 1). Perbedaan mendasar di antara keduanya terletak pada tingkat kepastian dan dimensi waktu,”may” digunakan untuk situasi dengan tingkat kemungkinan yang lebih tinggi di masa kini atau masa depan, sedangkan “might” biasanya menyatakan kemungkinan yang lebih kecil (ragu-ragu) atau berfungsi sebagai bentuk lampau (past) dari “may” dalam kalimat tidak langsung.

Contohnya : 

May (Kemungkinan lebih besar atau meminta izin secara formal):

  • Kemungkinan (~50% terjadi): “The clouds are getting dark, so it may rain before the lunchtime.” (Awan semakin gelap, jadi mungkin akan hujan sebelum jam makan siang.)
  • Meminta Izin (Formal): “May I use the meeting room for an urgent presentation, please?” (Bolehkah saya menggunakan ruang rapat untuk presentasi mendesak?)

Might (Kemungkinan lebih kecil/ragu-ragu atau bentuk lampau):

  • Kemungkinan Kecil (~30% terjadi): “I am still very busy, but I might attend the seminar if I finish my work early.” (Saya masih sangat sibuk, tapi saya mungkin bisa menghadiri seminar jika pekerjaan selesai lebih awal.)
  • Bentuk Lampau (Dalam kalimat tidak langsung): “She said that she might join our project proposal team last week.” (Dia mengatakan bahwa dia mungkin bergabung dengan tim proposal proyek kita minggu lalu.)

7. Kalimat “Must / Have to” 

Auxiliary verb “must” dan “have to” adalah bentuk kata kerja bantu yang fungsi utamanya digunakan untuk menyatakan keharusan atau kewajiban (obligation/necessity). Meskipun keduanya bermakna “harus” dan wajib diikuti oleh kata kerja bentuk dasar (Verb 1), terdapat perbedaan mendasar pada sumber keharusan tersebut. “Must” cenderung mengekspresikan kewajiban kuat yang datang dari sudut pandang atau personal si pembicara sendiri, sedangkan “have to” digunakan untuk menyatakan keharusan yang didasarkan pada aturan eksternal, hukum, situasi, atau regulasi yang sudah ditetapkan oleh pihak lain.

Contohnya : 

Must (Keharusan dari diri sendiri/sangat kuat):

  • Kewajiban Pribadi: “I must finish writing this article outline today because I want to enjoy my weekend.” (Saya harus menyelesaikan kerangka artikel ini hari ini karena saya ingin menikmati akhir pekan saya.)

Have to (Keharusan karena aturan luar/situasi):

  • Aturan Kantor/Instansi: “All writers have to submit their drafts through the content management system before 5 PM.” (Semua penulis harus mengumpulkan draf mereka melalui sistem manajemen konten sebelum jam 5 sore.)

8. Kalimat “Should / Ought to”

Auxiliary verb “should” dan “ought to” adalah bentuk kata kerja bantu (modal auxiliaries) yang fungsi utamanya digunakan untuk memberikan saran (advice), rekomendasi, atau menyatakan tugas dan opini tentang apa yang benar dilakukan. Kedua kata kerja bantu ini memiliki arti yang sama, yaitu “seharusnya” atau “sebaiknya”. Perbedaan utamanya hanyalah pada struktur kalimat dan tingkat formalitas; “should” jauh lebih umum dan santai digunakan dalam percakapan sehari-hari, sedangkan “ought to” terasa sedikit lebih formal dan selalu wajib diikuti oleh partikel “to” sebelum kata kerja utamanya.

Contohnya : 

Should : 

  • Memberikan Saran: “You should proofread your English article before publishing it.” (Kamu sebaiknya memeriksa kembali artikel bahasa Inggrismu sebelum menerbitkannya.)

Ought to

  • Saran Formal: “We ought to double-check the database backup to prevent any data loss.” (Kita seharusnya memeriksa kembali cadangan basis data untuk mencegah kehilangan data.)

Baca Juga:
Contoh Kalimat Linking Verb

Fungsi Auxiliary Verbs

Auxiliary verbs (kata kerja bantu) memiliki peran yang sangat krusial dalam bahasa Inggris. Sesuai namanya, kata ini tidak bisa berdiri sendiri sebagai aksi utama, melainkan berfungsi mendampingi kata kerja utama (main verb) untuk memperjelas makna, waktu, dan sikap dalam sebuah kalimat. Berikut adalah beberapa fungsi utama auxiliary verbs yang wajib kamu pahami:

1. Menentukan Waktu Kejadian

Fungsi paling mendasar dari kelompok primary auxiliary verbs (be, do, have) adalah sebagai penunjuk waktu (tenses) yang memperjelas kapan suatu peristiwa terjadi. Melalui perubahan bentuk pada kata kerja bantu ini, sebuah kalimat bisa dengan tegas membedakan situasi di masa lalu (past), masa kini (present), maupun masa depan (future) tanpa membuat pembaca bingung.

2. Membentuk Kalimat Negatif

Dalam tata bahasa Inggris, aturan ini merupakan prinsip mutlak: kata “not” tidak bisa langsung ditempelkan pada kata kerja utama biasa (action verbs seperti know, write, read, speak). Jika kamu memaksakan kalimat seperti “I not know” atau “She not come”, kalimat tersebut menjadi tidak gramatikal atau salah.

Fungsi utama auxiliary verb (kata kerja bantu) di sini adalah sebagai jembatan atau “tiang penyangga” yang wajib dihadirkan agar kata not bisa melekat dengan sah secara struktur.

3. Membentuk Kalimat Tanya

Fungsi penting lain dari auxiliary verb (kata kerja bantu) adalah untuk membentuk kalimat tanya (interrogative sentences), baik pertanyaan yang membutuhkan jawaban “Ya/Tidak” (Yes/No Questions) maupun pertanyaan yang membutuhkan informasi (Wh- Questions).

Dalam bahasa Inggris, kamu tidak bisa membuat kalimat tanya hanya dengan menaikkan nada bicara di akhir kalimat seperti dalam bahasa Indonesia (misalnya: “Kamu tahu?”). Anda wajib melakukan proses yang disebut inversi, yaitu memindahkan auxiliary verb ke posisi sebelum subjek.

4. Membentuk Kalimat Pasif 

Fungsi penting berikutnya dari auxiliary verb adalah untuk membentuk kalimat pasif (passive voice). Dalam bahasa Inggris, ketika kamu ingin menggeser fokus kalimat dari si pelaku aksi (aktif) menjadi objek yang menerima aksi (pasif), kamu wajib menggunakan kombinasi dari Be + Kata Kerja Bentuk Ketiga (Verb 3 / Past Participle).

Di sini, keluarga “Be” bertindak sebagai kata kerja bantu (auxiliary) yang nilainya fleksibel ia akan berubah bentuk mengikuti subjek baru dan tenses (waktu kejadian) yang digunakan, sementara kata kerja utamanya selalu konsisten menggunakan bentuk Verb 3.

5. Memberikan Penekanan

Fungsi auxiliary verb yang satu ini sangat unik dan menarik. Dalam tata bahasa Inggris, fungsi ini disebut sebagai Emphatic “Do”. Pada situasi normal, kalimat positif dalam Simple Present dan Simple Past sama sekali tidak membutuhkan kata kerja bantu do, does, atau did (misalnya: “I love English” atau “She arrived early”). Namun, ketika kamu sengaja menyelipkan keluarga do tepat sebelum kata kerja utama dalam kalimat positif, fungsinya berubah total menjadi penegas emosional.

Baca Juga:
Contoh Kalimat Passive Voice

Bagi kamu yang ingin menulis atau berbicara bahasa Inggris secara profesional, memahami auxiliary verbs (kata kerja bantu) seperti be, do, have, dan modals adalah kunci mutlak agar kalimatmu memiliki tenses yang akurat, terstruktur secara negatif atau tanya dengan benar, hingga mampu memberikan penekanan makna yang dinamis. Nah, seluruh panduan komplit mengenai fungsi dan trik menguasai kata kerja bantu ini bisa kamu pelajari dan latih secara lebih mendalam bersama para tutor berpengalaman di ICAN Learning Centre (ILC).

Melalui metode belajar yang interaktif dan aplikatif di ILC, kamu tidak hanya sekedar menghafal rumus tata bahasa, tetapi juga dibimbing untuk langsung mempraktekkannya ke dalam penulisan artikel edukasi, draf profesional, maupun percakapan sehari-hari dengan rasa percaya diri yang tinggi.

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru