Standar skor TOEFL atau IELTS untuk bekerja di perusahaan multinasional (MNC) umumnya berada di kisaran menengah-atas. Perusahaan menetapkan persyaratan ini demi memastikan setiap karyawan mampu berkomunikasi secara efektif, profesional, dan lancar saat berkolaborasi dengan tim maupun klien dari berbagai negara.
Secara umum, skor IELTS yang kerap diincar berada di angka 6.5 hingga 7.5, sedangkan untuk TOEFL iBT biasanya berkisar antara 80 sampai 100. Memiliki skor di rentang tersebut menjadi bukti kuat bahwa kamu siap menghadapi lingkungan kerja global yang serba cepat.
Syarat Skor IELTS dan TOEFL untuk Kerja di Multinational Company
Perlu dicatat, perusahaan multinasional umumnya tidak memiliki satu standar skor yang berlaku untuk semua posisi, persyaratan dapat berbeda berdasarkan perusahaan, negara, dan tingkat kemampuan bahasa yang dibutuhkan.
Berikut ini adalah tabelnya :
| Posisi | IELTS | TOEFL iBT | Catatan |
| Management Trainee | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Membutuhkan kemampuan komunikasi dan presentasi yang cukup baik. |
| Marketing | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Bahasa Inggris diperlukan untuk komunikasi, membuat materi, dan memahami pasar internasional. |
| Sales | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Kemampuan berbicara dan bernegosiasi dalam bahasa Inggris menjadi nilai penting. |
| Sales Executive | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Sering berkomunikasi dengan klien atau partner dari berbagai negara. |
| Business Development | 6.5 – 7.0 | 79 – 94 | Membutuhkan kemampuan komunikasi, negosiasi, dan penyusunan proposal. |
| Customer Service | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Fokus pada kemampuan memahami pertanyaan dan memberikan respons secara jelas. |
| Human Resources | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Digunakan untuk komunikasi internal dan berinteraksi dengan karyawan internasional. |
| Finance & Accounting | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Bahasa Inggris diperlukan untuk memahami laporan, istilah keuangan, dan komunikasi profesional. |
| Information Technology (IT) | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Banyak dokumentasi dan komunikasi teknis menggunakan bahasa Inggris. |
| Software Engineer | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Membutuhkan kemampuan memahami dokumentasi teknis serta berkomunikasi dengan tim global. |
| Data Analyst | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Bahasa Inggris membantu dalam memahami dokumentasi, laporan, dan berkomunikasi mengenai data. |
| Project Manager | 6.5 – 7.0 | 79 – 94 | Membutuhkan komunikasi, koordinasi, presentasi, dan kemampuan memimpin proyek. |
| Consultant | 6.5 – 7.0 | 79 – 94 | Memerlukan kemampuan analisis, presentasi, dan komunikasi dengan klien. |
| Public Relations | 6.5 – 7.0 | 79 – 94 | Membutuhkan kemampuan menulis dan berkomunikasi dengan berbagai stakeholder. |
| Content Writer | 6.5 – 7.5 | 79 – 102 | Kemampuan bahasa Inggris tertulis menjadi salah satu aspek utama pekerjaan. |
| Copywriter | 6.5 – 7.5 | 79 – 102 | Membutuhkan kemampuan memilih kosakata dan menyusun pesan yang efektif. |
| Researcher | 6.5 – 7.0 | 79 – 94 | Bahasa Inggris diperlukan untuk membaca literatur dan menulis laporan penelitian. |
| Administrative Staff | 5.5 – 6.0 | 46 – 78 | Persyaratan dapat lebih rendah jika pekerjaan tidak banyak menggunakan bahasa Inggris. |
| Executive Assistant | 6.5 – 7.0 | 79 – 94 | Membutuhkan kemampuan komunikasi tertulis dan lisan untuk mendukung eksekutif. |
| Procurement | 6.0 – 6.5 | 72 – 94 | Bahasa Inggris dapat digunakan ketika berhubungan dengan vendor atau supplier internasional. |
Baca Juga: 7 Cara Tepat Menulis Laporan Bisnis dalam Bahasa Inggris
5 Macam Tes Bahasa Inggris yang Berlaku untuk Masuk Kerja
Skill Bahasa Inggris Apa yang Paling Diuji di Lingkungan MNC?
Bekerja di multinational company (MNC) membuat kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan yang sering digunakan dalam aktivitas profesional. Penggunaannya bukan hanya untuk memahami percakapan, tetapi juga untuk berkomunikasi dengan kolega, klien, maupun partner dari berbagai negara. Berikut beberapa skill bahasa Inggris yang paling sering digunakan di lingkungan MNC. :
1. Speaking
Di lingkungan kerja perusahaan multinasional (MNC), speaking menjadi kemampuan bahasa Inggris yang paling sering diuji dan digunakan sehari-hari. Skill ini sangat penting agar kamu bisa menyampaikan ide secara jelas dan percaya diri saat melakukan rapat, presentasi, maupun berdiskusi langsung dengan tim internasional.
Selain untuk urusan formal, kelancaran berbicara juga berperan penting dalam membangun hubungan profesional dan kolaborasi tim. Mulai dari obrolan santai di sela kerja hingga negosiasi dengan klien asing, kemampuan speaking yang baik akan membuat interaksimu terasa lebih natural dan efektif.
2. Listening
Di lingkungan perusahaan multinasional, kemampuan listening yang kuat sangat dibutuhkan agar kamu bisa menyerap informasi dengan tepat tanpa salah paham. Terlebih lagi, kamu akan terbiasa mendengarkan berbagai rekan kerja global yang memiliki aksen serta gaya berbicara yang berbeda-beda.
Skill ini menjadi kunci utama saat kamu mengikuti online meeting, sesi training, webinar, hingga saat menerima instruksi kerja dari atasan. Dengan pemahaman mendengarkan yang baik, kamu bisa merespons tugas dan berkolaborasi secara lebih cepat dan akurat.
3. Business Writing
Di dunia kerja profesional, kemampuan business writing sangat penting untuk memastikan setiap pesan tersampaikan dengan jelas, formal, dan tidak menimbulkan salah paham. Skill ini kamu gunakan sehari-hari saat menyusun email, laporan kerja, proposal bisnis, hingga notulen rapat.
Penggunaan grammar yang tepat, pemilihan vocabulary yang profesional, serta struktur tulisan yang rapi akan mencerminkan kredibilitas dirimu. Dengan tulisan yang efektif dan mudah dipahami, koordinasi pekerjaan bersama tim maupun mitra bisnis pun akan berjalan jauh lebih lancar.
4. Reading
Kemampuan reading sangat dibutuhkan untuk memahami berbagai dokumen profesional dengan cepat dan akurat, mulai dari email bisnis, laporan kerja, SOP, hingga isi kontrak kerja.
Dengan kemampuan membaca yang teruji, kamu bisa langsung menangkap poin-poin penting tanpa perlu menerjemahkan kata demi kata. Hal ini tentu sangat menghemat waktu dan membantu mengambil keputusan kerja secara lebih efisien.
5. Presentation
Kemampuan presentasi dalam dunia kerja sangat penting di perusahaan multinasional agar kamu bisa menyampaikan ide, laporan, atau hasil kerja secara jelas dan meyakinkan di depan tim global.
Bukan cuma soal bahasa Inggris yang lancar, skill ini juga melatih cara kamu menyusun materi secara runtut dan menarik. Dengan penyampaian yang terstruktur, audiens akan lebih mudah memahami poin utama dan menghargai gagasan yang kamu bawakan.
6. Negotiation
Di posisi strategis seperti sales, procurement, hingga management, kemampuan negotiation dalam bahasa Inggris menjadi kunci utama untuk mencapai kesepakatan yang menguntungkan. Skill ini kamu gunakan saat berdiskusi langsung dengan klien atau mitra internasional demi menyelaraskan ekspektasi dan kepentingan bersama.
Lewat kemampuan negosiasi yang baik, kamu bisa menyampaikan penawaran, menyusun argumentasi yang masuk akal, serta menawarkan solusi win-win secara profesional. Komunikasi yang persuasif dan diplomatis tentu akan membuat posisi tawar perusahaanmu jadi jauh lebih kuat.
Baca Juga: 5+ Contoh Percakapan Bahasa Inggris yang Bisa Diterapkan dalam Dunia Kerja
Strategi Belajar IELTS dan TOEFL iBT untuk Karyawan dan Fresh Graduate
Persiapan IELTS dan TOEFL iBT membutuhkan strategi yang disesuaikan dengan kondisi belajar. Fresh graduate biasanya memiliki waktu yang lebih fleksibel untuk belajar, sedangkan karyawan perlu menyesuaikan jadwal belajar dengan pekerjaan. Agar persiapan lebih efektif, berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan.
1. Tentukan Target Skor Sejak Awal
Menentukan target skor sejak awal adalah langkah pertama yang paling penting bagi fresh graduate maupun karyawan. Dengan menetapkan angka yang spesifik, seperti IELTS 6.5 atau TOEFL iBT 90, kamu punya panduan yang jelas untuk menyusun jadwal belajar dan mengukur kemajuanmu secara berkala.
Target yang terarah juga membantumu memprioritaskan materi mana yang paling butuh peningkatan, sehingga waktu belajar yang terbatas jadi jauh lebih efisien. Pembelajaran pun terasa lebih fokus tanpa harus membuang energi untuk materi yang kurang relevan.
2. Kenali Format Tes
Memahami format tes sejak awal adalah kunci agar kamu tidak kaget saat hari H. Luangkan waktu untuk mengenali struktur soal, durasi pengerjaan, hingga kriteria penilaian, baik pada tes IELTS maupun TOEFL iBT.
Dengan menguasai formatnya, kamu bisa berlatih strategi menjawab secara lebih efisien dan terarah. Pola latihan yang tepat akan membantu kamu menghemat waktu berharga serta meminimalkan rasa cemas saat menghadapi ujian sesungguhnya.
3. Buat Jadwal Belajar yang Realistis
Fresh graduate dapat menyediakan waktu belajar lebih panjang, misalnya 1–2 jam sehari. Sementara itu, karyawan dapat menggunakan waktu yang lebih singkat tetapi konsisten, misalnya 30–60 menit setelah bekerja atau saat akhir pekan
| Profil | Hari Kerja (Senin–Jumat) | Akhir Pekan (Sabtu–Minggu) | Total Durasi / Minggu |
| Fresh Graduate | 1,5 – 2 Jam / hari • Sesi 1 (Pagi): 09.00–10.00 (Materi berat/konsep)• Sesi 2 (Sore): 15.30–16.30 (Latihan soal/projek) | 1 Jam / hari (Opsional) Review santai atau evaluasi mingguan | 9 – 12 Jam |
| Karyawan | 30 – 45 Menit / hari• Setelah Kerja: 20.00–20.45 (Fokus materi ringkas/aplikatif) | 1,5 – 2 Jam / hari• Pagi/Siang: Sesi eksplorasi & latihan mendalam | 5.5 – 7.5 Jam |
3. Sesuaikan Fokus dengan Kebutuhan Karier
Persiapan bagi fresh graduate yang ingin melamar kerja atau mengikuti program internasional sebaiknya berfokus pada latihan interview, presentation, dan pemahaman business vocabulary. Langkah ini sangat efektif untuk membangun rasa percaya diri sekaligus menunjukkan profesionalisme saat memasuki dunia kerja.
Sementara itu, karyawan dapat memprioritaskan kemampuan praktis yang sering digunakan dalam pekerjaan sehari-hari. Pelatihan dapat difokuskan pada penyusunan email, pelaksanaan meeting, presentation, negotiation, hingga business writing agar komunikasi bisnis berjalan lebih lancar dan efektif.
4. Lakukan Simulasi Secara Berkala
Melakukan simulasi secara berkala dengan kondisi menyerupai tes sebenarnya sangat penting setelah belajar beberapa minggu. Pastikan untuk menggunakan timer dan mematuhi aturan tes agar kamu terbiasa dengan tekanan waktu dan suasana ujian yang sesungguhnya.
Jangan lupa mencatat setiap hasil simulasi untuk memantau perkembangan nilai kamu dari waktu ke waktu. Jika ada bagian yang skornya masih rendah, kamu bisa langsung mengalokasikan waktu belajar lebih banyak pada bagian tersebut agar hasilnya lebih maksimal.
5. Evaluasi Kesalahan, Bukan Hanya Skor
Mengevaluasi hasil latihan sebaiknya tidak berhenti pada pencatatan skor semata. Kamu perlu membuat error log yang mencatat soal yang salah, penyebab kesalahan tersebut, hingga cara menemukan jawaban yang benar secara tepat.
Langkah ini sangat efektif untuk membantu mengenali pola kesalahan yang sering terulang. Dengan memahaminya lebih awal, kamu bisa langsung membenahi kekurangan tersebut dan tampil lebih maksimal saat hari H tes.
Baca Juga: 10+ Istilah Profesional Untuk Mengganti Kata ‘Very’ di Dunia Kerja
Menguasai bahasa Inggris beserta mengantongi skor IELTS atau TOEFL iBT yang mumpuni merupakan kunci utama bagi fresh graduate maupun karyawan untuk menembus karir di perusahaan multinasional. Lewat strategi belajar yang terstruktur mulai dari penentuan target, pembuatan error log, hingga latihan skill spesifik seperti business writing dan presentation proses persiapan tes akan jauh lebih terarah dan efektif.
Untuk membantu mewujudkan target tersebut, ICAN Learning Centre (ILC) hadir menyediakan program persiapan IELTS dan TOEFL yang fleksibel dan terpadu, sehingga kamu bisa meningkatkan kemampuan bahasa Inggris profesional secara maksimal dan lebih siap bersaing di lingkungan kerja global.





