Modal verbs adalah kata kerja bantu yang bertugas memberikan makna tambahan pada kata kerja utama dalam sebuah kalimat. Alih-alih berdiri sendiri, jenis kata kerja ini digunakan untuk mengekspresikan fungsi-fungsi tertentu seperti kemampuan (ability), izin (permission), kewajiban (obligation), saran (advice), hingga kemungkinan (possibility).
Sederhananya, jika kata kerja utama hanya menunjukkan tindakan dasar yang dilakukan, modal verbs hadir untuk memberikan konteks, sikap, atau nuansa penegasan di balik tindakan tersebut. Dengan menggunakan kata kerja bantu ini, pesan yang ingin kamu sampaikan dalam percakapan menjadi jauh lebih jelas dan spesifik sesuai dengan situasi atau kondisi yang sedang dihadapi.
Jenis-jenis Modals dan Contoh Kalimatnya
Ada satu aturan emas yang perlu diingat setelah kata modal, kata kerja yang mengikutinya harus selalu berupa bare infinitive (kata kerja bentuk pertama tanpa imbuhan to, -s/-es, -ed, atau -ing). Berikut adalah jenis-jenis modals yang paling sering digunakan beserta contoh kalimatnya:
Can
Modal verb can adalah salah satu kata kerja bantu yang paling sering digunakan dalam bahasa Inggris sehari-hari untuk menyatakan kemampuan (ability) dalam melakukan sesuatu pada masa sekarang (present). Selain untuk menunjukkan kapabilitas diri, kata ini juga memiliki fungsi kasual untuk meminta atau memberikan izin (permission), serta menyatakan suatu kemungkinan (possibility) dalam situasi santai.
Rumusnya :
- Positif (+) : Subject + can + Verb 1
- Negatif (-) : Subject + cannot / can’t + Verb 1
- Tanya (?) : Can + Subject + Verb 1?
Contohnya :
- (+) She can speak English fluently. (Dia bisa bicara bahasa Inggris dengan lancar.)
- (-) I cannot swim in deep water. (Saya tidak bisa berenang di air dalam.)
- (?) Can I borrow your pen? (Boleh aku pinjam pulpenmu?)
Could
Could adalah bentuk masa lampau (past tense) dari can, yang fungsi utamanya digunakan untuk menyatakan kemampuan (ability) di masa lalu. Selain itu, dalam percakapan sehari-hari, kata ini sangat sering digunakan dalam bentuk masa sekarang (present) untuk mengajukan permohonan atau meminta izin secara jauh lebih sopan (polite request/permission) dibandingkan dengan kata can.
Rumus :
- Positif (+) Subject + could + Verb 1
- Negatif (-) Subject + could not / couldn’t + Verb 1
- Tanya (?) Could + Subject + Verb 1?
Contohnya :
- (+) When I was a child, I could climb trees easily. (Waktu masih kecil, aku bisa memanjat pohon dengan mudah.)
- (-) He couldn’t come to the party yesterday. (Dia tidak bisa datang ke pesta kemarin.)
- (?) Could you help me for a second? (Bisakah Anda membantu saya sebentar?)
May
May adalah modal verb yang paling sering digunakan untuk meminta atau memberikan izin dalam situasi yang formal dan resmi (formal permission). Selain berkaitan dengan izin, kata ini juga digunakan untuk menyatakan suatu kemungkinan yang tingkat kepastiannya lumayan besar (probability/possibility) di masa sekarang atau masa depan.
Rumus :
- Positif (+) Subject + may + Verb 1
- Negatif (-) Subject + may not + Verb 1
- Tanya (?) May + Subject + Verb 1?
Contohnya :
- (?) May I enter the room, Sir? (Bolehkah saya masuk ke dalam ruangan, Pak?)
- (+) You may leave the room after finishing the test. (Anda boleh meninggalkan ruangan setelah menyelesaikan ujian.)
- (-) She may not join us for lunch today. (Dia mungkin tidak akan ikut makan siang bersama kita hari ini.)
Might
Might adalah modal verb yang fungsi utamanya digunakan untuk menyatakan kemungkinan kecil (weak possibility) di masa sekarang atau masa depan. Dibandingkan dengan may, tingkat kepastian atau probabilitas terjadinya sesuatu saat menggunakan might cenderung jauh lebih rendah atau lebih tentatif. Selain itu, kata ini juga terkadang digunakan untuk mengajukan saran atau permintaan izin yang sangat formal dan ragu-ragu.
Rumus :
- Positif (+) Subject + might + Verb 1
- Negatif (-) Subject + might not / mightn’t + Verb 1
- Tanya (?) Might + Subject + Verb 1? (Sangat jarang digunakan)
Contohnya :
- (+) I might go to the party, but I’m still too tired. (Aku mungkin pergi ke pesta itu, tapi aku masih terlalu lelah.)
- (-) They might not arrive on time due to the heavy traffic. (Mereka mungkin saja tidak datang tepat waktu karena macet parah.)
Must
Must adalah modal verb yang digunakan untuk menyatakan kewajiban mutlak atau keharusan yang sangat kuat (strong obligation/necessity), biasanya datang dari aturan tertulis atau kesadaran diri pembicara. Selain itu, dalam bentuk negatif (must not), kata ini berubah fungsi menjadi larangan keras (prohibition), dan dalam kalimat positif juga bisa digunakan untuk membuat kesimpulan logis yang sangat diyakini kebenarannya (logical deduction).
Rumus :
- Positif (+) Subject + must + Verb 1
- Negatif (-) Subject + must not / mustn’t + Verb 1
- Tanya (?) Must + Subject + Verb 1? (Jarang digunakan dalam percakapan kasual
Contohnya :
- (-) Visitors must not feed the animals in the zoo. (Pengunjung dilarang keras memberi makan hewan di kebun binatang.)
- (+) She has been working for 12 hours. She must be exhausted. (Dia sudah bekerja selama 12 jam. Dia pasti sangat kelelahan.)
Shall
Shall adalah modal verb yang di masa kini paling sering digunakan dalam kalimat tanya untuk menawarkan bantuan (offers) atau memberikan saran/ajakan (suggestions) secara sopan. Dalam tata bahasa Inggris tradisional, kata ini juga digunakan sebagai pengganti will untuk menyatakan masa depan (future time), namun fungsi masa depan tersebut kini sudah sangat jarang digunakan kecuali dalam dokumen hukum formal atau situasi yang sangat kaku.
Rumus :
- Tanya (?) Shall + I / We + Verb 1?
- Positif (+) Subject + shall + Verb 1 (Biasanya hanya untuk konteks formal)
- Negatif (-) Subject + shall not / shan’t + Verb 1 (Sangat jarang digunakan)
Contohnya :
- (?) Shall I carry your bags, Grandma? (Bisa saya bantu bawakan tas Anda, Nek?)
- (?) Shall I open the window for you? (Haruskah saya bukakan jendelanya untukmu?)
Should
Should adalah modal verb yang fungsi utamanya digunakan untuk memberikan saran, rekomendasi, atau nasihat kepada orang lain. Selain untuk memberi saran, kata ini juga sering dipakai untuk menyatakan suatu kewajiban yang sifatnya lebih lemah dan tidak mengikat (berbeda dengan must), serta untuk menunjukkan suatu ekspektasi atau perkiraan yang kemungkinan besar akan terjadi.
Rumus :
- Positif (+) Subject + should + Verb 1
- Negatif (-) Subject + should not / shouldn’t + Verb 1
- Tanya (?) Should + Subject + Verb 1?
Contohnya :
- (+) You should drink more water every day. (Kamu sebaiknya minum lebih banyak air setiap hari.)
- (-) He shouldn’t stay up late if he has an early exam. (Dia sebaiknya tidak begadang jika ada ujian pagi.)
- (?) Should I wear a tie to the interview? (Apakah sebaiknya aku memakai dasi ke wawancara itu?)
Will
Will adalah modal verb yang fungsi utamanya digunakan untuk menyatakan rencana atau kejadian di masa depan (future tense). Dalam percakapan sehari-hari, kata ini juga sangat sering dipakai saat kamu mengambil keputusan secara spontan pada saat itu juga, membuat janji, menyatakan kerelaan membantu, hingga membuat prediksi tentang masa depan berdasarkan opini kamu.
Rumus :
- Positif (+) Subject + will / ‘ll + Verb 1
- Negatif (-) Subject + will not / won’t + Verb 1
- Tanya (?) Will + Subject + Verb 1?
Contohnya :
- (+) The phone is ringing. I will answer it. (Teleponnya berdering. Aku saja yang angkat.)
- (-) Don’t worry, I won’t tell anyone your secret. (Jangan khawatir, aku tidak akan memberi tahu rahasiamu ke siapa pun.)
- (?) Will you attend the meeting next Monday? (Apakah kamu akan menghadiri rapat hari Senin depan?)
Would
Would adalah bentuk masa lampau (past tense) dari will, namun fungsinya dalam bahasa Inggris sehari-hari jauh lebih luas. Kata ini paling sering digunakan untuk membuat kalimat pengandaian atau situasi hipotetis, mengajukan penawaran atau permintaan secara sangat sopan, serta menceritakan kebiasaan masa lalu yang sudah tidak dilakukan lagi (past habits).
Rumus :
- Positif (+) Subject + would / ‘d + Verb 1
- Negatif (-) Subject + would not / wouldn’t + Verb 1
- Tanya (?) Would + Subject + Verb 1?
Contohnya :
- (+) If I won the lottery, I would buy a house. (Jika aku menang lotre, aku akan membeli rumah. — Hanya khayalan/pengandaian)
- (-) He wouldn’t do that if he knew the consequences. (Dia tidak akan melakukan itu jika dia tahu konsekuensinya.)
- (?) Would you like a cup of coffee? (Apakah Anda mau secangkir kopi? — Penawaran yang sangat sopan)
Baca Juga:
8 Rumus Grammar Dasar dalam Bahasa Inggris yang Wajib Kamu Kuasai
Apa Itu Adverbial Phrase dan Contoh Penggunaannya dalam Kalimat Bahasa Inggris
Tips Belajar Menguasai Modals
Menguasai modals sebenarnya tidak sesulit yang dibayangkan jika kamu tahu strategi belajarnya. Karena satu kata modal bisa memiliki beberapa fungsi yang berbeda tergantung konteks kalimatnya, kunci utamanya adalah memahami fungsi (fungsi komunikatif), bukan sekadar menghafal artinya dalam bahasa Indonesia. Berikut adalah beberapa tips praktis dan efektif untuk menguasai penggunaan modals dalam bahasa Inggris:
1. Fokus pada Fungsi
Saat mempelajari modal verbs, kuncinya adalah fokus pada fungsi dan situasi nyata (context is king), bukan sekadar menghafal terjemahan katanya satu per satu. Agar lebih mudah melekat di ingatan, buatlah peta konsep sederhana berdasarkan tujuan komunikasimu, kamu bisa gunakan May, Could, atau Would saat ingin berbicara dengan sangat sopan, pilih Should atau Ought to ketika ingin memberikan saran atau nasihat, dan pakailah Must atau Have to jika situasinya bersifat wajib, mengikat, atau berupa aturan keras.
2. Ingat “Aturan Emas”
Satu aturan emas yang wajib melekat di luar kepala agar kamu terhindar dari kesalahan umum adalah: kata kerja setelah modal harus selalu berupa bare infinitive (Verb 1 asli) tanpa modifikasi apa pun. Ingatlah formula mutlak Subject + Modal + Verb 1 asli, yang berarti kamu tidak boleh menambahkan akhiran -s, -ed, -ing, atau menyisipkan kata to setelah modal. Jadi, kalimat yang tepat adalah “She can speak English” (bukan can speaks) dan “We must go now” (bukan must to go).
3. Pelajari Pasangan “Kontras” yang Sering Menjebak
Agar tidak kebingungan saat berbicara, penting untuk mempelajari pasangan modals “kontras” yang sekilas mirip tetapi memiliki perbedaan rasa dan aturan yang sangat signifikan. Pertama, ada perbedaan antara Must vs. Have to, di mana must cenderung lahir dari opini atau kesadaran diri si pembicara sendiri (“I must study”), sedangkan have to digunakan karena adanya desakan faktor atau aturan dari luar (“I have to wear a uniform at work”).
Kedua, dan yang paling fatal jika sampai tertukar, adalah perbedaan antara Mustn’t vs. Don’t have to. Kata mustn’t mengandung arti larangan keras atau tidak boleh dilakukan sama sekali, sementara don’t have to hanya berarti tidak perlu/tidak wajib, yang artinya aktivitas tersebut boleh saja kamu lakukan dan boleh juga tidak, tanpa ada sanksi atau paksaan.
4. Gunakan Metode “Roleplay” atau Bikin Skenario Sendiri
Metode terbaik untuk benar-benar menguasai modal verbs adalah dengan mempraktikkannya langsung ke dalam skenario kehidupan nyata melalui metode roleplay. Dengan membayangkan situasi spesifik, penggunaan setiap modal akan terasa lebih alami dan masuk akal jika kamu menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: 15 Contoh Preposition of Direction dalam Bahasa Inggris
Materi modal verbs (seperti can, could, may, must, hingga would) mengajarkan kamu bahwa dalam bahasa Inggris, memahami fungsi dan konteks jauh lebih penting daripada sekadar menghafal arti kata per kata, terutama dengan mematuhi “Aturan Emas” di mana modal wajib diikuti oleh kata kerja bentuk pertama (Verb 1).
Agar kamu bisa menguasai berbagai jenis verbs dan membedakan pasangan kata yang menjebak seperti must vs. have to, ICAN Learning Centre (ILC) hadir sebagai tempat belajar yang paling tepat. Di ILC, kamu tidak hanya diajarkan teori tata bahasa di atas kertas, tetapi juga dibimbing oleh tutor profesional untuk aktif menggunakan modal verbs secara percaya diri dalam skenario percakapan sehari-hari maupun akademik.





