Beda utama sesi Speaking di TOEFL iBT dan IELTS sebenarnya ada di siapa yang mendengarkanmu bicara. Di TOEFL iBT, kamu full ngobrol sama komputer menjawab soal lewat mikrofon dan rekamannya bakal dinilai nanti. Suasananya cenderung mandiri dan pas banget buat kamu yang lebih fokus kalau bicara tanpa gangguan tatap mata.
Nah, kalau IELTS Speaking rasanya lebih mirip obrolan santai sehari-hari karena kamu bakal wawancara langsung one-on-one dengan penguji manusia (bisa tatap muka atau via video call). Di sini kamu bisa pakai bahasa tubuh dan interaksi yang lebih alami. Jadi, tinggal pilih aja kamu lebih nyaman ngobrol sama layar atau sama orang langsung?
Tentang IELTS Speaking
IELTS Speaking adalah bagian dari tes IELTS yang khusus menguji seberapa lancar kamu berkomunikasi dan menyampaikan gagasan secara lisan dalam bahasa Inggris. Berbeda dari tes berbasis komputer yang kaku, sesi ini dikemas dalam bentuk wawancara atau obrolan santai yang interaktif bersama seorang penguji (examiner) bersertifikat.
Format ujiannya dilakukan secara one-on-one, baik lewat tatap muka langsung di lokasi tes maupun via panggilan video resmi. Melalui pengalaman berinteraksi langsung ini, kemampuanmu dalam merangkai kalimat, menggunakan kosakata, hingga menyampaikan ide secara alami bakal terukur dengan cermat dan objektif.
Durasi Tes : Keseluruhan tes IELTS Speaking berlangsung singkat, yaitu sekitar 11 hingga 14 menit.
Format : Wawancara langsung bersifat interaktif dan kasual namun tetap formal. Sesi ini biasanya direkam untuk keperluan pemastian kualitas dan penilaian ulang jika diperlukan. Tes Speaking bisa dilakukan di hari yang sama dengan tes tertulis (Listening, Reading, Writing) atau hingga 7 hari sebelum/sesudahnya.
Struktur Soal
- Part 1: Introduction and Interview (4–5 Menit)
Bagian pertama tes ini diawali dengan topik yang dekat dengan kehidupanmu sehari-hari. Setelah penguji memperkenalkan diri dan memeriksa identitasmu, kamu akan diajak ngobrol santai seputar hal-hal personal mulai dari hobi, tempat tinggal, pekerjaan atau studi, sampai makanan favorit dan rutinitas harian. Sesi ini dirancang agar kamu bisa lebih rileks sekaligus menjadi pemanasan yang pas sebelum masuk ke topik yang lebih mendalam.
- Part 2 : Long Turn / Cue Card (3–4 Menit)
Masuk ke bagian kedua, kamu bakal ditantang untuk berbicara mandiri lewat sesi Cue Card. Penguji akan memberikan sebuah kartu tugas berisi topik khusus beserta poin-poin petunjuk yang wajib kamu bahas. Kamu diberi waktu 1 menit untuk berpikir dan mencatat ide, lalu lanjut berbicara secara lancar selama 1 hingga 2 menit tanpa dipotong kesempatan pas buat menunjukkan seberapa jago kamu bercerita dan menyusun gagasan secara runtut.
- Part 3 : Discussion (4–5 Menit)
Di bagian penutup ini, kamu akan diajak masuk ke diskusi yang jauh lebih mendalam dan abstrak bersama penguji. Pertanyaan yang diajukan masih berkaitan dengan topik di Part 2, tapi pembahasannya ditarik ke skala yang lebih luas seperti isu sosial, perkembangan teknologi, sudut pandang budaya, hingga tren masa depan. Ini adalah momen yang pas untuk menunjukkan kemampuan berpikir kritis, menyampaikan opini, dan menyusun argumen yang berbobot dalam bahasa Inggris.
Aksen yang Digunakan
Karena IELTS adalah tes berstandar internasional, jangan kaget kalau kamu bakal menjumpai penguji dengan beragam variasi aksen bahasa Inggris yang alami. Mulai dari aksen British, Australian, American, hingga New Zealand dan Canadian, semuanya biasa digunakan oleh penguji resmi.
Kabar baiknya, kamu sama sekali tidak diwajibkan untuk memaksakan diri menirukan aksen British atau American saat tes. Kamu bebas menggunakan aksen aslimu dengan percaya diri. Kunci utamanya bukan pada bergaya seperti native speaker, melainkan pada kejelasan pelafalan (pronunciation) selama kata-kata yang kamu ucapkan jernih, mudah dipahami, dan tidak bikin penguji salah tangkap, nilaimu tetap bisa maksimal.
Kriteria Penilaian
Fluency and Coherence: Kriteria ini menilai kelancaran dan keterhubungan ide saat kamu berbicara. Penguji melihat seberapa mulus alur bicaramu tanpa terlalu banyak jeda atau keraguan, serta seberapa mahir kamu menyambungkan ide secara logis agar jawabanmu runtut dan enak diikuti.
Lexical Resource (Kekayaan Kosakata) : Kriteria ini menilai kekayaan dan variasi kosakata yang kamu gunakan. Penguji akan melihat seberapa mahir kamu memilih kata yang tepat, menggunakan idiom atau frasa yang alami (collocations), serta memvariasikan kata agar jawabanmu tidak terdengar membosankan dan berulang-ulang.
Grammatical Range and Accuracy: Kriteria ini menilai kemampuan tata bahasa, baik dari segi kebenaran (accuracy) maupun variasinya (range). Penguji akan melihat seberapa minim kesalahan struktur kalimat kamu, sekaligus seberapa lincah kamu memadukan berbagai jenis kalimat mulai dari kalimat sederhana, kalimat majemuk, hingga kalimat pengandaian (conditional sentences).
Pronunciation: Kriteria terakhir ini menilai kejelasan pengucapan kata agar pesan kamu tersampaikan tanpa bikin pendengar salah paham. Penguji akan memperhatikan ketepatan pelafalan, intonasi suara, penekanan kata (stressing), hingga ritme pembicaraanmu agar jawabanmu terdengar alami dan mudah dipahami.
Baca Juga: Apakah Accent Mempengaruhi Penilaian Skor IELTS Speaking? Ini Faktanya!
5+ Alasan Kenapa Jawaban Kamu di IELTS Speaking Sering Berputar-putar (Rambling)
Tentang TOEFL iBT Speaking
TOEFL iBT Speaking dirancang khusus untuk mengukur seberapa efektif kamu berkomunikasi dalam bahasa Inggris di lingkungan akademik perkuliahan. Tes ini tidak hanya menilai kemampuan bicara kamu saja, tetapi juga mengevaluasi seberapa lincah kamu memadukan keterampilan mendengarkan (listening), membaca (reading), dan berbicara (speaking) secara terpadu demi menghadapi situasi nyata di kampus luar negeri.
Berbeda dengan IELTS yang berupa wawancara langsung bersama penguji manusia, TOEFL iBT Speaking dilakukan sepenuhnya berbasis komputer. Kamu akan menjawab setiap tantangan dengan berbicara melalui mikrofon headset, lalu jawabanmu direkam secara digital untuk dinilai sangat pas buat kamu yang lebih fokus dan pede berbicara tanpa interaksi tatap muka langsung.
Durasi Tes : Keseluruhan bagian Speaking berlangsung singkat, yaitu sekitar 16 menit. Selama tes berlangsung, layar komputer akan menampilkan petunjuk, pertanyaan, serta pengukur waktu (timer) untuk persiapan dan waktu menjawab.
Jumlah Soal : Mulai 21 Januari 2026, TOEFL iBT menggunakan format baru. Speaking sekarang hanya memiliki dua jenis task: Listen and Repeat dan Take an Interview, dengan total 11 item dan waktu sekitar 8 menit.
Struktur Soal
| Aspek | Format yang berlaku sejak 21 Jan 2026 |
|---|---|
| Durasi Speaking | ±8 menit |
| Total item | 11 |
| Task 1 | Listen and Repeat |
| Task 2 | Take an Interview |
| Jumlah Listen and Repeat | 7 item |
| Jumlah Take an Interview | 4 item |
| Cara menjawab | Berbicara melalui mikrofon |
| Fokus | Intelligibility, accuracy, fluency, grammar, vocabulary, dan kemampuan mengembangkan respons |
Aksen yang Digunakan
Untuk bagian audio soal, mayoritas materi mendengarkan menggunakan Aksen Amerika Utara (Standard American English). Meskipun begitu, pihak ETS (Educational Testing Service) juga secara berkala memasukkan variasi aksen bahasa Inggris internasional lain dalam porsi terbatas seperti British, Australian, atau New Zealand agar peserta terbiasa dengan keanekaragaman suara di lingkungan kampus global.
Sedangkan untuk aksen peserta, tim penilai sama sekali tidak menuntut kamu untuk berbicara dengan aksen Amerika. Kamu bebas dan aman menggunakan aksen aslimu, selama pelafalan (pronunciation) serta intonasi kamu jelas, mudah dipahami, dan tidak mengganggu alur pesan yang kamu sampaikan.
Kriteria Penilaian
Format baru mempunyai dua task dengan karakteristik penilaian berbeda. Misalnya, Listen and Repeat berfokus pada kemampuan mengulang kalimat dengan akurasi dan intelligibility, sedangkan Take an Interview menilai kemampuan merespons pertanyaan secara spontan dan bermakna, termasuk grammar, vocabulary, serta intelligibility/prosody.
Baca Juga: 10 Cara Menggunakan Complex Grammar Sentence di IELTS Speaking Agar Band 7
Perbedaan TOEFL iBT vs IELTS Speaking
TOEFL iBT Speaking dan IELTS Speaking sama-sama mengukur kemampuan berbicara dalam bahasa Inggris, tetapi keduanya memiliki format tes, durasi, dan cara pelaksanaan yang berbeda. Berikut perbandingan berdasarkan aspek penting yang perlu diketahui sebelum memilih tes.
| Aspek | TOEFL iBT Speaking | IELTS Speaking |
| Format Tes | Tes berbasis komputer. Peserta berbicara melalui mikrofon dan jawaban direkam. | Wawancara dengan examiner yang dilakukan secara langsung atau melalui format video call resmi, tergantung penyelenggaraan. Tes direkam. |
| Durasi | Sekitar 8 menit pada format terbaru yang berlaku sejak 21 Januari 2026. | Sekitar 11–14 menit. |
| Struktur Soal | Terdiri dari dua jenis tugas: Listen and Repeat dan Take an Interview. | Terdiri dari tiga bagian: Introduction and Interview, Individual Long Turn, dan Two-Way Discussion. |
| Jenis Pertanyaan | Mengulang kalimat yang didengar dan menjawab pertanyaan dalam format wawancara. | Menjawab pertanyaan umum, berbicara berdasarkan cue card, dan mendiskusikan isu yang lebih luas. |
| Waktu Persiapan | Tugas memiliki batas waktu respons yang singkat. Persiapan mengikuti instruksi setiap tugas. | Part 2 memberikan waktu persiapan selama 1 menit sebelum peserta berbicara hingga 2 menit. |
| Fokus Kemampuan | Ketepatan mengulang ucapan, kejelasan berbicara, serta kemampuan menyampaikan pengalaman dan pendapat. | Kelancaran, pengembangan ide, penguasaan kosakata, tata bahasa, dan pelafalan. |
| Topik | Situasi akademik, kehidupan kampus, pengalaman, dan pendapat dalam konteks wawancara. | Topik sehari-hari seperti keluarga, pendidikan, pekerjaan, hobi, serta isu sosial yang lebih umum. |
| Aksen | Peserta dapat mendengar berbagai aksen bahasa Inggris, termasuk Amerika Utara, Inggris, Australia, dan Selandia Baru. | Peserta juga dapat berhadapan dengan variasi aksen bahasa Inggris. Aksen tertentu tidak diwajibkan untuk digunakan. |
| Penilaian | Pada format terbaru, menggunakan skala skor TOEFL 1–6. Penilaian Speaking memperhatikan performa berbicara sesuai karakteristik tugas. | Menggunakan band score 0–9 berdasarkan empat kriteria: Fluency and Coherence, Lexical Resource, Grammatical Range and Accuracy, serta Pronunciation. |
| Sistem Penilaian | Respons dinilai menggunakan sistem penilaian otomatis dan/atau penilai manusia bersertifikasi sesuai mekanisme ETS. Dokumen spesifikasi ETS menunjukkan Listen and Repeat dan Take an Interview memiliki mekanisme scoring tersendiri, dengan item Speaking pada format baru dinilai melalui AI scoring. | Dinilai oleh examiner IELTS terlatih dan bersertifikasi. |
| Cara Menjawab | Berbicara langsung ke mikrofon sesuai instruksi dan batas waktu setiap tugas. | Berinteraksi dengan examiner, mengembangkan jawaban, serta menjelaskan dan mendukung pendapat. |
| Keterampilan yang Perlu Dilatih | Listening, ketepatan pengulangan, respons spontan, pengucapan, dan pengelolaan waktu. | Kelancaran berbicara, pengembangan ide, kosakata, variasi grammar, dan pronunciation. |
Baik TOEFL iBT Speaking maupun IELTS Speaking memiliki karakteristik uniknya masing-masing apakah kamu lebih nyaman ngobrol spontan dengan komputer atau berinteraksi secara alami dengan penguji manusia. Apapun tes yang sesuai dengan gaya belajar dan impian studi manapun yang ingin kamu tuju, ICAN Learning Center (ILC) siap menemanimu menaklukkan sesi speaking dengan penuh percaya diri. Lewat bimbingan mentor berpengalaman, latihan simulasi riil, hingga strategi menyusun jawaban yang terstruktur dan alami, ILC akan membantumu menguasai setiap kriteria penilaian hingga meraih skor target impianmu.





