3 Contoh Aturan Penggunaan S/Es dalam Bahasa Inggris yang Benar

Aturan penambahan ses
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Penambahan akhiran -s dan -es dalam bahasa Inggris sebenarnya cukup simpel dan punya dua peran utama. Pertama, akhiran ini dipasangkan pada kata kerja (verb) ketika kamu menggunakan Simple Present Tense dengan subjek orang ketiga tunggal, yaitu he, she, atau it. Contohnya, kata walk berubah menjadi walks saat kamu mengucapkan “She walks to school.”

Kedua, akhiran ini juga berfungsi untuk mengubah kata benda (noun) tunggal menjadi bentuk jamak alias lebih dari satu. Jadi, saat kamu punya lebih dari satu barang, tinggal tambahkan akhiran tersebut di ujung katanya. Misalnya, satu buku adalah a book, tapi kalau ada tiga buku, bahasanya berubah menjadi three books. Cukup praktis, bukan?

Cara Penggunaan S/Es dalam Bahasa Inggris

Berikut adalah cara dan fungsi utama penggunaan akhiran -s dan -es dalam bahasa Inggris beserta aturan penerapannya dan contohnya untuk mempermudah proses belajar kamu:

1. Penambahan Langsung “-s”

Secara umum, penambahan akhiran -s atau -es baik pada kata kerja (verbs) untuk subjek orang ketiga tunggal (he, she, it) maupun kata benda jamak (plural nouns) memiliki aturan paling mendasar, yaitu cukup menambahkan huruf “-s” secara langsung di akhir kata. Pola ini merupakan aturan baku yang paling sering ditemui dalam bahasa Inggris karena berlaku untuk mayoritas kata dasar.

Aturan penambahan langsung ini dapat dipakai selama sebuah kata tidak memiliki akhiran huruf khusus (seperti -ch, -sh, -x, -z, -s, atau -y yang didahului huruf mati). Jadi, jika suatu kata berakhir dengan huruf konsonan biasa atau huruf vokal standar tanpa pola khusus, kamu bisa langsung menempelkan huruf “-s” dibelakangnya tanpa perlu mengubah atau menambahkan huruf lain pada kata aslinya.

Contoh Kalimatnya :

  • Cat – Cats
    “She has two cats at home.” (Dia punya dua ekor kucing di rumah.)
  • Work – Works
    “He works at a bank.” (Dia bekerja di sebuah bank.)
  • Drink – Drinks
    “My father drinks coffee every morning.” (Ayahku minum kopi setiap pagi.)

2. Penambahan “-es” untuk Huruf Akhir Khusus

Sama seperti aturan sebelumnya, penambahan “-es” digunakan ketika kata kerja (verb) dipasangkan dengan subjek tunggal (he, she, it) atau saat mengubah kata benda (noun) menjadi bentuk jamak (plural). Aturan ini hadir secara khusus untuk menjaga kelancaran pengucapan agar kata tetap terdengar alami saat dilafalkan.

Perbedaannya terletak pada jenis huruf di akhir kata. Aturan ini khusus berlaku untuk kata-kata yang berakhiran bunyi berdesis atau huruf -ch, -sh, -s, -x, -z, serta huruf -o. Dengan menempelkan akhiran “-es” pada kata-kata tersebut, lidah kamu jadi jauh lebih mudah melafalkan perubahan bunyinya tanpa terasa kaku.

Contoh Kalimat: 

  • Watch – Watches (berakhiran -ch)
    “She watches movie every weekend.” (Dia menonton film setiap akhir pekan.)
  • Wash – Washes (berakhiran -sh)
    “He washes his car on Sunday.” (Dia mencuci mobilnya di hari Minggu.)
  • Go – Goes (berakhiran -o)
    “My sister goes to school by bike.” (Adikku pergi ke sekolah naik sepeda.)

3. Perubahan Huruf “-y”

Aturan penambahan akhiran untuk kata yang berakhiran huruf “-y” terbagi menjadi dua kondisi, tergantung pada huruf yang berada tepat di depannya. Jika huruf -y didahului oleh huruf mati (konsonan), maka huruf -y tersebut harus melebur atau diubah terlebih dahulu menjadi huruf -i, baru kemudian ditambahkan akhiran -es (sehingga menjadi -ies).

Sebaliknya, jika huruf -y didahului oleh huruf hidup (vokal: a, e, i, o, u), kamu tidak perlu mengubah huruf -y tersebut. Kamu hanya perlu menempelkan akhiran “-s” secara langsung di belakangnya, sama seperti aturan dasar penambahan kata pada umumnya.

Contoh Kalimat:

  • Study–  Studies (didahului konsonan ‘d’)
    “She studies English every night.” (Dia belajar bahasa Inggris setiap malam.)
  • Cry – Cries (didahului konsonan ‘r’)
    “The baby cries when he is hungry.” (Bayi itu menangis saat dia lapar.)
  • Play – Plays (didahului vokal ‘a’)
    “He plays basketball on Saturday.” (Dia bermain bola basket pada hari Sabtu.)

Baca Juga: Apa Itu He dalam Bahasa Inggris? Ini Fungsi dan Contoh Kalimatnya

Tips Latihan Menguasai Agreement S/Es dalam Bahasa Inggris

Ketika menguasai penggunaan akhiran -s/-es (subject-verb agreement dan bentuk jamak) butuh pembiasaan agar refleks kamu makin tajam. Nah, berikut adalah tips latihan praktis yang bisa kamu terapkan sehari-hari:

1. Rajin Latihan Ubah Kata Kerja

Latihan mengubah kata kerja dasar (infinitive) menjadi bentuk akhiran -s/-es adalah cara yang sangat efektif untuk memperkuat pemahaman aturan tata bahasa ini. Prosesnya cukup sederhana yaitu kamu hanya perlu melihat huruf paling akhir pada kata kerja tersebut, lalu menerapkan aturan penambahan yang sesuai dengan pola hurufnya.

Sebagai gambaran, kata yang berakhiran bunyi berdesis seperti watch akan berubah menjadi watches karena berakhiran -ch. Sementara itu, untuk kata yang berakhiran -y setelah huruf konsonan seperti fly, huruf -y diubah menjadi -i lalu ditambah -es sehingga menjadi flies. Adapun kata kerja biasa tanpa akhiran khusus seperti read cukup ditambahkan -s langsung menjadi reads.

2. Gunakanlah Teknik Kotak Subjek

Teknik Kotak Subjek merupakan latihan praktis yang sangat ampuh untuk melatih kecepatan berpikir dan refleks tata bahasa kamu. Kamu cukup membuat tabel dua kolom di kertas seperti kolom pertama untuk subjek tunggal (He/She/It) yang menggunakan kata kerja berakhiran -s/-es, dan kolom kedua untuk subjek jamak/tunggal khusus (I/You/We/They) yang menggunakan kata kerja bentuk dasar tanpa -s/-es.

Setelah tabel siap, kamu bisa memasukkan berbagai kata kerja secara acak ke dalam kedua kolom tersebut untuk membiasakan otak memilih bentuk kata yang tepat secara instan. Berikut adalah gambaran bentuk tabel yang bisa kamu buat di kertas:

Pakai -S/-ES (He, She, It)Tanpa -S/-ES (I, You, We, They)
She watches TVThey watch TV
He studies hardWe study hard
It runs fastYou run fast
She goes to schoolI go to school

3. Latihan Fill in the Blanks (Isi Titik-Titik)

Metode Fill in the Blanks (isi titik-titik) merupakan cara ampuh berikutnya untuk melatih kepekaan tata bahasa (grammar) dalam Simple Present Tense. Melalui latihan ini, kamu akan terbiasa menganalisis subjek kalimat terlebih dahulu sebelum menentukan apakah kata kerjanya perlu ditambah akhiran -s/-es atau tetap dalam bentuk dasar.

Kamu bisa mencari modul latihan dasar atau lembar kerja (worksheet), lalu fokus melingkari atau mengisi bagian kata kerja yang rumpang. Sebagai gambaran, kamu bisa mencoba melengkapi beberapa kalimat latihan di bawah ini:

  • She ______ (watch) a movie every Sunday. – watches (karena subjek ‘She’ dan kata berakhiran -ch)
  • They ______ (play) football in the afternoon. – play (karena subjek ‘They’ tidak perlu -s/-es)
  • He ______ (study) hard for the exam. – studies (karena subjek ‘He’ dan kata berakhiran konsonan + -y)

4. Ubah Kalimat Sehari-Hari

Metode Ubah Kalimat Sehari-hari adalah latihan kontekstual yang sangat efektif karena langsung menghubungkan tata bahasa dengan aktivitas riil yang kamu lakukan. Caranya, kamu cukup mengambil kalimat sederhana berbahasa Indonesia tentang kegiatan rutin, lalu menerjemahkannya ke bahasa Inggris sambil memeriksa apakah subjeknya tergolong orang ketiga tunggal (he, she, it) yang membutuhkan akhiran -s/-es pada kata kerjanya.

Melalui kebiasaan ini, kamu tidak hanya memperkaya kosakata (vocabulary), tetapi juga melatih refleks otomatis dalam menerapkan aturan Simple Present Tense pada komunikasi sehari-hari.

Berikut beberapa contoh perubahannya:

  • “Ibu memasak di dapur” – Mother cooks in the kitchen (subjek ‘Mother’ / She – kata kerja +s)
  • “Mereka bermain sepak bola setiap sore” – They play football every afternoon (subjek ‘They’ – kata kerja bentuk dasar)
  • “Adikku mencuci tangannya” – My brother washes his hands (subjek ‘My brother’ / He – kata kerja berakhiran -sh +es)

5. Bicaralah dengan Nyaring

Metode Bicara dengan Nyaring (read aloud) sangat penting karena aturan akhiran -s/-es sering kali terlewat saat kita berbicara akibat terlalu fokus pada arti kata. Dengan membaca teks bahasa Inggris secara lantang dan memberikan penekanan ekstra pada bunyi akhiran, kamu sedang melatih memori otot (muscle memory) pada lidah dan bibir agar terbiasa mengucapkan bunyi tersebut secara alami.

Saat berlatih, perhatikan bahwa akhiran ini tidak selalu berbunyi /s/ tajam, melainkan bisa berbunyi /z/ atau /ɪz/ tergantung huruf akhirnya:

  • Bunyi /s/ (setelah konsonan mati): Cats /kæts/, Cooks /kʊks/
  • Bunyi /z/ (setelah vokal atau konsonan hidup): Dogs /dɒɡz/, Plays /pleɪz/
  • Bunyi /ɪz/ (setelah kata berakhiran -ch, -sh, -s, -x, -z): Watches /wɒtʃɪz/, Washes /wɒʃɪz/

Semakin sering kamu menyuarakan bunyi-bunyi ini dengan jelas, makin refleks kamu mengucapkannya dengan tepat saat berbicara tanpa harus berhenti untuk berpikir terlebih dahulu.

Baca Juga: Apa Perbedaan Was dan Were dalam Kalimat Bahasa Inggris? Ini Faktanya!

Menguasai aturan penambahan akhiran -s/-es baik untuk subjek tunggal (Simple Present Tense) maupun kata benda jamak kini jadi jauh lebih mudah lewat pemahaman aturan dasar, perubahan huruf akhir, serta metode latihan praktis seperti read aloud dan subject boxing. Untuk memaksimalkan refleks dan rasa percaya diri dalam berbahasa Inggris secara interaktif dan menyenangkan, kamu bisa langsung bergabung dan mengasah kemampuanmu bersama para pengajar berpengalaman di ICAN Learning Centre (ILC)!.

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru