Seputar Kalimat Tanya dalam Bahasa Inggris & Contoh Penggunaannya

kalimat tanya dalam bahasa inggris
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Dalam bahasa Inggris, kalimat tanya secara umum terbagi menjadi dua jenis utama, yaitu Yes/No Question dan Wh- Question. Kedua jenis kalimat ini sama-sama memiliki aturan tata bahasa dasar yang serupa, di mana posisi kata kerja bantu (auxiliary verb seperti do, does, did, have) atau to be (is, am, are, was, were) selalu diletakkan di depan sebelum subjek utama.

Perbedaan yang paling terasa di antara keduanya terletak pada tujuan dan jawaban yang diharapkan. Kalimat Yes/No Question hanya membutuhkan konfirmasi singkat berupa jawaban “ya” atau “tidak” (contoh: “Are you ready?”). Sementara itu, Wh- Question diawali dengan kata tanya khusus seperti What, Where, When, Who, Why, atau How untuk meminta informasi yang jauh lebih detail (contoh: “Where do you live?”).

Jenis-jenis Question Words (Kata Tanya) dan Contoh Kalimatnya

Question Words (atau sering disebut 5W + 1H) adalah kata-kata tanya yang digunakan untuk meminta informasi spesifik dalam bahasa Inggris, mulai dari orang, tempat, waktu, alasan, hingga proses. Berikut adalah jenis-jenis Question Words yang paling sering digunakan beserta fungsi dan contoh kalimatnya:

1. What (Apa / Apakah)

Kata tanya What digunakan untuk menanyakan informasi spesifik mengenai suatu benda, hal, tindakan, maupun identitas dalam bahasa Inggris. Posisi kata what selalu diletakkan di paling awal kalimat, kemudian diikuti oleh kata kerja bantu (auxiliary verb) atau to be sebelum subjeknya.

Contoh : What is your favorite food? (Apa makanan favoritmu?).

2. Who (Siapa – Subjek)

Kata tanya Who digunakan khusus untuk menanyakan identitas orang atau pihak yang bertindak sebagai pelaku utama (subjek) dari suatu tindakan. Berbeda dengan kata tanya lainnya, ketika who menanyakan subjek, kata ini bisa langsung diikuti oleh kata kerja (verb) tanpa perlu kata kerja bantu.

Contoh : Who is teaching English today? (Siapa yang mengajar bahasa Inggris hari ini?)

3. Whom (Siapa – Objek)

Kata tanya Whom digunakan khusus untuk menanyakan identitas orang yang bertindak sebagai penerima tindakan (objek) dalam suatu kalimat, bukan pelakunya. Kata ini umumnya digunakan dalam situasi yang lebih formal atau ragam tulisan baku, dan sering kali diletakkan setelah kata depan (preposition).

Contoh : Whom did you meet at the library? (Siapa yang kamu temui di perpustakaan?)

4. Whose (Milik Siapa)

Kata tanya Whose digunakan untuk menanyakan kepemilikan (possession) atau pemilik dari suatu benda. Dalam struktur kalimat, kata whose biasanya langsung diikuti oleh kata benda yang ditanyakan, lalu diikuti oleh kata kerja bantu atau to be.

Contoh : Whose book is this? (Buku milik siapa ini?)

5. Where (Di mana / Ke mana)

Kata tanya Where digunakan untuk menanyakan lokasi, tempat keberadaan, atau arah tujuan (di mana atau ke mana). Dalam pembuatannya, kata where diletakkan di awal kalimat, lalu diikuti oleh kata kerja bantu (auxiliary verb) atau to be sebelum subjeknya.

Contoh: Where do you live? (Di mana kamu tinggal?)

6. When (Kapan)

Kata tanya When digunakan untuk menanyakan waktu terjadinya suatu peristiwa, kegiatan, atau kondisi (kapan). Sama seperti rumus kata tanya lainnya, when diletakkan di awal kalimat, lalu diikuti oleh kata kerja bantu (auxiliary verb) atau to be sebelum subjeknya.

Contoh : When does the class start? (Kapan kelasnya dimulai?)

7.  Why (Mengapa / Kenapa)

Kata tanya Why digunakan untuk menanyakan alasan, latar belakang, atau sebab dari suatu kejadian maupun kondisi (mengapa atau kenapa). Dalam struktur kalimatnya, why diletakkan di awal dan selalu diikuti oleh kata kerja bantu (auxiliary verb) atau to be sebelum subjeknya, di mana jawabannya biasanya menggunakan kata because.

Contoh : Why are you studying English? (Mengapa kamu belajar bahasa Inggris?)

8. Which (Yang Mana)

Kata tanya Which digunakan untuk menanyakan pilihan spesifik dari sejumlah opsi yang sifatnya terbatas (yang mana). Dalam struktur kalimatnya, kata which biasanya dapat langsung diikuti oleh kata benda yang dipilih atau berdiri sendiri sebelum kata kerja bantu (auxiliary verb).

Contoh : Which car is hers? (Mobil yang mana milik dia?)

9. How (Bagaimana / Berapa)

Kata tanya How digunakan untuk menanyakan cara, proses, atau kondisi suatu hal (bagaimana). Menariknya, kata how juga bisa digabungkan dengan kata sifat (adjective) atau kata keterangan (adverb) untuk menanyakan kuantitas, usia, hingga frekuensi seperti how much/many (berapa banyak), how old (berapa usia), atau how often (seberapa sering).

Contoh:

  • How do you go to school? (Bagaimana kamu pergi ke sekolah?)
  • How often do you practice speaking? (Seberapa sering kamu berlatih berbicara?)

Secara umum, menyusun kalimat tanya berbobot informasi (Open-ended Question) di dalam bahasa Inggris memiliki rumus dasar tergantung jenis kata kerjanya:

  • Yes/No Questions (Tanpa Kata Tanya 5W1H) :

Auxiliary/To Be + Subjek + Kata Kerja (Verb) + ?

Contoh: Are you okay? atau Do you like apple?

  • WH- Questions (Dengan 5W1H) :

Kata Tanya (What/Where/When/Why/Who/How) + Auxiliary/To Be + Subjek + Verb + ?

Contoh: Where do you live?

  •  Menggunakan Verb “To Be” (is / am / are / was / were)

Baca Juga:
Kalimat Tanya Jawab Bahasa Inggris

Tips Belajar Membuat Kalimat Tanya Bahasa Inggris

Membuat kalimat tanya dalam bahasa Inggris (Question Formation) sering kali menjadi tantangan karena perbedaan struktur dengan bahasa Indonesia. Namun, dengan pendekatan yang tepat, kamu bisa menguasainya dengan cepat dan percaya diri. Berikut adalah tips praktis yang bisa kamu terapkan agar makin mahir membuat kalimat tanya:

1. Pahami Kapan Menggunakan “Do/Does/Did” vs. “To Be”

Kunci paling praktis untuk membedakan penggunaan Do/Does/Did dan To Be (Is/Am/Are/Was/Were) dalam kalimat tanya adalah dengan melihat ada atau tidaknya kata kerja (verb) setelah subjek. Gunakan Do/Does/Did jika kamu ingin menanyakan suatu tindakan atau aktivitas yang melibatkan kata kerja dasar, seperti go, eat, study, atau like (contoh: “Do you eat pizza?” atau “Did she go yesterday?”). Di sini, kata bantu tersebut bertugas “mengantar” kata kerja utamanya.

Sebaliknya, gunakan To Be jika kalimat tanyamu sama sekali tidak memiliki kata kerja, melainkan ingin menanyakan kondisi, sifat, profesi, atau lokasi. Setelah subjek, To Be biasanya langsung diikuti oleh kata sifat (adjective), kata benda (noun), atau kata keterangan (adverb) seperti pada contoh “Are you tired?” (kata sifat) atau “Is he a teacher?” (kata benda). 

Trik cepatnya: jika ada aksi nyata yang dilakukan, pilihlah Do/Does/Did; jika hanya menanyakan status atau keadaan, pilihlah To Be.

2. Hati-hati dengan “Who” dan “What” Saat Menanyakan Subjek

Saat kata tanya Who atau What menanyakan tentang subjek (pelaku utama), rumus tata bahasanya sedikit berbeda: kamu tidak perlu menambahkan kata kerja bantu (do, does, atau did).

Kata tanya tersebut langsung berfungsi sebagai subjek dan ditempelkan langsung ke kata kerjanya (biasanya dalam bentuk tunggal/singular).

Benar: “Who broke the window?” (Bukan: “Who did break…”)

Benar: “What happened yesterday?” (Bukan: “What did happen…”)

Catatan: Kata kerja bantu (do/does/did) baru digunakan pada Who atau What jika keduanya menanyakan objek (bukan pelaku), contohnya: “What did you buy?” (di mana you adalah subjeknya).

3. Latihan Membalik Kalimat Pertanyaan 

Metode membalik kalimat adalah teknik melatih tata bahasa dengan cara mengidentifikasi posisi subjek, kata kerja utama, dan kata kerja bantu (auxiliary verb) untuk diubah dari bentuk pernyataan menjadi pertanyaan, atau sebaliknya. Kunci utamanya adalah memindahkan To Be (Is/Am/Are/Was/Were) atau kata kerja bantu (Do/Does/Did) ke depan subjek jika ingin membuat pertanyaan, lalu mengembalikannya ke posisi semula setelah subjek untuk membuat kalimat berita.

Dengan rutin berlatih teknik ini, pola struktur kalimat bahasa Inggris akan terbentuk secara alami di pikiranmu tanpa perlu menghafal rumus secara kaku. Kamu jadi bisa lebih cepat mengenali kapan harus mengembalikan kata kerja ke bentuk dasar (seperti setelah kata Did), atau kapan harus langsung menempelkan kata kerja ke kata tanya tanpa kata bantu (seperti pada pertanyaan subjek Who/What).

4. Praktikkan Metode Shadowing dan Buat Skenario Harian

Melatih tata bahasa secara lisan melalui skenario harian dan metode shadowing adalah cara tercepat agar pemahaman grammar berubah menjadi refleks berbicara. Kamu bisa memulainya dengan membiasakan diri mengajukan 3–5 pertanyaan sederhana kepada diri sendiri terkait aktivitas sehari-hari, seperti “Where did I put my keys?” atau “What should I eat today?”. Kebiasaan kecil ini secara alami akan melatih otakmu menyusun struktur kalimat tanya tanpa harus berpikir rumit terlebih dahulu.

Baca Juga:
Contoh Penggunaan Kalimat Tanya dengan “Will” dan Tips Belajarnya

Mempelajari struktur kalimat tanya bahasa Inggris mulai dari membedakan Yes/No Question dan Wh- Question, memilah penggunaan Do/Does/Did vs. To Be, hingga menerapkan teknik shadowing akan jauh lebih terasa seru dan efektif jika dipraktekkan langsung bersama pembimbing yang tepat di ICAN Learning Centre (ILC). Melalui program bimbingan belajar bahasa Inggris yang interaktif dan berfokus pada pengalaman praktis, ILC siap membantumu mengasah refleks tata bahasa serta rasa percaya diri berbicara dari dasar hingga mahir dengan metode yang santai dan mudah dipahami!

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru