Perbedaan Bahasa Hokkien dan Mandarin yang Wajib Kamu Ketahui

Perbedaan Bahasa Hokkien dan Mandarin yang Wajib Kamu Ketahui
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Meskipun sering kali dianggap sama karena sama-sama disebut sebagai “Bahasa Tionghoa”, Bahasa Mandarin dan Hokkien sebenarnya memiliki perbedaan yang sangat signifikan. Kasus keduanya mirip seperti bahasa dalam satu rumpun yang telah berevolusi menjadi bahasa yang berbeda secara total. Saking berbedanya, seorang penutur asli Bahasa Mandarin belum tentu bisa memahami percakapan dalam Bahasa Hokkien, begitu pula sebaliknya.

Perbedaan mendasar ini terletak pada aspek fonetik (bunyi ucapan), kosakata, hingga penggunaan nada bicara. Bahasa Mandarin merupakan bahasa resmi yang digunakan secara nasional di Tiongkok dan Taiwan, sedangkan Hokkien adalah salah satu dialek regional dari wilayah Minnan (Fujian selatan) yang dibawa oleh para imigran ke berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia. Jadi, walaupun akar sejarahnya sama, dalam praktiknya Mandarin dan Hokkien adalah dua bahasa yang berdiri sendiri dengan karakteristik uniknya masing-masing.

Perbedaan Bahasa Mandarin dan Hokkien

Bahasa Mandarin dan Hokkien adalah dua bahasa yang sangat berbeda. Mandarin adalah bahasa resmi nasional Tiongkok/Taiwan (bahasa pemersatu), sedangkan Hokkien adalah bahasa daerah dari provinsi Fujian (Tiongkok Selatan) yang banyak digunakan oleh diaspora Tionghoa. Keduanya tidak saling dimengerti secara lisan. Berikut adalah rangkuman perbedaan utama antara keduanya : 

1. Status dan Wilayah Penuturan

Dari segi status hukum dan wilayah penuturannya, Bahasa Mandarin memegang posisi sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi (Standard Chinese) di Republik Rakyat Tiongkok dan Taiwan, serta menjadi salah satu bahasa resmi di Singapura. Karena statusnya yang formal, Mandarin diajarkan secara wajib di sekolah-sekolah, serta digunakan secara luas dalam urusan pemerintahan, bisnis internasional, dan media massa global. Hal inilah yang membuat Mandarin menjadi bahasa pemersatu yang paling banyak dipelajari secara internasional.

Di sisi lain, Bahasa Hokkien memiliki status sebagai bahasa daerah atau dialek regional yang berakar dari wilayah Fujian (Fukien) selatan. Meskipun berstatus bahasa daerah, Hokkien menyebar sangat luas ke berbagai negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, dan Filipina akibat gelombang migrasi besar penduduk Fujian di masa lalu. Bahkan di Taiwan, variasi dari bahasa ini berevolusi menjadi bahasa lokal yang sangat dominan dan digunakan sehari-hari, yang kini akrab disebut sebagai bahasa Taiwan (Taiyu) atau 闽南语 min nan yu: bahasa yang digunakan kebanyakan di fujian selatan.

2. Jumlah Nada (Tones)

Sebagai sesama bahasa tonal, baik Mandarin maupun Hokkien menggunakan nada bicara untuk menentukan makna suatu kata, namun tingkat kerumitan sistem nada keduanya berbeda sangat jauh. Bahasa Mandarin relatif lebih sederhana dan linear karena hanya memiliki 4 nada utama ditambah 1 nada netral. Karakteristik ini membuat sistem nada Mandarin jauh lebih ramah dan lebih mudah dipelajari oleh para pemula internasional yang baru mulai mengenal bahasa ber-nada.

Sebaliknya, Bahasa Hokkien memiliki tingkat kompleksitas yang jauh lebih tinggi karena memiliki 7 hingga 8 nada, tergantung pada sub-dialek wilayahnya. Keunikan sekaligus tantangan terbesar dalam Hokkien adalah adanya aturan Tone Sandhi (perubahan nada) yang sangat ketat. Dalam aturan ini, ketika beberapa kata digabungkan menjadi sebuah kalimat, hampir semua nada dari kata dasarnya akan otomatis berubah secara sistematis, sehingga menuntut kepekaan pendengaran yang lebih tinggi untuk bisa menguasainya.

3. Karakteristik Bunyi dan Pengucapan

Secara fonologi atau ilmu bunyi, Bahasa Hokkien memiliki keunikan tersendiri karena masih mempertahankan banyak karakteristik suara dari Bahasa Tionghoa Kuno (arsaik) yang justru sudah hilang dalam Bahasa Mandarin modern. Perbedaan ini membuat kedua bahasa terdengar sangat kontras saat diucapkan. Bahasa Mandarin modern cenderung memiliki banyak konsonan desis yang khas seperti bunyi zh, ch, sh, dan r dengan gaya pengucapan yang terasa lebih lembut atau standar di bagian langit-langit mulut (palatal).

Sebaliknya, Bahasa Hokkien sama sekali tidak memiliki konsonan desis sekerat Mandarin, melainkan lebih didominasi oleh bunyi sengau (nasal sounds). Selain itu, ciri khas yang paling mencolok dari Hokkien adalah seringnya penggunaan bunyi sentakan di akhir kata (glottal stop), seperti kata-kata yang diakhiri dengan letupan konsonan -k, -p, dan -t. Karakteristik inilah yang membuat Bahasa Hokkien terdengar lebih tegas, berirama, dan memiliki dinamika ketukan yang unik saat diucapkan dalam percakapan sehari-hari.

Baca Juga: 10 Materi Dasar Dalam Bahasa Mandarin yang Penting Dipelajari Oleh Pemula
10 Rekomendasi Lagu untuk Pemula Belajar Bahasa Mandarin

4. Aksara (Tulisan)

Dalam hal sistem penulisan, Bahasa Mandarin memiliki keunggulan mutlak karena memiliki tata bahasa yang baku, ejaan fonetik standar (seperti Pinyin), serta aksara resmi yang diakui secara internasional, baik dalam bentuk Aksara Menyederhanakan maupun Aksara Tradisional (Traditional Characters). Standarisasi yang kuat ini membuat Bahasa Mandarin menjadi sangat sistematis untuk dipelajari dalam bentuk tulisan, mulai dari buku teks akademis hingga media cetak global.

Sebaliknya, Bahasa Hokkien pada dasarnya berkembang sebagai bahasa lisan (spoken language) yang diwariskan turun-temurun melalui percakapan, sehingga tidak memiliki satu standar tulisan resmi yang tunggal. Akibatnya, ketika penutur Hokkien ingin menuangkannya ke dalam bentuk tulisan, huruf Tionghoa (Hanzi) yang digunakan sering kali harus disesuaikan atau dipinjam berdasarkan kemiripan pelafalan dengan Mandarin. Meskipun kini ada sistem standardisasi berbasis huruf Latin (seperti Pe̍h-ōe-jī) yang populer di Taiwan, dalam praktik sehari-hari Hokkien tetap lebih dominan hidup sebagai bahasa tutur.

5. Perbandingan Kosakata dan Contoh Kata

Perbedaan nyata antara kedua bahasa ini paling mudah terlihat pada perbandingan kosakata dasar yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Banyak kata esensial mulai dari kata ganti orang, angka, hingga aktivitas harian memiliki akar kata, karakter tulisan, dan pengucapan yang berbeda total satu sama lain. Akibatnya, jika seseorang hanya menguasai salah satunya, mereka akan kesulitan menebak arti kata yang diucapkan oleh penutur bahasa lainnya. Sebagai contoh nyata, berikut adalah perbandingan beberapa kosakata dasar sehari-hari antara Bahasa Mandarin dan Bahasa Hokkien:

Arti KataBahasa MandarinBahasa Hokkien
Saya (我)Góa (我)
Kamu (你) (汝 / 你)
Dia (他 / 她)I (伊)
Makan NasiChī fàn (吃饭)Chia̍h-pn̄g (食饭)
Minum TehHē chá (喝茶)Lim-tê (饮茶)
Terima KasihXièxie (谢谢)Kám-siā (感谢) / To-siā (多谢)
Tidak Ada / Belum没有 (Méiyǒu)无 (Bó)
Berapa Duit?多少钱?(Duōshǎo qián?)幾錢?/ 哇多錢?(Kúi chîⁿ?)

Catatan: Melalui contoh di atas, terlihat jelas bahwa selain bunyinya yang berbeda, beberapa kata dalam Hokkien bahkan menggunakan karakter tulisan kuno yang berbeda dari yang standar digunakan dalam Mandarin modern.

Baca Juga: Jenis-jenis Adverb dalam Bahasa Mandarin yang Sering Digunakan

Belajar Mandarin Jadi Menyenangkan di ILC

Belajar Bahasa Mandarin sering kali dianggap menakutkan karena kerumitan nada dan aksaranya yang unik, namun semua tantangan tersebut berubah menjadi petualangan yang seru bersama ICAN Learning Center (ILC). Di ILC, metode pembelajaran yang kaku dan membosankan digantikan dengan pendekatan yang interaktif, aplikatif, dan menyenangkan. Kamu akan diajak untuk menguasai kosakata harian serta empat nada utama Mandarin lewat simulasi percakapan nyata dan media kreatif yang interaktif, sehingga proses belajar terasa sangat mengalir dan bebas dari rasa stres.

Didukung oleh para pengajar berpengalaman yang suportif, ILC merancang kurikulum yang ramah bagi pemula internasional agar kamu bisa membangun rasa percaya diri sejak hari pertama kelas dimulai. Bukan sekadar menghafal teori, fokus utama di sini adalah bagaimana kamu bisa langsung mempraktikkan pelafalan Mandarin dengan tepat dan natural dalam kehidupan sehari-hari maupun persiapan akademik. Bersama ILC, langkahmu untuk menguasai bahasa internasional yang paling banyak digunakan di dunia ini dijamin akan terasa lebih mudah, efektif, dan pastinya menyenangkan! Yuk tunggu apalagi mari bergabung bersama ICAN Learning Centre (ILC) sekarang!

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru