Bahasa Inggris Amerika (US) dan Inggris (UK) merupakan dua standar bahasa utama yang paling banyak diakui dan digunakan secara global. Meskipun keduanya berasal dari akar yang sama dan memiliki banyak kesamaan dasar, keduanya memiliki perbedaan yang cukup mencolok dalam hal ejaan, pilihan kosakata, pelafalan atau aksen, hingga beberapa aturan tata bahasa (grammar).
Perlu diingat bahwa tidak ada standar yang lebih benar atau lebih baik di antara keduanya, baik versi US maupun UK sama-sama sah dan benar untuk digunakan. Kunci utamanya adalah menyesuaikan penggunaannya dengan wilayah atau audiens tujuan komunikasi kamu, serta menjaga konsistensi agar tidak mencampuradukkan kedua gaya tersebut dalam satu tulisan atau percakapan.
Perbedaan Utama Bahasa Inggris British dan Bahasa Inggris Amerika
Meskipun sama-sama bahasa Inggris, British English (UK) dan American English (US) memiliki perbedaan yang cukup mencolok. Bagi seorang penulis konten atau pengajar bahasa, memahami perbedaan ini sangat penting agar gaya tulisan tetap konsisten dan tidak campur aduk. Berikut adalah rangkuman perbedaan spesifik keduanya:
1. Perbedaan Sejarah
Perbedaan sejarah kedua standar ini bermula pada abad ke-17 saat imigran Inggris membawa bahasa mereka ke Amerika Utara, di mana bahasa tersebut mulai berkembang mandiri dan menyerap kosakata baru dari berbagai budaya imigran. Sementara itu, bahasa Inggris di tanah asalnya (UK) juga terus berevolusi secara terpisah, salah satunya ditandai dengan perubahan aksen di kalangan kelas atas London setelah masa Revolusi Amerika.
Perpisahan jalur ini dipertegas pasca-Kemerdekaan Amerika ketika Noah Webster menyusun kamus Amerika pertama dengan misi menyederhanakan ejaan untuk melepaskan diri dari pengaruh Inggris. Ia memangkas huruf-huruf yang dianggap tidak efisien, seperti mengubah colour menjadi color dan theatre menjadi theater. Alhasil, motif politik dan geografis masa lalu inilah yang membentuk perbedaan karakter bahasa US dan UK yang kita kenal sekarang.
2. Perbedaan Ejaan (Spelling)
Perbedaan ejaan (spelling) antara bahasa Inggris Amerika (US) dan Inggris (UK) adalah salah satu perbedaan paling nyata yang dipelopori oleh gerakan penyederhanaan bahasa di Amerika. Secara umum, versi US cenderung membuang huruf-huruf yang dianggap tidak berbunyi atau mengubah huruf agar lebih sesuai dengan cara kata tersebut dilafalkan.
Ini adalah perbedaan yang paling sering kita jumpai dalam teks tertulis. Versi US cenderung menyederhanakan ejaan dari versi UK.
| Kategori | British English (UK) | American English (US) |
| Akhiran -our vs -or | Colour, Honour, Flavour | Color, Honor, Flavor |
| Akhiran -re vs -er | Centre, Theatre | Center, Theater |
| Akhiran -ise vs -ize | Organise, Realise | Organize, Realize |
| Huruf L ganda | Travelled, Cancelled | Traveled, Canceled |
3. Perbedaan Tata Bahasa (Grammar)
Perbedaan tata bahasa (grammar) antara bahasa Inggris US dan UK umumnya terletak pada kebiasaan penggunaan struktur kalimat sehari-hari. Salah satu perbedaan yang paling mendasar adalah cara kedua negara memperlakukan kata benda kelompok (collective noun). Di Amerika, kelompok atau organisasi hampir selalu dianggap sebagai satu kesatuan tunggal, sedangkan di Inggris, kelompok tersebut bisa dianggap sebagai subjek jamak tergantung pada fokus kalimatnya.
Selain itu, perbedaan juga terjadi pada pemilihan tenses untuk menyatakan aktivitas yang baru saja selesai dilakukan. Masyarakat Amerika lebih condong menggunakan bentuk masa lampau sederhana (Simple Past Tense), sementara masyarakat Inggris lebih memilih menggunakan bentuk masa kini sempurna (Present Perfect Tense). Perbedaan kecil lainnya juga kerap ditemukan pada pemilihan kata depan (preposition) serta bentuk perubahan kata kerja tidak beraturan (irregular verbs).
Secara umum tata bahasanya mirip, tetapi ada beberapa detail kecil yang membedakannya:
- Collective Nouns (Kata Benda Kolektif): Di Inggris, kelompok atau tim bisa dianggap jamak. Di Amerika, kelompok selalu dianggap tunggal.
- UK: “The team are playing well.”
- US: “The team is playing well.”
- Present Perfect vs Simple Past: Orang Amerika lebih suka menggunakan Simple Past untuk kejadian yang baru saja terjadi, sedangkan orang Inggris tetap ketat menggunakan Present Perfect.
- UK: “I have lost my keys.”
- US: “I lost my keys.” (atau “I’ve lost my keys.”)
4. Perbedaan Pengucapan (Pronunciation)
Perbedaan pelafalan (pronunciation) antara bahasa Inggris US dan UK paling jelas terdengar pada penekanan huruf dan ayunan nada bicara. Perbedaan yang paling ikonik adalah sifat rhoticity, yaitu cara melafalkan huruf ‘r’. Pada aksen Amerika, huruf ‘r’ selalu diucapkan dengan jelas di posisi manapun, sedangkan pada aksen Inggris umumnya huruf ‘r’ cenderung disamarkan atau tidak dibunyikan jika terletak di akhir kata atau sebelum kata konsonan.
Perbedaan paling mencolok saat diucapkan adalah pada huruf “R” dan huruf “T”:
- Rhoticity (Bunyi R): Orang Amerika melafalkan huruf “r” dengan jelas di setiap posisi (misal: card, water). Sementara orang Inggris cenderung menghilangkan bunyi “r” jika berada di akhir kata atau sebelum kata konsonan (“wah-tuh”, “kahd”).
- Flap T: Dalam aksen Amerika, huruf “t” di tengah kata sering kali diucapkan cepat mirip bunyi “d” lemah (misal: butter terdengar seperti “budder”). Di Inggris, bunyi “t” diucapkan dengan tajam dan jelas.
5. Gaya Penulisan dan Penggunaan Resmi
Dalam ranah profesional dan akademik, gaya penulisan serta penggunaan resmi kedua standar ini sangat bergantung pada kebijakan institusi, letak geografis, dan audiens tujuan. Aturan paling penting dalam komunikasi tertulis formal bukanlah memilih mana yang terbaik, melainkan menjaga konsistensi penuh sejak awal hingga akhir dokumen. Mencampuradukkan ejaan, tata bahasa, atau kosakata dari kedua versi tersebut dalam satu naskah resmi dianggap sebagai bentuk ketidaktelitian dan dinilai kurang profesional.
Secara global, bahasa Inggris Amerika (US) sangat dominan digunakan dalam dunia bisnis internasional, industri teknologi, media massa populer, serta organisasi yang berbasis di Amerika Serikat. Di sisi lain, bahasa Inggris Britania (UK) menjadi standar resmi yang diadopsi oleh negara-negara persemakmuran (Commonwealth), institusi Uni Eropa, serta organisasi internasional seperti PBB. Oleh karena itu, penting untuk memahami audiens kamu sebelum mulai menulis agar dokumen resmi yang kamu buat terasa natural dan tepat sasaran.
Baca juga : Kursus Bahasa Inggris Bagus Dan Murah Di Tangerang Untuk Kuliah Luar Negeri
Mengapa Penting Memahami Perbedaan Inggris UK dan US?
Memahami perbedaan bahasa Inggris UK (British) dan US (American) sangat penting konteks profesional, akademis, maupun kehidupan sehari-hari.Untuk lebih memahami urgensinya, berikut adalah rangkuman alasan utamanya:
1. Menghindari Miscommunication
Menghindari salah paham (miscommunication) sangat penting karena banyak kosakata yang sama antara versi US dan UK memiliki arti yang berbeda jauh. Salah memilih kata dalam dunia kerja atau akademik bisa memicu kebingungan, kecanggangan, atau bahkan salah tafsir yang mengganggu kelancaran kerja sama.
Selain itu, memahami perbedaan ini menjaga profesionalisme dan konsistensi kamu saat menyusun dokumen resmi. Dengan menyesuaikan gaya bahasa sesuai audiens tujuan, pesan kamu akan tersampaikan dengan tepat, akurat, dan memberikan kesan bahwa kamu adalah komunikator yang teliti dan menghargai lawan bicara.
2. Memastikan Ejaan yang Tepat
Memastikan ejaan (spelling) yang tepat sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan profesionalisme tulisan kamu di mata audiens internasional. Karena perbedaan satu huruf saja bisa mengubah identitas gaya bahasa, ketelitian dalam memilih antara standar Amerika (US) atau Britania (UK) akan mencegah tulisan kamu terlihat tidak konsisten atau kurang teliti.
Langkah termudah untuk memastikannya adalah dengan menyetel pengaturan bahasa (language setting) pada dokumen kamu ke satu standar yang pasti sejak awal. Melakukan pengecekan ganda ini akan menjaga teks kamu tetap rapi, konsisten, dan terhindar dari kesalahan ejaan yang mengganggu fokus pembaca.
3. Menghindari Kebingungan Tata Bahasa (Grammar)
Menghindari kebingungan tata bahasa (grammar) sangat penting agar struktur kalimat kamu terdengar natural, logis, dan tidak janggal bagi audiens tujuan. Karena versi US dan UK memiliki perbedaan dalam memperlakukan kata benda kelompok atau memilih tenses, ketidaktepatan dalam menyusunnya bisa membuat pesan kamu terasa membingungkan atau kurang profesional.
Kunci utamanya adalah berkomitmen pada satu kiblat tata bahasa sejak awal penulisan. Dengan memahami preferensi audiens dan menjaga konsistensi aturan grammar dari awal hingga akhir, komunikasi kamu akan berjalan lancar dan pesan tersampaikan dengan akurat tanpa memicu keraguan.
4. Menyesuaikan dengan Konteks Lokasi dan Profesi
Menyesuaikan gaya bahasa dengan konteks lokasi dan profesi adalah langkah strategis agar komunikasi kamu menjadi lebih efektif dan tepat sasaran. Setiap wilayah dan industri memiliki preferensi standar bahasa yang berbeda misalnya, dunia teknologi dan bisnis global sangat didominasi oleh bahasa Inggris Amerika (US), sementara instansi diplomatik atau negara persemakmuran lebih condong menggunakan bahasa Inggris Britania (UK).
Dengan memahami lingkungan tempat kamu bekerja dan siapa audiens yang dihadapi, kamu dapat memilih standar bahasa yang paling relevan untuk digunakan. Penyesuaian yang tepat tidak hanya membuat pesan kamu lebih mudah dipahami secara natural, tetapi juga menunjukkan profesionalisme tinggi dan rasa hormat terhadap budaya kerja lawan bicara kamu.
5. Menaklukkan Tes Standarisasi Internasional (IELTS vs. TOEFL)
Menaklukkan tes standarisasi internasional seperti IELTS dan TOEFL memerlukan strategi adaptasi bahasa yang cerdas, karena kedua ujian ini memiliki kiblat budaya yang berbeda. IELTS, yang dikelola oleh institusi Inggris dan Australia, secara alami lebih ramah terhadap standar bahasa Inggris Britania (UK), sementara TOEFL yang berbasis di Amerika Serikat menggunakan bahasa Inggris Amerika (US) sebagai acuan utamanya.
Kunci utama untuk meraih skor maksimal dalam aspek menulis (Writing) dan berbicara (Speaking) pada kedua tes ini bukanlah memilih salah satu standar yang paling hebat, melainkan konsistensi. Kedua ujian tersebut sebenarnya memperbolehkan kamu menggunakan ejaan US maupun UK, asalkan kamu tidak mencampuradukkannya dalam satu lembar jawaban. Mengetahui karakter tes dan audiens penilain akan membantu kamu untuk memilih standar bahasa yang paling kamu kuasai, sehingga kamu dapat menjawab dengan lebih percaya diri, natural, dan minim kesalahan teknis.
Baca Juga: Bagaimana Cara Membedakan Aksen Bahasa Inggris yang Berbeda?
Memahami perbedaan bahasa Inggris standar US dan UK mulai dari ejaan, tata bahasa, pelafalan, hingga konteks penggunaannya merupakan kunci utama untuk membangun komunikasi internasional yang profesional dan menghindari salah paham. Agar kamu bisa menguasai kedua standar ini dengan matang dan tampil percaya diri saat menghadapi tes seperti TOEFL atau IELTS, ICAN Learning Centre (ILC) hadir sebagai mitra belajar terbaikmu.
Di ILC, kamu akan dibimbing langsung untuk memahami dan menerapkan perbedaan kebahasaan ini secara konsisten, sehingga tulisan maupun percakapan bahasa Inggrismu tersampaikan dengan jelas. Kamu juga lebih percaya diri ketika harus ke luar negeri atau mengikuti tes-tes kemampuan bahasa Inggris untuk berbagai keperluan akademik. Yuk, gabung sekarang dan maksimalkan skill bahasa Inggris kamu segera!





