Relative clause adalah klausa yang bertugas memberikan informasi tambahan untuk memperjelas kata benda (noun) dalam kalimat baik itu orang, benda, maupun tempat. Sederhananya, klausa ini bekerja seperti kata sifat yang bikin penjelasan kamu jadi lebih detail dan rinci.
Biasanya, klausa ini dihubungkan oleh kata seperti who, which, whose, atau that. Dengan menggunakannya, kamu bisa menggabungkan dua kalimat singkat jadi satu kalimat yang rapi, padat, dan enak dibaca.
Relative Clause Defining
Defining Relative Clause (atau Restrictive Relative Clause) adalah klausa penjelas yang memberikan informasi super penting untuk mengidentifikasi kata benda (noun) dalam kalimat. Tanpa klausa ini, lawan bicaramu bakal bingung karena tidak tahu pasti orang, benda, atau tempat spesifik mana yang sedang kamu maksud, sehingga makna kalimat utamanya jadi ambigu atau menggantung.
Karena perannya yang penting untuk memperjelas identitas kata benda tersebut, klausa ini bersifat menyatu dan tidak pernah diapit oleh tanda koma. Jadi, saat membaca atau menulis kalimat dengan defining relative clause, kamu bisa langsung menyambungnya tanpa jeda koma agar informasinya tetap utuh dan jelas.
Ciri-Ciri Utama :
- Informasi Esensial: Informasinya penting untuk menentukan atau membatasi noun yang dimaksud
- Tanpa Koma: Ditulis menyatu tanpa tanda koma ,.
- Menggunakan That: Kata that sangat umum digunakan untuk menggantikan who (orang) atau which (benda) dalam situasi informal hingga semi-formal.
- Omission (Penghilangan Pronoun): Relative pronoun (who, which, that) bisa dihilangkan jika berfungsi sebagai objek dalam klausa tersebut.
Relative Pronoun & Contoh Kalimat dalam Keseharian :
Who / That (Mengacu pada Orang) : Digunakan saat kita ingin menunjuk orang spesifik di antara banyak orang.
Contoh: The guy who lives next door is very friendly. (Tetangga sebelah rumah saya orangnya sangat ramah.)
Which / That (Mengacu pada Benda atau Hewan) : Digunakan untuk menunjuk barang atau hewan tertentu.
Contoh: Where is the key that opens the back door? (Di mana kunci yang buat buka pintu belakang?)
Whose (Kepemilikan / Possession) : Digunakan untuk menunjukkan kepunyaan seseorang.
Contoh: I met a woman whose daughter goes to my school. (Saya ketemu ibu-ibu yang anaknya satu sekolah sama saya.)
Where / When / Why (Tempat, Waktu, & Alasan) : Digunakan untuk memperjelas lokasi, momen, atau alasan spesifik.
Contoh:
- Tempat (Where): That’s the cafe where we had coffee last Sunday. (Itu kafe tempat kita ngopi hari Minggu lalu.)
- Waktu (When): I still remember the day when we first met. (Aku masih ingat hari saat kita pertama kali ketemu.)
- Alasan (Why): The reason why he came late was heavy traffic. (Alasan kenapa dia datang terlambat adalah macet parah.)
Baca Juga: Perbedaan Penggunaan Restrictive and Non-Restrictive Adjective Clauses yang Tepat
Relative Clause Non-Defining
Non-Defining Relative Clause (atau Non-Restrictive Relative Clause) adalah klausa penjelas yang memberikan informasi ekstra atau sekadar bonus tentang suatu kata benda (noun). Non-defining relative clause memberikan informasi tambahan tentang noun yang identitas atau referennya sudah dapat dipahami tanpa klausa tersebut.
Karena sifatnya yang hanya sebagai “informasi tambahan”, klausa jenis ini wajib dipisahkan menggunakan tanda koma. Tanda koma ini berfungsi sebagai pembatas visual agar pembaca tahu bahwa bagian tersebut hanyalah penjelasan pelengkap yang bisa dilewati tanpa mengubah inti pesan utama kalimatmu.
Ciri-Ciri Utama:
- Informasi Ekstra : Hanya sebagai keterangan tambahan (seperti dalam tanda kurung).
- Wajib Koma : Menggunakan tanda koma , … , jika di tengah kalimat, atau , … . jika di akhir kalimat.
- Dilarang Menggunakan That : Tidak boleh diganti dengan kata that. Hanya boleh menggunakan who, whom, which, whose, where, atau when.
- Pronoun Tidak Boleh Dihilangkan: Relative pronoun (who, which, dll.) harus tetap ditulis meskipun berfungsi sebagai objek.
Relative Pronoun & Contoh Kalimat dalam Keseharian
Who (Mengacu pada Orang) : Digunakan ketika orang yang dimaksud sudah jelas (misal: nama orang atau anggota keluarga).
Contoh : My mother, who turns 50 this year, still works out every morning. (Ibu saya, yang berusia 50 tahun tahun ini, masih rajin berolahraga setiap pagi.)
Which (Mengacu pada Benda, Tempat, atau Seluruh Klausa): relative pronoun untuk non-human antecedents, sehingga dapat merujuk pada benda, hewan, dan dalam konstruksi tertentu tempat yang diperlakukan sebagai noun
Contoh: He offered to drive me home, which was very nice of him. (Dia menawarkan untuk mengantar saya pulang, yang mana sangat baik darinya.)
Whose (Kepemilikan / Possession): Digunakan untuk menyisipkan informasi kepemilikan.
Contoh: Sarah, whose brother is a doctor, gave me some good health advice. (Sarah, yang saudaranya seorang dokter, memberiku beberapa saran kesehatan yang bagus.)
Where / When (Tempat dan Waktu Spesifik) : Digunakan saat menyebut nama tempat atau waktu yang sudah pasti.
Contoh:
- Tempat (Where): Bali, where we spent our holiday last year, was truly beautiful. (Bali, tempat kita menghabiskan liburan tahun lalu, sungguh indah.)
- Waktu (When): On Sunday, when most people rest, he usually works overtime. (Pada hari Minggu, saat sebagian besar orang beristirahat, dia biasanya bekerja lembur.)
Baca Juga: Mengenal Apa Itu Adverbial Clause dan Contoh Penggunaannya dalam Bahasa Inggris
Tips Belajar Menguasai Defining dan Non-Defining Relative Clauses
Menguasai perbedaan antara Defining (Restrictive) dan Non-Defining (Non-Restrictive) Statements sebenarnya mudah jika kamu memahami alur berpikir dan menggunakan metode belajar yang tepat. Berikut adalah tips praktis dan sistematis untuk menguasainya dengan cepat:
1. Pahami Perbedaan Fungsi Defining dan Non-Defining
Langkah paling awal untuk menguasai topik ini adalah dengan memahami fungsi dari informasi yang ingin kamu sampaikan. Defining relative clause bertugas sebagai penunjuk identitas utama yang membantu lawan bicara mengetahui secara spesifik siapa atau apa yang sedang dibahas. Tanpa informasi ini, kalimatmu bakal terasa menggantung atau membingungkan.
Sementara itu, non-defining relative clause hanya berfungsi sebagai pencerita tambahan yang menyisipkan keterangan ekstra. Karena objek yang kamu bahas sebenarnya sudah jelas dari awal, informasi dalam non-defining ini sifatnya seperti bonus cerita saja walaupun dihapus, inti pesan utamanya tetap tersampaikan dengan baik.
2. Pelajari Aturan Penggunaan Tanda Koma
Ciri paling gampang untuk membedakan kedua klausa ini terletak pada aturan penggunaan tanda koma. Pada defining relative clause, kamu tidak boleh menggunakan tanda koma sama sekali. Hal ini karena klausa tersebut berfungsi sebagai penjelas utama yang menyatu rapat dengan kata benda agar lawan bicara tahu spesifik objek yang dimaksud.
Sebaliknya, non-defining relative clause wajib diapit atau dipisahkan oleh tanda koma. Tanda koma ini berlaku sebagai penanda bahwa informasi di dalamnya hanyalah keterangan tambahan kamu bisa membacanya sebagai jeda santai tanpa khawatir merusak makna utama kalimat.
3. Hafalkan Kata Penghubung yang Sering Digunakan
Kunci berikutnya adalah menguasai kata penghubung (relative pronouns) yang pas sesuai dengan fungsi dan objek yang kamu jelaskan. Untuk orang, kamu bisa menggunakan who (sebagai subjek), whom (sebagai objek), atau whose (untuk kepemilikan). Sementara untuk benda atau tempat, kamu bisa memakai which atau where. Lebih jelasnya sebagai berikut:
- who, whom, which, that, whose: relative pronouns
- where, when, why: relative adverbs
Istimewanya, khusus pada defining relative clause, kamu sering bisa menggantikan who atau which dengan kata that. Namun ingat aturan emasnya yaitu kata that tidak boleh digunakan pada non-defining relative clause (kalimat yang pakai koma), jadi pastikan kamu tetap memilih who atau which saat memberikan informasi tambahan.
4. Berlatih Menggabungkan Dua Kalimat Sederhana
Latihan paling ampuh untuk melatih kelincahan tata bahasamu adalah dengan menggabungkan dua kalimat sederhana yang membahas kata benda atau subjek yang sama. Dengan menyatukannya, kamu belajar melihat bagaimana sebuah informasi penjelas bisa disisipkan secara mulus tanpa harus membuat kalimat baru yang kaku dan terpotong-potong.
Sebagai contoh, jika kamu punya kalimat “I met a lecturer” dan “She teaches IELTS Speaking”, kamu bisa langsung menggabungkannya menjadi “I met a lecturer who teaches IELTS Speaking.” Latihan rutin seperti ini bakal bikin kamu makin terbiasa menyusun kalimat kompleks secara spontan saat tes speaking nanti.
5. Gunakan Contoh dari Percakapan Sehari-hari
Belajar grammar bakal terasa jauh lebih menyenangkan kalau kamu menerapkannya pada hal-hal yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Daripada menghafal rumus yang kaku, cobalah membuat contoh kalimat seputar keluarga, teman, rutinitas pekerjaan, makanan kesukaan, atau tempat nongkrong favoritmu.
Misalnya, daripada bilang “My sister lives in Jakarta. She loves coffee”, kamu bisa merangkainya jadi “My sister, who lives in Jakarta, loves coffee.” Dengan membiasakan diri membawa relative clauses ke dalam obrolan harian, respons bicaramu saat tes speaking nanti bakal terasa makin percaya diri, alami, dan mengalir tanpa perlu mikir lama.
6. Pahami Kapan Relative Pronoun Bisa Dihilangkan
Aturan praktis ini penting diingat agar kalimat bicaramu terdengar lebih ringkas dan alami yaitu relative pronoun bisa dihilangkan jika kedudukannya sebagai objek. Caranya gampang, perhatikan kata yang muncul langsung setelah relative pronoun. Jika setelahnya ada subjek baru (seperti I, you, he, atau nama orang), maka kata penghubung tersebut boleh kamu hapus. Contohnya, “The book that I bought” bisa kamu ucapkan lebih singkat menjadi “The book I bought.”
Sebaliknya, jika relative pronoun berfungsi sebagai subjek, kata penghubung tersebut wajib ada dan tidak boleh dihilangkan. Kamu bisa mengetahuinya jika setelah relative pronoun langsung diikuti oleh kata kerja (verb). Misalnya pada kalimat “The student who answered the question”, kata who tidak boleh dihapus karena dia bertindak sebagai pelaku yang menjawab pertanyaan.
7. Latih Kemampuan Menulis secara Konsisten
Meskipun tujuan utamamu adalah menguasai sesi speaking, melatih kemampuan menulis (writing) secara konsisten adalah cara ampuh untuk memperkuat muscle memory tata bahasamu. Saat menulis, otakmu memiliki waktu ekstra untuk menata ide, mengecek posisi tanda koma, serta memastikan pemilihan relative pronoun yang tepat tanpa tekanan batas waktu bicara.
Setelah terbiasa menyusun defining dan non-defining relative clauses secara akurat lewat tulisan, struktur kalimat kompleks tersebut akan tersimpan otomatis di kepala. Hasilnya, saat berhadapan dengan penguji atau mikrofon tes speaking, kamu bisa mengeluarkan kalimat-kalimat kompleks tersebut secara spontan, lancar, dan tanpa ragu.
Baca Juga: Panduan Lengkap Apa Itu Dependent Clause: Penggunaan dan Fungsinya
Menguasai relative clauses dapat membantu meningkatkan variasi dan ketepatan struktur kalimat dalam IELTS Speaking maupun Writing. Selain itu, kamu juga akan lebih percaya diri dalam berkomunikasi dalam bahasa Inggris.
Untuk kamu yang ingin belajar bahasa Inggris lebih efektif, kamu bisa bergabung dalam kelas bahasa Inggris di ICAN Learning Centre (ILC). Tutor berpengalaman siap membimbing kamu memahami berbagai konsep dan pola kalimat dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Gabung sekarang yuk!





