Meskipun skor TOEFL biasanya berkisar antara 80–100 untuk jenis iBT atau 550–600 untuk ITP, angka-angka ini sebenarnya tidak baku. Setiap institusi memiliki standar yang berbeda-beda, sehingga target skor yang harus kamu capai bisa sangat bervariasi tergantung pada tempat yang kamu tuju.
Secara umum, persyaratan skor ini sangat dipengaruhi oleh negara tujuan, reputasi universitas, jurusan kuliah, hingga tingkat pendidikan yang diambil (seperti S1, S2, atau S3). Oleh karena itu, sangat penting untuk memeriksa langsung ketentuan spesifik dari program studi dan kampus impian kamu agar persiapannya lebih tepat sasaran.
Rincian Syarat Skor TOEFL Beasiswa Terpopuler
Bagi kamu yang berencana melanjutkan studi ke luar negeri atau di dalam negeri menggunakan beasiswa, sertifikat kemampuan bahasa Inggris seperti TOEFL adalah dokumen wajib yang tidak boleh terlewatkan.
Secara umum, jenis TOEFL yang paling banyak diterima oleh penyedia beasiswa internasional adalah TOEFL iBT (Internet-based Test), sedangkan untuk beasiswa dalam negeri atau wilayah Asia tertentu, beberapa masih menerima TOEFL ITP (Institutional Testing Program). Berikut adalah rincian detail syarat skor minimum TOEFL untuk beberapa program beasiswa paling populer di dunia:
1. Beasiswa LPDP (Lembaga Pengelola Dana Pendidikan)
Persyaratan skor TOEFL untuk Beasiswa LPDP ditentukan secara spesifik berdasarkan jenjang pendidikan dan lokasi universitas yang dituju. Untuk Program Magister (S2) dalam negeri, kamu wajib memiliki skor TOEFL ITP minimal 500 atau TOEFL iBT minimal 61, sedangkan untuk tujuan luar negeri syaratnya adalah TOEFL iBT minimal 80 dan tidak menerima TOEFL ITP. Sementara itu, Program Doktor (S3) menetapkan standar yang sedikit lebih tinggi, yakni TOEFL ITP minimal 530 atau TOEFL iBT minimal 70 untuk dalam negeri, serta TOEFL iBT minimal 94 untuk luar negeri tanpa opsi TOEFL ITP.
Bagi pendaftar Jalur Afirmasi atau Daerah Afirmasi, pemerintah memberikan fleksibilitas dengan standar skor yang lebih ringan demi pemerataan pendidikan. Untuk kuliah di dalam negeri, baik jenjang S2 maupun S3, syarat minimal yang ditetapkan adalah TOEFL ITP 400 atau TOEFL iBT 33. Namun, jika kamu membidik universitas di luar negeri melalui jalur afirmasi ini, kamu tetap diwajibkan menggunakan sertifikat TOEFL iBT dengan skor minimal 61.
2. Beasiswa Fulbright (Amerika Serikat)
Beasiswa Fulbright menetapkan standar kemampuan bahasa Inggris yang kompetitif bagi para calon mahasiswa pascasarjana di Amerika Serikat. Untuk Program Magister (S2), pendaftar wajib mengantongi skor TOEFL iBT minimal 80 atau TOEFL ITP minimal 550. Sementara itu, untuk Program Doktor (S3), persyaratannya sedikit lebih tinggi, yakni minimal TOEFL iBT 94 atau TOEFL ITP 575.
Ada catatan penting dan keuntungan menarik yang perlu diperhatikan mengenai sistem seleksi ini. Meskipun universitas di AS wajib menggunakan jenis TOEFL yang diakui secara internasional, Fulbright memberikan kelonggaran dengan menerima TOEFL ITP untuk seleksi awal di Indonesia. Jika kamu nantinya dinyatakan lolos tahap wawancara, kamu tidak perlu khawatir karena pihak AMINEF akan memfasilitasi dan membiayai kamu untuk mengambil tes TOEFL iBT resmi guna keperluan pendaftaran formal ke kampus tujuan.
3. Beasiswa Chevening (Inggris)
Beasiswa Chevening dari Pemerintah Inggris memiliki kebijakan yang cukup unik dan berbeda dari beasiswa bergengsi lainnya terkait syarat kemampuan bahasa Inggris. Sejak beberapa tahun lalu, Chevening telah resmi menghapus syarat minimum skor bahasa Inggris secara global untuk menyederhanakan proses pendaftaran. Artinya, secara administratif dari pihak Chevening sendiri, tidak ada batasan skor TOEFL minimal yang mengunci langkah kamu di awal seleksi.
Namun, hal ini bukan berarti kamu bisa mengabaikan tes bahasa Inggris sama sekali. kamu tetap wajib memenuhi persyaratan TOEFL yang diminta oleh universitas tujuan kamu di Inggris agar bisa mendapatkan Unconditional LoA (Surat Diterima Tanpa Syarat) sebagai syarat mutlak penerimaan beasiswa. Untuk universitas di Inggris, rata-rata skor TOEFL iBT yang diminta berkisar antara 80–100, dan perlu dicatat bahwa jenis TOEFL ITP tidak berlaku untuk mendaftar ke kampus-kampus di sana.
Baca Juga:
7 Cara Cepat Menjawab Soal TOEFL Reading Section dengan Tepat
4. Beasiswa AAS (Australia Awards Scholarships)
Beasiswa Australia Awards Scholarships (AAS) merupakan program dari Pemerintah Australia yang sangat populer di Indonesia, salah satunya karena menawarkan program pelatihan bahasa sebelum keberangkatan (Pre-Departure Training) jika skor kamu sedikit di bawah standar universitas. Untuk pendaftar kategori Umum, baik program Magister (S2) maupun Doktor (S3), syarat yang ditentukan adalah TOEFL iBT minimal 79 atau TOEFL ITP minimal 550. Sementara itu, bagi pelamar dari kelompok prioritas atau Program Afirmasi (Targeted Groups), persyaratannya sedikit lebih ringan, yaitu TOEFL iBT minimal 67 atau TOEFL ITP minimal 525.
Ada catatan penting yang membuat beasiswa ini sangat diminati oleh para pejuang beasiswa di Indonesia. AAS merupakan salah satu dari sedikit beasiswa internasional skala besar yang masih menerima sertifikat TOEFL ITP untuk proses pendaftaran dan seleksi awal mereka. Hal ini tentu memberikan peluang dan kemudahan lebih bagi pelamar untuk memulai langkah studi mereka ke Australia.
5. Beasiswa MEXT (Monbukagakusho – Jepang)
Beasiswa MEXT (Monbukagakusho) merupakan program dari Pemerintah Jepang yang menawarkan beberapa jalur pendaftaran, dengan jalur Embassy Recommendation (G-to-G) sebagai yang paling populer. Untuk Jalur Research Students (jenjang S2/S3), pihak penyelenggara sebenarnya tidak menyebutkan angka skor minimal secara kaku dalam persyaratannya. Meskipun demikian, demi menjaga daya saing, umumnya para pelamar mengamankan skor minimal TOEFL iBT 80 atau TOEFL ITP 550.
Ada catatan detail yang sangat menguntungkan bagi pendaftar yang memiliki sertifikat bahasa Inggris. MEXT menerapkan sistem konversi nilai khusus dalam proses seleksinya, jika kamu melampirkan skor TOEFL yang dinilai tinggi, kamu bisa mendapatkan fasilitas pembebasan dari ujian tulis bahasa Inggris pada saat mengikuti tes tahap pertama di Kedutaan Besar Jepang.
6. Beasiswa DAAD (Jerman)
Beasiswa DAAD menawarkan peluang pendanaan bagi kamu yang ingin menempuh studi pascasarjana di Jerman, khususnya pada program internasional yang disampaikan dalam pengantar bahasa Inggris (International Programmes). Untuk jalur ini, skor minimum TOEFL iBT yang disyaratkan umumnya berkisar antara 80–90. Namun, angka ini bisa bervariasi tergantung pada bidang studi yang kamu pilih, di mana jurusan rumpun hukum, sosial, dan humaniora biasanya meminta standar skor yang lebih tinggi.
Perlu dicatat sebagai ketentuan penting bahwa DAAD secara umum tidak menerima sertifikat TOEFL ITP untuk pendaftaran. Selain itu, jika program studi yang kamu incar menggunakan bahasa Jerman sebagai pengantar kuliahnya, persyaratan bahasa Inggris tersebut tidak lagi berlaku, sebagai gantinya kamu diwajibkan menyertakan sertifikat resmi bahasa Jerman seperti TestDaF atau Goethe-Zertifikat dengan tingkat kemahiran minimal level B1 atau B2.
Baca Juga: Jenis TOEFL untuk Beasiswa Luar Negeri, Berapa Skor Minimal yang Dibutuhkan?
Meskipun setiap program beasiswa luar negeri seperti LPDP, Fulbright, Chevening, AAS, MEXT, dan DAAD memiliki standar skor TOEFL yang berbeda-beda baik jenis iBT maupun ITP kunci utama keberhasilan kamu tetap terletak pada persiapan yang matang sejak dini agar bisa melampaui target minimum tersebut.
Agar kamu tidak bingung menentukan strategi belajar yang tepat sesuai format tes yang diminta oleh beasiswa impianmu, ICAN Learning Centre (ILC) hadir sebagai solusi terbaik yang siap mendampingimu. Melalui program bimbingan intensif dan simulasi tes yang terstruktur di ILC, kamu akan dibekali trik jitu untuk menaklukkan setiap sesi ujian, sehingga impianmu meraih skor TOEFL tertinggi dan lolos beasiswa tahun ini bisa terwujud dengan lebih mudah!





