Materi Majas dalam Bahasa Inggris Beserta dengan Contoh Kalimatnya

Materi majas dalam bahasa Inggris
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Figure of speech (atau yang biasa kita kenal sebagai majas) adalah gaya bahasa kiasan yang dipakai untuk membuat kalimat terasa lebih hidup, indah, dan ekspresif. Dibandingkan menggunakan kata-kata dengan arti harfiah yang kaku dan datar, penggunaan majas membantu kita menyampaikan pesan dengan cara yang lebih kreatif dan berkesan bagi pembaca atau pendengar.

Lewat berbagai jenis majas seperti metafora, personifikasi, hingga hiperbola kamu bisa memperkuat emosi serta visualisasi dalam sebuah cerita atau percakapan. Tidak hanya membuat tulisan sastra jadi lebih estetis, menguasai figure of speech juga sangat ampuh untuk membuat gaya bicaramu dalam bahasa Inggris terdengar lebih luwes, kaya warna, dan tidak membosankan.

Jenis-jenis Majas dalam Bahasa Inggris dan Contoh Kalimatnya

Dalam bahasa Inggris, majas dikenal dengan istilah Figures of Speech. Majas digunakan untuk memperindah bahasa, memberikan efek dramatis, atau memperjelas makna dalam sebuah tulisan maupun ucapan.

Berikut adalah jenis-jenis majas (figures of speech) yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris beserta contoh kalimatnya:

1. Simile

Simile adalah majas perbandingan yang menyandingkan dua hal berbeda yang memiliki kesamaan sifat dengan menggunakan kata penghubung seperti like atau as. Gaya bahasa ini berfungsi untuk memperjelas gambaran visual atau karakteristik suatu objek secara eksplisit, sehingga pembaca atau pendengar bisa membayangkannya dengan jauh lebih mudah dan menarik.

Contoh : 

  • As brave as a lion. (Seberani singa.) 
  • She sings like an angel. (Dia bernyanyi seperti seorang malaikat.)
  • He is as busy as a bee today. (Dia sangat sibuk seperti lebah hari ini.)

2. Metaphor

Metaphor (metafora) adalah majas perbandingan langsung yang menyatakan bahwa suatu hal adalah hal lain secara kiasan, tanpa menggunakan kata penghubung seperti like atau as. Berbeda dengan simile yang hanya membandingkan, metafora melompat lebih jauh dengan melekatkan identitas atau sifat suatu objek langsung ke objek lainnya untuk menciptakan gambaran yang lebih kuat, mendalam, dan dramatis.

Contoh

  • Time is money. (Waktu adalah uang.)
  • Her heart is pure gold. (Hatinya adalah emas murni.)
  • Life is a roller coaster. (Kehidupan adalah komidi putar yang penuh naik turun.)

3. Personification

Personification (personifikasi) adalah majas yang memberikan sifat, emosi, atau perilaku manusia kepada benda mati, hewan, atau ide abstrak.  Melalui gaya bahasa kiasan ini, objek non-manusia digambarkan seolah-olah hidup dan dapat bertindak layaknya manusia.

Contoh

  • The wind whispered secrets through the trees. (Angin berbisik rahasia di antara pepohonan.)
  • My alarm clock screams at me every morning. (Jam alarmku berteriak kepadaku setiap pagi.)
  • The sun greeted us with a warm smile. (Matahari menyapa kami dengan senyuman hangat.)

4. Hyperbole

Hyperbole (hiperbola) adalah majas yang menggunakan ungkapan berlebihan secara sengaja untuk memberikan penekanan yang kuat, efek dramatis, atau humor. Dipakai untuk mempertegas perasaan atau kondisi yang sedang dialami agar terdengar lebih ekspresif.

Contoh 

  • I’ve told you a million times. (Aku sudah memberitahumu sejuta kali.)
  • I’m so hungry I could eat a horse. (Aku sangat lapar sampai bisa makan seekor kuda.)
  • This bag weighs a ton. (Tas ini beratnya satu ton.)

5. Onomatopoeia

Onomatopoeia (onomatope) adalah majas berupa penggunaan kata-kata yang meniru atau menceploskan bunyi asli dari objek, aksi, atau hewan yang diwakilinya. sehingga pembaca seolah-olah bisa mendengar langsung suasana atau aksi yang sedang digambarkan.

Contoh 

  • The bacon sizzled in the pan. (Daging asap itu mendesis di atas penggorengan.)
  • The door creaked open in the dark. (Pintu itu berderit terbuka di dalam kegelapan.)
  • A bee flew past with a loud buzz. (Ekor lebah terbang melintas dengan dengungan yang keras.)

6. Alliteration

Alliteration (aliterasi) adalah majas penataan kata yang mengulang bunyi konsonan yang sama di awal setiap kata yang berdekatan atau berurutan membuat kalimat jadi lebih mudah diingat.

Contoh 

  • Peter Piper picked a peck of pickled peppers. (Peter Piper memetik sekeranjang cabai acar.)
  • She sells seashells by the seashore. (Dia menjual kerang laut di tepi pantai.)
  • The Big Bad Bear bit the apple. (Beruang Besar yang Jahat itu menggigit apel.)

7. Assonance

Assonance (asonansi) adalah majas penataan kata yang mengulang bunyi vokal yang sama (seperti a, i, u, e, o) pada kata-kata yang berdekatan dalam satu baris atau kalimat. Berbeda dengan alliteration yang mengulang bunyi konsonan di awal kata, assonance biasanya terjadi pada vokal di tengah atau akhir kata untuk menciptakan ritme yang lembut.

Contoh 

  • The rain in Spain stays mainly in the plain. (Hujan di Spanyol sebagian besar turun di dataran rendah.) — Pengulangan bunyi vokal /eɪ/
  • Try to light the fire. (Cobalah menyalakan api tersebut.) — Pengulangan bunyi vokal /aɪ/
  • Goodnight, sleep tight. (Selamat malam, tidur yang nyenyak.) — Pengulangan bunyi vokal /iː/ dan /aɪ/

8. Consonance

Consonance (konsonansi) adalah majas penataan kata yang mengulang bunyi konsonan yang sama pada kata-kata yang berdekatan, terutama di bagian tengah atau akhir kata. Consonance menciptakan ritme yang unik, efek akustik yang kaya, serta memberikan penekanan khusus pada irama kalimat agar terdengar lebih puitis dan padu.

Contoh

  • Mike likes his new bike. (Mike menyukai sepeda barunya.) — Pengulangan bunyi konsonan /k/
  • The slithering snake shook its tail. (Ular yang meluncur itu menggoyangkan ekornya.) — Pengulangan bunyi konsonan /k/ dan /s/
  • A blessing in disguise. (Berkah yang terselubung.) — Pengulangan bunyi konsonan /s/ dan /z/

9. Oxymoron

Oxymoron (oksimoron) adalah majas yang menggabungkan dua kata dengan arti yang saling bertolak belakang atau berlawanan secara berdampingan dalam satu frasa. Penggabungan kata yang kontradiktif ini sengaja dilakukan untuk menciptakan efek dramatis, humor, ironi.

Contoh 

  • Deafening silence. (Hening yang membingitkan.) — Gabungan dari “deafening” (sangat bising) dan “silence” (sepi/hening).
  • Open secret. (Rahasia umum.) — Gabungan dari “open” (terbuka) dan “secret” (tersembunyi).
  • Bittersweet memories. (Kenangan manis yang menyakitkan.) — Gabungan dari “bitter” (pahit) dan “sweet” (manis).

10. Paradox

Paradox (paradoks) adalah majas berupa pernyataan yang sekilas tampak saling bertentangan, tidak masuk akal, atau mustahil, namun jika dipahami lebih dalam sebenarnya mengandung kebenaran yang logis. Berbeda dengan oxymoron yang memadukan dua kata berlawanan secara berdampingan dalam satu frasa, paradoks menyajikan satu kalimat atau gagasan utuh yang memicu pemikiran mendalam bagi pembaca atau pendengar.

Contoh 

  • Less is more. (Makin sedikit justru makin banyak/bagus.)
  • The only constant is change. (Satu-satunya hal yang konstan adalah perubahan itu sendiri.)
  • I must be cruel only to be kind. (Aku harus bersikap tegar/tegas demi kebaikan.)

Baca Juga: Mengenal Apa Itu Poetry Text, Ini Struktur Penulisannya!

11. Irony

Irony (ironi) adalah majas yang menyampaikan pernyataan dengan makna yang bertolak belakang dari apa yang sebenarnya dimaksudkan, atau menggambarkan situasi di mana hasil akhirnya sangat berbeda dari apa yang wajar diharapkan.

Contoh 

  • A pilot has a fear of heights. (Seorang pilot memiliki ketakutan pada ketinggian.) — Harapan: pilot berani tinggi; kenyataan: sebaliknya.
  • “What a lovely day!” she said during the storm. (“Hari yang indah sekali!” katanya di tengah badai.) — Kiasan untuk menunjukkan betapa buruknya cuaca.
  • A fire station burns down. (Sebuah pos pemadam kebakaran terbakar habis.) — Situasi yang bertolak belakang dari fungsi aslinya.

12. Metonymy

Metonymy atau metonimia adalah majas yang menggunakan nama sesuatu yang berkaitan erat dengan objek atau konsep yang dimaksud sebagai penggantinya.

Contoh kalimat:

  • The Crown issued a new statement. (Pemerintah/Kerajaan mengeluarkan pernyataan baru.) — “The Crown” mewakili raja, ratu, atau otoritas kerajaan.
  • The pen is mightier than the sword. (Tulisan/ide lebih kuat daripada kekuatan fisik/militer.) — “Pen” mewakili tulisan, sedangkan “sword” mewakili tindakan militer.
  • Wall Street reacted quickly to the news. (Pasar keuangan AS bereaksi cepat terhadap berita tersebut.) — “Wall Street” mewakili industri keuangan AS.

13. Synecdoche

Synecdoche (sinekdoke) adalah majas yang menggunakan sebagian dari suatu hal untuk mewakili keseluruhannya, atau sebaliknya, menggunakan keseluruhan untuk mewakili sebagian saja. synecdoche memanfaatkan hubungan langsung antara bagian (part) dan keseluruhan (whole) dari subjek tersebut.

Contoh 

  • All hands on deck. (Semua orang/pekerja diharapkan membantu.) — “Hands” (tangan/bagian) mewakili seluruh pekerja/orang.
  • Check out my new wheels. (Lihat mobil baruku.) — “Wheels” (roda/bagian) mewakili seluruh kendaraan/mobil.
  • Indonesia won the match. (Tim nasional Indonesia memenangkan pertandingan.) — “Indonesia” (keseluruhan negara) mewakili sebagian, yaitu tim olahraganya.

14. Euphemism

Euphemism (eufemisme) adalah majas berupa penggunaan kata atau ungkapan yang lebih halus, sopan, atau samar untuk menggantikan kata yang dianggap kasar, kurang menyenangkan, atau menakutkan

Contoh

  • He passed away last night. (Dia meninggal dunia semalam.) — Menggantikan kata “died”.
  • She is currently between jobs. (Dia sedang tidak memiliki pekerjaan saat ini.) — Menggantikan kata “unemployed”.
  • He was let go by the company. (Dia diberhentikan oleh perusahaan.) — Menggantikan kata “fired”.

15. Litotes

Litotes (litotes) adalah majas penegasan yang menyatakan suatu hal dengan cara menyangkal atau menolak lawan katanya, biasanya menggunakan kata negatif seperti not atau no.

Contoh

  • It’s not bad at all. (Ini tidak buruk sama sekali.) — Berarti: Ini sangat bagus.
  • He is not the brightest bulb in the box. (Dia bukan bola lampu yang paling terang di dalam kotak.) — Berarti: Dia kurang pintar.
  • She is no stranger to hard work. (Dia tidak asing dengan kerja keras.) — Berarti: Dia sangat terbiasa bekerja keras.

16. Apostrophe

Apostrophe (apostrof) adalah majas di mana pembicara atau penulis berpaling untuk berbicara secara langsung kepada objek tak bernyawa, ide abstrak, orang yang sudah meninggal, atau seseorang yang tidak hadir di lokasi seolah-olah subjek tersebut adalah makhluk hidup yang bisa mendengar dan merespons. 

Contoh 

  • O, Romeo, Romeo! Wherefore art thou Romeo? (O, Romeo, Romeo! Mengapa engkau Romeo?) — Berbicara langsung kepada seseorang yang dianggap tidak ada di tempat.
  • Death, be not proud. (Wahai Kematian, janganlah engkau sombong.) — Berbicara langsung kepada konsep abstrak (kematian).
  • Twinkle, twinkle, little star, how I wonder what you are. (Bintang kecil, berkerliplah, betapa aku penasaran siapa dirimu.) — Berbicara langsung kepada objek tak bernyawa (bintang).

17. Anaphora

Anaphora (anafora) adalah majas penataan kata yang mengulang kata atau frasa yang sama di awal beberapa klausa, kalimat, atau baris secara berurutan. Untuk memberikan penekanan yang kuat, membangun ritme emosional yang intens, serta membuat pesan utama menjadi sangat berkesan bagi pendengar atau pembaca.

Contoh 

  • Every day, every night, in every way, I am getting better. (Setiap hari, setiap malam, dalam segala cara, aku menjadi lebih baik.)
  • We shall fight on the beaches, we shall fight on the landing grounds, we shall fight in the fields. (Kita akan bertempur di pantai, kita akan bertempur di tempat pendaratan, kita akan bertempur di padang rumput.)
  • I have a dream… I have a dream… (Saya memiliki sebuah impian… Saya memiliki sebuah impian…) — Pidato terkenal Martin Luther King Jr.

18. Antithesis

Antitesis (antitesis) adalah majas yang menempatkan dua gagasan atau konsep yang saling berlawanan secara sejajar dalam struktur kalimat yang seimbang (parallel structure). Gaya bahasa ini digunakan untuk menciptakan kontras yang tajam dan memperjelas perbedaan antar dua hal, sehingga argumen atau gagasan utama terasa lebih kuat, berbobot, dan mudah diingat.

Contoh 

  • That’s one small step for man, one giant leap for mankind. (Satu langkah kecil bagi manusia, satu lompatan raksasa bagi umat manusia.)
  • To err is human; to forgive, divine. (Berbuat salah itu manusiawi; mengampuni itu mulia.)
  • Many are called, but few are chosen. (Banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih.)

19. Climax

Climax (klimaks) adalah majas penataan kata atau gagasan di mana kata, frasa, atau klausa disusun berdasarkan urutan tingkat kepentingannya yang bertahap, mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling tinggi, kuat, atau dramatis.

Contoh

  • I came, I saw, I conquered. (Saya datang, saya melihat, saya menang.) — Urutan aksi yang makin memuncak (Julius Caesar).
  • Out of small beginnings have grown great things, and noble deeds, and immortal achievements. (Dari awal yang kecil telah tumbuh hal-hal besar, perbuatan mulia, dan pencapaian yang abadi.)
  • Look! Up in the sky! It’s a bird! It’s a plane! It’s Superman! (Lihat! Di atas langit! Itu burung! Itu pesawat! Itu Superman!)

20. Anticlimax

Anticlimax (antiklimaks) adalah majas penataan kata atau gagasan yang menyusun gagasan-gagasan secara menurun dari yang paling penting, serius, atau dramatis menuju hal yang sangat sederhana, tidak penting, atau konyol di bagian akhir. Berbeda dengan climax yang meningkatkan ketegangan, anticlimax sengaja menurunkan ekspektasi pembaca secara mendadak untuk menciptakan efek humor, satir, atau menunjukkan kekecewaan atas situasi tertentu.

Contoh 

  • He lost his family, his house, and his fountain pen. (Dia kehilangan keluarganya, rumahnya, dan pulpennya.) — Penurunan drastis dari hal tragis ke benda sepele.
  • She is a great lawyer, a brilliant politician, and an average cook. (Dia adalah pengacara hebat, politisi brilian, dan koki yang biasa saja.)
  • The storm destroyed houses, uprooted trees, and blew away my paper cup. (Badai itu menghancurkan rumah-rumah, mencabut pepohonan, dan menerbangkan gelas kertasku.)

Baca Juga: Kapan Harus Menggunakan Negative Adverbs?

Fungsi Majas Bahasa Inggris (Figure of Speech)

Majas dalam bahasa Inggris (figures of speech) tidak hanya berfungsi sebagai penghias kalimat, tetapi juga memiliki peran krusial dalam menyampaikan makna secara efektif, baik dalam tulisan sastra, pidato, iklan, maupun percakapan sehari-hari.

Berikut adalah fungsi-fungsi utama dari majas dalam bahasa Inggris:

1. Memperindah Bahasa

Fungsi utama Figure of Speech (majas) bukan hanya sekadar pemanis kata, melainkan sarana efektif untuk memperindah bahasa sehingga setiap tulisan maupun ucapan terasa lebih berwarna, berseni, dan tidak kaku. Dengan memanfaatkan majas, penyampaian pesan menjadi jauh lebih hidup, mampu membangkitkan imajinasi visual serta emosi pendengar atau pembaca, dan membantu menyederhanakan gagasan yang kompleks agar lebih berkesan serta mudah dipahami secara alami.

2. Menghidupkan Deskripsi

Selain memperindah tata bahasa, majas juga berperan penting dalam menghidupkan deskripsi dengan memberikan gambaran yang lebih konkret, sehingga pembaca atau pendengar dapat membayangkan serta merasakan suasana maupun adegan secara nyata. Lewat pilihan kata yang imajinatif dan kaya akan sensasi indrawi, setiap momen dalam cerita atau tulisan terasa lebih hidup, emosional, dan seolah-olah tengah berlangsung tepat di hadapan mereka.

3. Menambah Kesan Dramatis dan Emosional

Majas juga berfungsi untuk menambah kesan dramatis dan emosional dalam sebuah pesan, memancing imajinasi sekaligus menyampaikan perasaan yang kuat secara singkat namun berdampak besar. Dibandingkan kalimat lugas yang datar, pemakaian ungkapan kiasan mampu mengetuk simpati, membangun ketegangan, atau memberikan penekanan emosi yang mendalam hanya dalam satu rangkaian kata yang padat.

4. Menegaskan Makna

Majas juga memegang peran sentral dalam menegaskan makna, memberikan efek penekanan atau penegasan (rhetorical effect) yang kuat pada ide utama yang ingin disampaikan. Melalui struktur pengulangan, kontras, maupun perbandingan yang tajam, pesan yang disampaikan tidak hanya menjadi lebih jelas dan berbobot, tetapi juga mampu melekat kuat di benak pembaca atau pendengar.

5. Membuat Komunikasi Lebih Natural

Penguasaan Figure of Speech juga menjadi kunci penting untuk membuat komunikasi terasa lebih natural, membantu seseorang berbicara maupun menulis seluwes penutur asli (native speaker) sekaligus menghindari kesalahpahaman dalam percakapan sehari-hari. Karena sebagian besar penutur asli kerap menyelipkan ungkapan idiolektik dan kiasan dalam konteks kasual hingga profesional, memahami serta menerapkan majas dengan tepat akan membuat interaksi bahasa Inggris kamu terdengar lebih mengalir, kaya akan nuansa rasa, dan relevan secara budaya.

Baca Juga: Variasi English Grammar Level Advanced yang Bisa Kamu Gunakan

Materi Figures of Speech (majas bahasa Inggris) ini mencakup 20 jenis gaya bahasa mulai dari perbandingan seperti Simile dan Metaphor, penegasan emosional seperti Hyperbole dan Anaphora, hingga struktur dramatis seperti Climax dan Anticlimax yang dirancang untuk memperindah bahasa, menghidupkan deskripsi, menambah kesan emosional, menegaskan makna, serta membuat komunikasi terdengar jauh lebih natural layaknya native speaker.

Menguasai seluruh modul ini di ICAN Learning Centre (ILC) tidak hanya memperkaya tata bahasa dan kreativitas menulis para siswa, tetapi juga menjadi modal berharga dalam membangun rasa percaya diri untuk berkomunikasi secara luwes, ekspresif, dan berbobot dalam konteks akademik maupun kehidupan sehari-hari.

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru