Bagi pemula, tes TOEFL sebaiknya tidak dipandang sebagai ujian bahasa Inggris biasa untuk percakapan sehari-hari. Tes ini merupakan instrumen akademik yang dirancang khusus untuk menguji seberapa baik pola berpikir dan logika kamu dalam menganalisis materi-materi standar perkuliahan internasional.
Selain menguji pemahaman konsep, TOEFL juga menjadi arena adu kecepatan yang cukup menantang. Kamu dituntut untuk mampu menangkap esensi bacaan dan rekaman suara, sekaligus merumuskan jawaban yang tepat dalam hitungan detik di bawah tekanan waktu yang sangat ketat. Berikut ini adalah 7 materi dalam tes TOEFL yang wajib dipelajari oleh kamu yang pemula :
1. Materi Dasar Listening
Bagi pemula yang baru terjun belajar TOEFL, materi dasar Listening yang paling wajib dikuasai adalah memahami struktur percakapan pendek (short dialogs) yang mendominasi bagian awal tes. Kunci utama dalam menaklukkan bagian ini adalah melatih kefokusan telinga untuk mendengarkan pembicara kedua, karena bagian esensial dari jawaban yang dicari hampir selalu terletak pada kalimat atau respons yang diucapkan oleh orang terakhir tersebut.
Selain itu, kamu juga perlu memperkaya pemahaman tentang kosakata sinonim, ungkapan sehari-hari (idioms), serta cara menarik kesimpulan (drawing conclusions) dari situasi yang digambarkan. Alih-alih panik mengartikan setiap kata yang terdengar di dalam rekaman, pemula sebaiknya fokus mengenali fungsi bahasa seperti ekspresi persetujuan, penolakan, atau kondisi pengandaian (conditionals) agar bisa menebak maksud tersembunyi pembicara dengan cepat dan tepat.
2. Materi Dasar Grammar atau Structure and Written Expression TOEFL
Bagi pemula yang baru belajar TOEFL, materi dasar paling penting pada bagian Structure adalah menguasai kesesuaian subjek dan kata kerja (Subject-Verb Agreement). Setiap kalimat utuh wajib memiliki minimal satu subjek dan satu kata kerja yang selaras, baik dalam bentuk tunggal maupun jamak. Tantangannya adalah kamu harus jeli menemukan struktur inti kalimat ini di antara banyaknya kata pengecoh atau penjelas tambahan yang sengaja diselipkan di dalam soal.
Selain itu, kamu wajib mempelajari struktur sejajar (Parallel Structure) dan ketepatan jenis kata (Parts of Speech). Kalimat TOEFL menuntut keseimbangan; jika menggunakan kata hubung seperti and atau or, maka jenis kata yang dihubungkan harus setara (misalnya, semua berbentuk Verb-ing). Kamu juga harus peka mendeteksi kesalahan penempatan kata, seperti membedakan penggunaan kata sifat (adjective) untuk kata benda dan kata keterangan (adverb) untuk kata kerja.
3. Materi Dasar Reading
Bagi pemula yang ingin menghadapi TOEFL Writing, kunci utamanya adalah memahami struktur penulisan yang baku dan disiplin dalam mengatur waktu. Ujian ini terdiri dari dua tugas (Task 1 dan Task 2) yang harus diselesaikan dalam waktu 60 menit. Jangan langsung menulis tanpa rencana, luangkan waktu 3 hingga 5 menit di awal untuk membuat kerangka tulisan (outline) sederhana. Pastikan kamu membagi tulisan ke dalam paragraf yang jelas, mulai dari pendahuluan (introduction), paragraf penjelas (body paragraphs), hingga kesimpulan akhir (conclusion) khusus untuk Task 2.
Selain struktur, fokuslah pada pemenuhan jumlah kata minimal, yaitu 150 kata untuk Task 1 dan 250 kata untuk Task 2. Alih-alih memaksakan diri menggunakan kosakata yang sangat rumit tetapi berisiko salah penempatan, lebih baik gunakan kosakata dan tata bahasa yang kamu kuasai dengan akurat dan bervariasi. Mulailah berlatih menulis esai-esai pendek secara rutin, lalu periksa kembali hasil tulisanmu untuk meminimalkan kesalahan ejaan (spelling) dan tanda baca yang sering kali mengurangi poin secara tidak sengaja.
4. Materi Dasar Written English
Bagi pemula yang baru ingin menaklukkan TOEFL, materi dasar yang paling wajib dipelajari dalam sesi Written English (atau Structure and Written Expression) adalah kesesuaian antara subjek dan kata kerja (Subject-Verb Agreement). Sederhananya, kamu harus memastikan bahwa jika subjeknya tunggal, kata kerjanya juga harus tunggal, begitu pula sebaliknya. Bagian ini sering kali menjadi jebakan karena kalimat dalam TOEFL biasanya sengaja dibuat panjang dan disisipi kata-kata pengecoh di antara subjek dan kata kerja utamanya. Jika kamu sudah bisa mengidentifikasi subjek dan kata kerja inti dengan jeli, kamu sudah mengamankan banyak poin awal.
Materi dasar kedua yang tidak kalah penting adalah memahami struktur kalimat pasif (Passive Voice) dan penggunaan kata hubung (Conjunctions). TOEFL sangat gemar menguji kemampuanmu dalam membedakan kapan sebuah kalimat membutuhkan makna “melakukan” (aktif) atau “dikenai pekerjaan” (pasif). Selain itu, kamu juga wajib menguasai kata hubung dasar seperti and, but, or, so, hingga kata hubung kompleks seperti although atau because untuk menghubungkan dua ide. Dengan menguasai kombinasi struktur kalimat dan kata hubung ini, pola kalimat bahasa Inggris yang terlihat rumit akan menjadi jauh lebih mudah kamu bedah.
Baca Juga:
Memahami Compound Sentence dan Complex Sentence, Serta Perbedaannya
5. Materi Dasar Subject-Verb Agreement
Meskipun Subject-Verb Agreement (kesesuaian subjek dan kata kerja) sering dianggap sebagai materi tertulis, menguasainya dalam TOEFL Speaking sangat penting untuk menjaga penilaian tata bahasa (language use). Saat berbicara secara spontan di bawah tekanan waktu, pemula sering kali tidak sengaja melupakan aturan dasar ini, seperti menyebutkan “he go” alih-alih “he goes”, atau “the advantages of this method is…” padahal subjeknya jamak. Kesalahan kecil yang berulang seperti ini bisa langsung menurunkan skor karena komputer dan penilai mendeteksi kurangnya kebiasaan (automaticity) dalam menggunakan tata bahasa yang benar.
Untuk menguasainya dalam sesi berbicara, pemula wajib melatih kesesuaian ini pada pola kalimat yang paling sering digunakan saat menyampaikan pendapat, seperti “Every student wants…” atau “One of the reasons is…”. Cara terbaik untuk melatihnya bukanlah dengan menghafal rumus, melainkan dengan merekam diri sendiri saat menjawab soal Speaking, lalu mendengarkan kembali secara jeli khusus untuk mengecek apakah kata kerja yang kamu ucapkan sudah selaras dengan subjeknya. Ketika kamu sudah terbiasa menyelaraskan subjek dan kata kerja secara refleks, fokus bicaramu bisa dialihkan sepenuhnya pada penyampaian ide yang berbobot.
6. Materi Dasar Participles
Dalam TOEFL Speaking, pemula wajib memahami materi dasar participles baik present participle (-ing) maupun past participle (-ed) karena materi ini sangat sering digunakan untuk menggambarkan perasaan atau karakteristik objek secara spontan. Kesalahan umum pemula saat berbicara di bawah tekanan waktu adalah tertukar dalam penggunaannya, seperti mengatakan “I am boring” padahal maksudnya “I am bored” (saya bosan). Dengan menguasai dasar bahwa akhiran -ed digunakan untuk menyatakan apa yang dirasakan oleh seseorang dan akhiran -ing untuk sifat penyebabnya (seperti “the lecture was boring”), kamu bisa menghindari kesalahan tata bahasa fatal yang dapat menurunkan skor kelancaran kamu.
Selain untuk menyatakan sifat, participles juga sangat berguna sebagai materi dasar untuk memperpendek kalimat agar durasi bicaramu yang terbatas (45–60 detik) menjadi lebih efisien. Alih-alih mengucapkan dua kalimat terpisah seperti “The professor explained the theory. He used a simple chart,” kamu bisa menyatukannya dengan lincah menjadi “The professor explained the theory using a simple chart.” Melatih refleks penggunaan participle phrases ini secara lisan akan membuat penyampaian argumen kamu dalam sesi Speaking terdengar jauh lebih akademis, padat, dan mengalir alami layaknya penutur asli.
7. Materi Dasar Articles
Materi dasar articles (a, an, the) dalam TOEFL Speaking sangat penting dipelajari oleh pemula untuk menjaga keakuratan tata bahasa saat menyampaikan ide secara spontan. Banyak pemula seringkali melewatkan atau salah menempatkan articles saat dikejar waktu, misalnya lupa meletakkan a atau an sebelum kata benda tunggal yang dapat dihitung, seperti mengatakan “I want to buy car” alih-alih “I want to buy a car”. Penilai atau sistem AI TOEFL sangat memperhatikan detail ini, penggunaan articles yang tepat menunjukkan bahwa kamu memiliki kontrol tata bahasa yang matang dan natural.
Untuk menguasainya di sesi berbicara, pemula cukup fokus pada aturan dasar yang paling sering muncul saat memberikan argumen atau merangkum. Gunakan a/an ketika pertama kali menyebutkan suatu hal atau contoh yang bersifat umum (misalnya, “The professor gave an example…”), dan beralihlah menggunakan the ketika hal tersebut sudah spesifik atau disebutkan kembali untuk kedua kalinya (“…and the example showed that…”). Melatih refleks penggunaan articles ini secara lisan lewat latihan rekaman mandiri akan membuat penyampaian kamu terdengar jauh lebih rapi, profesional, dan bebas dari kesalahan kecil yang bisa mengurangi skor.
Secara keseluruhan, menguasai ketujuh materi dasar di atas mulai dari strategi mendengarkan pembicara kedua di sesi Listening, ketelitian Subject-Verb Agreement dan struktur paralel di sesi Written, hingga refleks penggunaan participles dan articles di sesi Speaking merupakan pondasi mutlak bagi pemula agar tidak tumbang oleh rumitnya logika akademik dan tekanan waktu simulasi tes TOEFL.
Namun, menghafal teori saja tentu tidak cukup tanpa adanya bimbingan yang terarah dan latihan yang intensif. Oleh karena itu, ICAN Learning Centre (ILC) hadir sebagai solusi terbaik yang siap mendampingi langkah awalmu, di mana kamu akan dibimbing langsung oleh tutor berpengalaman untuk membedah setiap materi dasar tersebut lewat metode belajar yang interaktif, sistematis, dan adaptif, sehingga impianmu untuk meraih skor TOEFL tertinggi dapat terwujud dengan lebih cepat dan percaya diri.





