Dalam simple past future tense, modal would dan should berfungsi sebagai bentuk lampau (past form) dari will dan shall. Penggunaannya berfokus untuk menyatakan rencana, janji, prediksi, maupun pengandaian yang dirancang atau dibayangkan pada masa lalu, meskipun hasilnya mungkin terjadi atau tidak terjadi di masa depan dari sudut pandang saat itu.
Secara spesifik, would umumnya digunakan untuk menggambarkan tindakan sukarela, janji, atau kebiasaan masa lalu yang direncanakan (would go, would help). Sementara itu, should lebih sering dipakai untuk menyatakan saran, kewajiban, atau ekspektasi yang seharusnya dilakukan di masa lampau (should study, should arrive), terutama saat berpasangan dengan subjek I atau we.
Contoh Penggunaan Should dan Would dalam Past Future Tense
Past Future Tense digunakan untuk menyatakan pengandaian, rencana, janji, atau keharusan di masa lalu yang direncanakan untuk masa depan (perspektif masa lalu). Berikut ini adalah beberapa contoh penggunaan Should dan Would dalam past future tense :
Penggunaan “Should”
Kata should merupakan bentuk lampau (past form) dari shall yang berarti “seharusnya” untuk menyatakan kewajiban, tugas, saran, atau ekspektasi yang dirancang di masa lalu. Dalam konteks simple past future tense, kata ini menekankan pada tindakan yang semestinya dilakukan atau diharapkan terjadi sejak titik waktu lampau tersebut, terlepas dari apakah rencana atau kewajiban itu pada akhirnya benar-benar terwujud atau tidak.
Contoh Kalimat Positif (+)
- I should visit my grandmother last weekend. (Aku seharusnya mengunjungi nenekku akhir pekan lalu).
- We should finish the project yesterday. (Kami seharusnya menyelesaikan proyek itu kemarin)
Contoh Kalimat Negatif (-)
- He shouldn’t buy that expensive car. (Dia seharusnya tidak membeli mobil mahal itu).
Contoh Kalimat Tanya (?)
- Should I help her last night? (Haruskah aku membantunya tadi malam?)
Penggunaan “Would”
Kata would merupakan bentuk lampau (past form) dari will yang berarti “akan” untuk menyatakan niat, janji, keputusan sukarela, maupun rencana yang dibuat di masa lalu dari sudut pandang waktu itu. Selain menunjukkan komitmen atau perkiraan masa depan di masa lampau, kata ini juga kerap digunakan untuk menggambarkan kebiasaan yang berulang (past habits) atau kehendak sukarela seseorang saat itu, terlepas dari apakah tindakan tersebut akhirnya terlaksana atau tidak.
Contoh Kalimat Positif (+)
- She said that she would come to my party. (Dia berkata bahwa dia akan datang ke pestaku).
- I knew you would buy many books. (Aku tahu kamu akan membeli banyak buku).
Contoh Kalimat Negatif (-)
- He promised he wouldn’t tell anyone. (Dia berjanji tidak akan memberitahu siapa pun).
Contoh Kalimat Tanya (?)
- Would you help me if I asked? (Maukah kamu membantuku jika aku meminta?)
Baca Juga: Rumus Simple Past Future dan Penggunaannya
Fungsi Kalimat Should dan Would dalam Past Future Tense
Penggunaan should dan would dalam Past Future Tense memiliki fungsi spesifik yang membedakan makna serta konteks penggunaannya dalam komunikasi berikut ini adalah fungsi dari kalimat should dan would dalam future tense :
1. Fungsi Kalimat Menggunakan Should
Dalam kalimat, modal should berfungsi untuk menyatakan saran, rekomendasi, kewajiban moral, hingga ekspektasi mengenai suatu tindakan yang semestinya dilakukan sejak masa lalu. Penggunaannya membantu memberikan penekanan bahwa hal tersebut merupakan langkah yang ideal atau diharapkan terjadi berdasarkan sudut pandang di waktu lampau, terlepas dari apakah tindakan itu pada akhirnya benar-benar terwujud atau tidak.
Menyatakan Keharusan / Kewajiban Masa Lalu
Fungsi should dalam konteks ini adalah untuk menyatakan past obligation atau keharusan dan tanggung jawab yang semestinya dipenuhi di masa lalu berdasarkan norma, aturan, atau kewajiban formal. Penggunaannya menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan keputusan yang benar atau ideal untuk dilakukan dari sudut pandang waktu itu, terlepas dari apakah kewajiban tersebut pada akhirnya benar-benar dilaksanakan atau terabaikan.
Menyatakan Anjuran / Saran Masa Lalu
Fungsi should dalam konteks ini adalah untuk menyatakan past recommendation atau anjuran dan saran mengenai tindakan paling tepat yang idealnya dilakukan pada masa lalu. Penggunaannya memberikan gambaran opsi atau keputusan terbaik berdasarkan situasi yang terjadi saat itu, baik sebagai panduan yang direncanakan di masa lampau maupun bentuk evaluasi terhadap suatu tindakan yang telah berlalu.
Menyatakan Harapan / Ekspektasi
Fungsi should dalam konteks ini adalah untuk menyatakan past expectation atau perkiraan dan harapan bahwa suatu peristiwa seharusnya terjadi atau berlangsung di masa lalu. Penggunaannya menunjukkan bahwa berdasarkan rencana, jadwal, atau asumsi logis pada saat itu, tindakan tersebut sangat diekspektasikan untuk terwujud, meskipun dalam kenyataannya mungkin terdapat kendala atau hasil yang berbeda.
2. Fungsi Kalimat Menggunakan Would
Dalam kalimat, modal would berfungsi untuk menyatakan niat, rencana, janji, pengandaian, maupun kebiasaan yang berulang di masa lalu dari sudut pandang titik waktu tersebut. Penggunaannya membantu memberikan gambaran mengenai komitmen, perkiraan masa depan di masa lampau, hingga tindakan sukarela atau rutinitas historis yang kerap dilakukan, terlepas dari apakah hasil akhirnya benar-benar terwujud sesuai rencana atau tidak.
Menyatakan Rencana / Niat Masa Lalu
Fungsi would dalam konteks ini adalah untuk menyatakan past intent/plan atau rencana dan niat yang diungkapkan dari sudut pandang masa lalu (past). Penggunaannya menggambarkan tindakan atau keputusan yang akan terjadi di masa depan relatif terhadap titik waktu lampau tersebut, sehingga menyampaikan komitmen atau agenda yang sudah diniatkan sejak saat itu.
Menyatakan Janji di Masa Lalu
Fungsi would dalam konteks ini adalah untuk menyatakan past promise atau komitmen dan janji yang diucapkan pada titik waktu lampau. Penggunaannya menekankan bentuk pertanggungjawaban seseorang di masa lalu mengenai tindakan yang akan dilakukannya di masa mendatang dari sudut pandang saat itu, terlepas dari apakah janji tersebut akhirnya ditepati atau tidak.
Menyatakan Pengandaian
Fungsi would dalam konteks ini adalah untuk menyatakan pengandaian pada Conditional Sentence Type 2, yaitu situasi bersyarat yang imajiner atau bertolak belakang dengan kenyataan saat ini. Penggunaannya dalam klausa utama (main clause) berfungsi menunjukkan hasil yang hanya akan terjadi apabila kondisi berandai-andai di masa sekarang tersebut benar-benar terpenuhi.
Menyatakan Kebiasaan Masa Lalu
Fungsi would dalam konteks ini adalah untuk menyatakan past habitual action atau kebiasaan dan tindakan yang dilakukan secara berulang pada masa lampau, serupa dengan penggunaan used to. Penggunaannya menekankan rutinitas atau aksi yang kerap terjadi di masa lalu namun sudah tidak lagi dilakukan saat ini, terutama untuk menggambarkan kenangan atau perilaku di masa lalu.
Baca Juga: Belajar Grammar Bahasa Inggris Tenses untuk Pemula
Penggunaan would dan should dalam simple past future tense berperan penting untuk menyampaikan rencana, janji, kewajiban, saran, hingga pengandaian dari perspektif masa lalu secara tepat dan natural. Pemahaman fungsi kedua kata ini membantu kamu menyusun kalimat bahasa Inggris yang runtut, akurat, dan kaya akan konteks.
Agar penguasaan tata bahasa kamu makin solid dan terarah, ICAN Learning Centre (ILC) hadir memberikan panduan belajar interaktif yang dirancang khusus untuk mengasah intuisi grammar secara praktis. Melalui program bimbingan di ILC, kamu bisa langsung mempraktekkan penggunaan modal seperti would dan should dalam beragam situasi nyata, sehingga rasa percaya diri saat berkomunikasi dapat terbentuk dengan cepat.





