Cara mengucapkan setiap kata dalam bahasa Mandarin tidak semudah yang dibayangkan, karena perbedaan bunyi dan nada bisa memengaruhi arti yang ingin disampaikan. Makanya, biar bisa berbicara dengan jelas kamu harus pahami dasar pelafalan Mandarin, mulai dari Pinyin hingga cara mengucapkan setiap nada dengan tepat.
Tantangannya, ada beberapa bunyi yang terdengar mirip bahasa Indonesia, padahal cara pengucapannya berbeda. Belum lagi ada empat nada utama dan satu nada netral yang perlu dipahami. Berikut ini cara-cara yang bisa kamu coba untuk melatih pronunciation Mandarin:
1. Kuasai Pinyin (Vokal dan Konsonan)
Pinyin merupakan sistem penulisan bunyi bahasa Mandarin menggunakan huruf Latin. Meski bentuk hurufnya terlihat familier, cara bacanya tidak selalu sama dengan bahasa Indonesia. Oleh karena itu, penting sekali untuk mengenali perbedaan bunyi dari awal agar kamu terbiasa.
Dalam ejaan pinyin sendiri dibagi menjadi dua bagian; huruf vokal (韵母 yùnmǔ) dan huruf konsonan (声母 shēngmǔ). Huruf vokal sendiri terbagi menjadi 6 vokal tunggal (a i, u, e, o) termasuk ü yang tidak ada dalam Bahasa Indonesia. Sedangkan huruf konsonan memiliki 21 huruf konsonan utama.
Kamu bisa mulai dari bunyi-bunyi dasar yang sering tertukar, seperti b dan p, d dan t, atau g dan k. Dalam bahasa Mandarin, pasangan tersebut punya perbedaan di hembusan udara yang keluar saat diucapkan. Kamu bisa dengarkan dulu pengucapan aslinya, baru tirukan pelan-pelan. Cara seperti ini bisa membantu kamu mengenali karakter bunyi bahasa Mandarin sebelum ke pengucapan kata yang lebih panjang.
2. Pahami Empat Nada utama dan Nada Netral
Berbeda dengan Bahasa Indonesia, Bahasa Mandarin merupakan bahasa tonal, artinya pengucapan suatu suku kata dengan nada yang berbeda dapat mengubah arti dasar dari kata tersebut, meskipun pengejaannya sama.
Bahasa Mandarin sendiri mempunyai empat nada utama dan satu nada netral. Masing-masing nada ini memiliki tingkatan intonasi yang berbeda.
Untuk memahami perbedaannya, kamu bisa berlatih menggunakan contoh kata ma. Dalam bahasa Mandarin, 妈 (mā) berarti ibu, 麻 (má) berarti rami, 马 (mǎ) berarti kuda, sedangkan 骂 (mà) berarti memarahi. Perhatikan bagaimana perubahan nada menghasilkan arti yang berbeda.
3. Pelajari Perbahan Nada dalam Kata
Setelah kamu pahami setiap nada, kamu juga harus tahu pengucapan Mandarin bisa berubah di situasi tertentu. Perubahan ini dikenal sebagai tone sandhi. Salah satu contohnya, 你好 (nǐ hǎo), yang berarti halo. Dalam penulisan Pinyin, kedua suku katanya pakai nada ketiga. Tapi, saat diucapkan, nada suku kata pertama berubah menjadi nada kedua.
Contoh lainnya, 不 (bù), yang berarti tidak. Saat 不 diikuti suku kata dengan nada ke empat, pengucapannya berubah menjadi bú (nada ke dua). Untuk melatihnya, coba pelajari kata-kata yang terdiri dari dua suku kata lalu perhatikan bagaimana nadanya terdengar saat diucapkan secara utuh.
Baca Juga: Cara Efektif Membedakan Jenis Tone dalam Bahasa Mandarin
50+ Daftar Kata Kerja dalam Bahasa Mandarin yang Sering Digunakan
4. Rekam Suara Sendiri dan Rekam Ulang
Kadang kita tidak sadar dengan kesalahan pengucapan sendiri karena sudah kebiasaan dengar suara yang kita hasilkan. Nah, merekam suara sendiri bisa bantu kamu evaluasi pelafalan dengan lebih jelas. Kamu bisa merekam saat membaca beberapa kosakata atau kalimat pendek, lalu putar ulang rekamannya sambil dengarkan bagian yang kurang tepat.
Supaya latihan ini makin efektif, bandingkan rekaman dengan audio penutur asli. Perhatikan apakah nada, konsonan, atau bunyi vokalnya sudah terdengar sama persis atau tidak. Kalau masih ada yang kurang tepat, kamu bisa catat dan latih bagian itu secara berulang. Cara ini bisa bantu kamu melihat seberapa jauh perkembangan pengucapan dari waktu ke waktu.
5. Gunakan Teknik Shadowing untuk Meniru Pengucapan
Cara lain yang bisa kamu coba adalah teknik shadowing, yaitu mengikuti ucapan dari rekaman audio atau video dengan jeda sesingkat mungkin. Dengarkan bagaimana pembicara mengucapkan setiap kata, lalu ikuti cara mereka berbicara. Selain memperhatikan nada, coba amati juga kecepatan, jeda, dan ritme kalimatnya biar pengucapanmu tidak terdengar seperti membaca kata satu per satu.
Kamu bisa ikuti dari bagian yang menurutmu paling mudah untuk diucapkan, setelah mulai lancar tingkatkan kecepatannya. Latihan seperti ini bisa bantu kamu terbiasa menghubungkan bunyi antarkata dan mengikuti ritme bahasa Mandarin.
6. Biasakan Diri Dendengarkan Bahasa Mandarin
Sebelum bisa mengucapkan suatu kata dengan tepat, kamu harus terbiasa mendengarkan perbedaan antara bunyi yang satu dengan lainnya. Karena itu, cobalah untuk lebih sering mendengarkan Mandarin melalui podcast, lagu, film, atau materi audio untuk pembelajaran. Pilih sumber yang cocok dan sesuai dengan kemampuanmu.
Saat mendengarkan, coba alihkan perhatian ke cara pembicara mengucapkan kata. Kamu juga bisa putar ulang bagian yang menarik perhatianmu, lalu coba kenali bunyinya sebelum melihat teks atau Pinyin. Kebiasaan ini membantu telinga jadi lebih peka terhadap pengucapan Bahasa Mandarin.
Baca Juga: 15 Lowongan Pekerjaan yang Membutuhkan Skill Bahasa Mandarin Saat Ini!
Melatih pronunciation bahasa Mandarin memang butuh waktu, tapi kamu bisa mulai dari tahapan yang menurutmu mudah. Jadi, tidak perlu harus langsung sempurna, yang penting kamu tahu dahulu bagian mana yang perlu dilatih dan terus mencoba memperbaikinya.
Kalau mau melatih pronunciation bahasa Mandarin secara bertahap dan rutin, yuk join di Kelas Mandarin ICAN Learning Centre. Kamu akan diajari dari dasar, mulai dari pengenalan nada, Pinyin, Hanzi, hingga cara pengucapan yang tepat. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, ikuti kelasnya sekarang!





