Stative verb merupakan jenis kata kerja yang menggambarkan kondisi, perasaan, pikiran, kepemilikan, atau persepsi indera, alih-alih sebuah tindakan fisik yang bergerak. Karena berfokus pada keadaan yang cenderung stabil dan menetap, kata kerja ini menekankan pada situasi yang dirasakan atau dialami ketimbang proses aksi yang sedang dilakukan.
Oleh sebab itu, stative verb secara alami tidak biasa digunakan dalam bentuk continuous atau berakhiran -ing. Karakteristiknya yang menyatakan kondisi konstan membuat bentuk kalimatnya umumnya menggunakan simple tense ketika menyatakan keadaan.
Jenis-Jenis Stative Verb dan Contohnya
Stative verbs adalah kata kerja yang menggambarkan keadaan, kondisi, atau status (bukan aksi fisik) dan tidak biasa digunakan dalam bentuk continuous/progressive (-ing). Berikut ini adalah jenis stative verbs beserta contoh dan artinya:
1. Verbs of Emotion & Feeling (Emosi dan Perasaan)
Verbs of emotion and feeling menggambarkan kondisi emosional, keinginan, serta preferensi seseorang terhadap suatu hal secara abstrak tanpa melibatkan pergerakan fisik. Karena mencerminkan suasana hati atau tingkat kesukaan yang menetap, kelompok kata kerja ini tergolong sebagai stative verb sehingga selalu diekspresikan dalam bentuk simple tense.
Contoh kata : Examples: love, hate, like, dislike, prefer, want, wish, desire, hope, adore.
Contoh Kalimatnya :
- “I really like this book.” (“Saya sangat menyukai buku ini.)
- “They want to achieve a High Band in the IELTS exam.” (“Mereka ingin meraih skor tinggi dalam ujian IELTS.”)
- “They prefer tea to coffee.” (“Mereka lebih menyukai teh daripada kopi.”)
2. Verbs of Thought & Mental State (Pikiran dan Proses Mental)
Verbs of thought and mental state menggambarkan pengetahuan, keyakinan, pemahaman, ingatan, opini, atau kondisi mental seseorang. Banyak kata kerja dalam kelompok ini merupakan stative verbs dan umumnya digunakan dalam bentuk simple tense. Namun, beberapa kata kerja seperti think dapat digunakan dalam bentuk continuous ketika memiliki makna yang menunjukkan proses berpikir yang sedang berlangsung.
Contoh kata : know, believe, understand, remember, forget, mean, think.
Contoh kalimatnya :
- “I understand the instructions.” (“Saya memahami instruksinya.”)
- “She believes his explanation.” (“Dia mempercayai penjelasannya.”
- “Do you understand this lesson?” (“Apakah Anda mengerti pelajaran ini?”)
3. Verbs of Perception & Senses (Persepsi dan Panca Indra)
Verbs of perception and senses mengacu pada tangkapan panca indra yang dialami seseorang secara spontan, seperti apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dicium, atau diraba. Karena menggambarkan respons alami indera terhadap kondisi sekitar alih-alih tindakan fisik yang dilakukan secara sengaja, kelompok kata kerja ini tergolong stative verb dan diekspresikan dalam bentuk simple tense.
Contoh Kata: see, hear, smell, taste, feel, sound, notice.
Contoh kalimatnya :
- “I hear a strange noise.” (“Saya mendengar suara aneh.”)
- “This soup tastes delicious.” (“Sup ini terasa lezat.”)
- “The blanket feels soft.” (“Selimut itu terasa lembut.”)
4. Verbs of Possession & Relationship (Kepemilikan dan Hubungan)
Verbs of possession and relationship mengacu pada status kepemilikan, hubungan, atau keterikatan yang sah antara satu hal dengan hal lainnya. Karena menggambarkan kondisi status atau hak milik yang konstan alih-alih suatu proses aktivitas fisik, kelompok kata kerja ini tergolong stative verb dan selalu diekspresikan dalam bentuk simple tense.
Contoh kata : have (memiliki), possess, own, belong to, contain, include, consist of.
Contoh kalimatnya :
- “This library belongs to the ILC Learning Center.” (“Perpustakaan ini milik ILC Learning Center.)
- “The course fee includes all study materials.” (“Biaya kursus sudah mencakup seluruh materi pembelajaran.”
- “My uncle owns a restaurant.” (“Paman saya memiliki sebuah restoran.”)
5. Verbs of State, Measure & Appearance (Kondisi, Ukuran, dan Tampilan)
Verbs of state, measure, and appearance mengacu pada deskripsi sifat fisik, dimensi, nilai, atau tampilan luar suatu objek yang terlihat oleh mata. Karena menggambarkan ciri atau kondisi permanen dari benda tersebut ketimbang sebuah tindakan fisik yang sedang berproses, kelompok kata kerja ini tergolong stative verb dan diekspresikan dalam bentuk simple tense.
Contoh Kata : be, seem, appear, look (tampak), weigh (berbobot), cost, fit, matter.
Contoh kalimatnya :
- “It seems like a great opportunity for career growth.” (“Ini tampaknya menjadi peluang yang bagus untuk pengembangan karier.”)
- “Your effort matters more than the immediate result.” (“Upaya Anda lebih berarti daripada hasil yang segera terlihat.”)
- “He appears happy.” (“Dia tampak bahagia.”)
Baca Juga: Belajar Apa Itu Phrasal Verb dan Penggunaannya dalam Bahasa Inggris
Belajar Penggunaan Auxiliary Verb dan Contoh Penggunaannya dalam Kalimat
Perbedaan Penggunaan Stative Verb dengan Action Verb
Berikut ini adalah perbedaan dalam penggunaan stative verb dan action verb yang disajikan dalam bentuk tabel yang akan lebih mempermudah kamu dalam memahami Dan mempelajari ya :
| Kriteria | Stative Verb | Action Verb (Dynamic Verb) |
| Fokus Utama | Menggambarkan keadaan, kondisi, emosi, atau proses mental yang stabil dan tidak berwujud fisik. | Menggambarkan aksi fisik, kegiatan, atau proses yang dilakukan oleh subjek secara aktif. |
| Bentuk Continuous (-ing) | Umumnya tidak digunakan dalam bentuk continuous/progressive ketika verb tersebut digunakan untuk menyatakan keadaan. | Bisa digunakan dalam bentuk simple maupun continuous/progressive ketika konteks menunjukkan suatu tindakan atau proses. |
| Durasi/Batasan Waktu | Cenderung bersifat konstan, abstrak, dan tidak memiliki titik awal/akhir yang jelas saat dilakukan. | Memiliki titik awal dan akhir aksi yang jelas serta berdurasi secara nyata. |
| Contoh Kata | love, know, believe, understand, belong, fit, want, seem, prefer, cost | run, write, eat, talk, study, build, cook, jump, buy, play |
| Contoh Kalimat Benar | “She knows the answer.” | “He is writing an IELTS essay.” |
Contoh Percakapan dengan Stative Verb
Berikut beberapa contoh percakapan yang menggunakan stative verb dalam situasi sehari-hari. Contoh ini dapat membantu memahami bagaimana kata kerja yang menunjukkan keadaan, perasaan, pikiran, kepemilikan, atau persepsi digunakan secara alami dalam percakapan bahasa Inggris.
1. Percakapan tentang Pendapat
A : “What do you think about this idea?” (“Apa pendapatmu tentang ide ini?”)
B : “I think it is a good idea. I believe it can help our team.” (“Menurutku ini ide yang bagus. Aku percaya ide ini bisa membantu tim kita.“)
Stative verb : think, believe
Kedua kata tersebut menunjukkan pikiran atau pendapat, bukan aktivitas fisik.
2. Percakapan tentang Perasaan
A : “Do you like this restaurant?” (“Apakah kamu suka restoran ini?“)
B : “Yes, I really like the food here. I also love the atmosphere.” (“Ya, aku sangat suka makanannya. Aku juga suka suasananya.“)
Stative verb : like, love
3. Percakapan tentang Pengetahuan
A : “Do you know the answer to this question?” (“Apakah kamu tahu jawaban dari pertanyaan ini?”)
B : “Yes, I know the answer, but I don’t understand the last part.” (“Ya, aku tahu jawabannya, tetapi aku tidak memahami bagian terakhirnya.”)
Stative verb : know, understand
4. Percakapan tentang Kepemilikan
A :”Does Sarah have a car?” (“Apakah Sarah memiliki mobil?”)
B: “Yes, she owns a small electric car.” (“Ya, dia memiliki sebuah mobil listrik kecil.”)
Stative verb : have, own
5. Percakapan tentang Kebutuhan
A : “Do you need any help with the project?” “(Apakah kamu membutuhkan bantuan untuk proyek tersebut?”)
B: “Yes, I need some help with the presentation.” (“Ya, aku membutuhkan bantuan untuk presentasinya”)
Stative verb : need
6. Percakapan tentang Preferensi
A : “Which one do you prefer, tea or coffee?” “(Mana yang lebih kamu sukai, teh atau kopi?”)
B : “I prefer coffee because I like its taste.” “(Aku lebih suka kopi karena aku menyukai rasanya.”)
Stative verb : prefer, like
Baca Juga: 10+ Contoh Kalimat Action Verb Bahasa Inggris yang Bisa Kamu Pelajari
Rangkuman materi di atas telah tersusun dengan sangat rapi dan komprehensif, mencakup definisi, jenis-jenis stative verb, tabel perbandingan dengan action verb, hingga contoh percakapan sehari-hari.
Pemahaman mengenai stative verb ini sangat penting untuk dikuasai agar kamu tidak lagi keliru dalam menyusun kalimat bahasa Inggris yang tepat, terutama saat menghadapi ujian internasional seperti IELTS. Bagi kamu yang ingin mengasah tata bahasa dan meningkatkan skor IELTS secara maksimal, ICAN Learning Centre (ILC) memiliki kelas General English yang siap mendampingi proses belajarmu melalui program bimbingan yang interaktif dan terstruktur bersama para pengajar profesional.





