10+ Kalimat Bahasa Inggris yang Sebaiknya Dihindari di Kantor

10+ Kalimat Bahasa Inggris yang Sebaiknya Dihindari di Kantor
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Dalam lingkungan kerja profesional, cara kamu menyampaikan pesan memiliki bobot yang sama pentingnya dengan isi informasi itu sendiri. Pilihan kata, nada bicara, serta penyusunan kalimat sangat menentukan bagaimana rekan kerja maupun atasan menilai tingkat profesionalisme dan etika kerjamu.

Sayangnya, ada beberapa frasa bahasa Inggris yang tanpa disadari sering digunakan dalam komunikasi sehari-hari padahal dapat memberikan kesan kurang sopan, pasif-agresif, atau kurang menghargai lawan bicara. Memilih ungkapan yang lebih santun dan persuasif tidak hanya merawat hubungan baik antar rekan kerja, tetapi juga memancarkan citra diri yang jauh lebih terpercaya dan profesional.

Berikut adalah 10+ kalimat Bahasa Inggris yang sebaiknya dihindari, alasan di baliknya, serta alternatif frasa yang lebih profesional:

1. “That’s not my job”

Alasan dihindari : Karena kalimat tersebut membuatmu terdengar tidak kooperatif dan enggan bekerjasama dalam tim. Sebagai gantinya, sampaikan secara diplomatis fokus tugasmu saat ini atau arahkan ke rekan tim yang tepat.

Contoh : “I can’t do that. That’s not my job.”

Ganti dengan : “I think Ziya might be better suited for this, but I’m happy to help connect you.” (Menurut saya, Ziya mungkin lebih cocok untuk hal ini, tapi saya dengan senang hati membantu menghubungkan Anda.)

Atau, kamu juga bis menggantinya dengan:

“This falls outside my current responsibilities, but I can help you find the right person to assist.”
(Hal ini berada di luar tanggung jawab saya saat ini, tetapi saya bisa membantu Anda menemukan orang yang tepat.)

2. “I don’t know”

Alasan dihindari: Mengucapkan kalimat tersebut begitu saja tanpa diiringi solusi atau langkah lanjutan dapat membuatmu terlihat kurang kompeten dan enggan berusaha mencari tahu. Sebagai gantinya, tunjukkan inisiatif profesional dengan mengatakan bahwa kamu akan segera mencari informasinya dan segera memberi kabar kembali.

Contoh : “When is the deadline? I don’t know.”

Ganti dengan : “That’s a good question. Let me find out and get back to you by [Time/Day].” (Itu pertanyaan yang bagus. Izinkan saya mencari tahu dan mengabari Anda kembali pada [Waktu/Hari].)

3. “As I mentioned before…” / “Per my last email…”

Alasan dihindari :  Menggunakan frasa ini sangat disayangkan karena sering kali terdengar agresif atau pasif-agresif, seolah-olah kamu sedang menyalahkan lawan bicara atas ketidaktelitian mereka. Alih-alih terkesan menyudutkan, sebaiknya sampaikan kembali poin penting tersebut secara santun dan jelas untuk menjaga komunikasi tetap positif dan profesional.

Contoh: “As I mentioned before, the project is delayed.”

Ganti dengan: “To clarify…” atau “Just to reconfirm, the details are…” (Untuk memperjelas…” atau “Sekadar menegaskan kembali, detailnya adalah…”)

4. “But we’ve always done it this way”

Alasan dihindari : Menggunakan frasa ini sebaiknya dihindari karena mencerminkan sikap kaku, takut akan perubahan, serta resisten terhadap inovasi maupun efisiensi baru. Daripada menolak ide baru, tunjukkan sikap terbuka dengan mendiskusikan peluang perbaikan demi hasil tim yang lebih optimal.

Contoh : “Why change the system? We’ve always done it this way.”

Ganti dengan : “That’s an interesting approach. Let’s look at how it compares to our current process.” (Itu pendekatan yang menarik. Mari kita lihat bagaimana perbandingannya dengan proses kita saat ini.)

5. “I’ll try”

Alasan dihindari : Karena menyiratkan kemungkinan untuk gagal serta menunjukkan kurangnya rasa percaya diri dan komitmen. Alih-alih terkesan ragu-ragu, tunjukkan profesionalisme dengan menyatakan komitmen yang jelas atau memberikan kepastian mengenai tindakan yang akan kamu ambil.

Contoh : “I’ll try to finish the report by tomorrow.”

Ganti dengan : “I’ll do my best to complete the report by tomorrow. I’ll let you know as soon as possible if there are any delays.”
(Saya akan berusaha sebaik mungkin menyelesaikan laporan besok. Saya akan segera memberi tahu jika ada keterlambatan.)

6. “No offense, but…”

Alasan dihindari : Sebaiknya dihindari karena justru menjadi sinyal kuat bahwa kamu akan menyampaikan masukan yang menyinggung atau mengkritik secara kasar. Alih-alih melunakkan suasana, ungkapan ini sering kali membuat lawan bicara langsung bersikap defensif, jadi cobalah menyampaikan kritik secara objektif, konstruktif, dan fokus pada solusi tanpa menggunakan frasa pembuka tersebut.

Contoh : “No offense, but your presentation was too long.”

Ganti dengan : Langsung fokus pada umpan balik konstruktif, misalnya: “For the next presentation, we could make it more impactful by reducing the slides.” (Untuk presentasi berikutnya, kita bisa membuatnya lebih berdampak dengan mempersingkat slide.)

Baca Juga: 10+ Contoh Small Talk Bahasa Inggris di Kantor dan Artinya
10+ Istilah Profesional Untuk Mengganti Kata ‘Very’ di Dunia Kerja

7. “You should have…”

Alasan dihindari : Frasa ini sebaiknya dihindari karena terlalu berfokus pada penyesalan masa lalu dan terdengar sangat menghakimi atau menyalahkan orang lain (blaming). Alih-alih membuat lawan bicara defensif dengan mengungkit kesalahan yang sudah terjadi, fokuslah pada solusi ke depan dan langkah perbaikan yang bisa dilakukan bersama.

Contoh : “You should have told me about the budget cut earlier.”

Ganti dengan : Fokus pada solusi masa depan: “Moving forward, let’s ensure we share budget updates as soon as they are available.” (Ke depannya, mari kita pastikan untuk membagikan pembaruan anggaran segera setelah tersedia.)

8. “It’s not fair”

Alasan dihindari : Frasa ini sebaiknya dihindari karena menyampaikan keberatan hanya sebagai keluhan tanpa menjelaskan alasan atau fakta pendukung. Penting untuk selalu menyampaikan keberatan secara objektif, menjelaskan fakta yang relevan dan meminta klarifikasi mengenai keputusan yang dipertanyakan.

entingnya menyampaikan keberatan secara objektif, menjelaskan fakta yang relevan, dan meminta klarifikasi mengenai keputusan yang dipertanyakan. 

Contoh : “Why did he get the promotion? It’s not fair.”

Ganti dengan : Ajukan pertanyaan berbasis data/perkembangan karier: “I’d love to understand what specific milestones I need to achieve to be considered for the next promotion.” (Saya ingin memahami tonggak pencapaian spesifik apa yang perlu saya capai agar dapat dipertimbangkan untuk promosi berikutnya.)

9. “I don’t care” / “Whatever”

Alasan dihindari : Frasa ini sebaiknya dihindari karena menunjukkan sikap apatis, tidak sopan, dan tidak menghargai pendapat atau keputusan yang telah diambil bersama dalam tim. Alih-alih bersikap acuh tak acuh, tunjukkan keterlibatan aktif dengan menyampaikan masukan yang konstruktif atau mendiskusikan alternatif solusi secara profesional.

Contoh : “Which design do you prefer? I don’t care.”

Ganti dengan : “I’m fine with either option, but I think the first one might align better with our goal.” (Saya tidak masalah dengan kedua pilihan tersebut, tetapi menurut saya pilihan pertama mungkin lebih sejalan dengan tujuan kita.)

atau “I trust your judgment on this.” (Saya mempercayai penilaian Anda mengenai hal ini.) untuk pilihan yang lebih sederhana, kamu bisa bilang “Either option works for me.” (Keduanya cocok bagi saya.)

10. “This might be a stupid question, but…”

Alasan dihindari : Frasa ini sebaiknya dihindari karena merendahkan diri sendiri bahkan sebelum kamu selesai berbicara. Menggunakan ungkapan semacam ini dapat seketika merusak kredibilitas dan mengikis rasa percaya diri di mata rekan kerja maupun atasan, sehingga ide bagus yang kamu sampaikan justru terdengar kurang berbobot.

Contoh : “This might be a stupid question, but how do we log into the new system?”

Ganti dengan : Langsung tanyakan dengan percaya diri: “Could you please clarify how we log into the new system?” atau “I have a quick question about…” (“Bisakah Anda menjelaskan bagaimana cara masuk ke sistem baru ini?” atau “Saya punya pertanyaan singkat tentang…”)

11. “He/She is lazy/incompetent” (Gossip)

Alasan dihindari : Frasa ini sebaiknya dihindari karena membicarakan keburukan rekan kerja dapat merusak budaya kerja profesional (toxic) dan menciptakan lingkungan yang tidak sehat. Selain menurunkan rasa saling percaya dalam tim, kebiasaan ini juga berisiko tinggi berbalik menyerang dan merusak reputasimu sendiri di mata atasan maupun rekan bisnis.

Contoh : “Don’t work with him, he is so lazy.”

Ganti dengan : Fokus pada hambatan kerja secara objektif jika memang mempengaruhi performa kamu: “I’m experiencing some delays in receiving the data, which is impacting the timeline.” (Saya mengalami sejumlah kendala keterlambatan dalam menerima data, yang berdampak pada jadwal pelaksanaan.)

12. “I don’t have time for this”

Alasan dihindari : Frasa ini sebaiknya dihindari karena terdengar kasar dan seolah-olah menganggap urusan atau masalah rekan kerja tidak penting. Alih-alih terkesan tidak peduli, tunjukkan empati dan profesionalisme dengan menyampaikan bahwa kamu memahami situasinya, sembari menjelaskan batasan atau skala prioritas pekerjaanmu saat ini secara santun.

Contoh : “I can’t talk right now, I don’t have time for this.”

Ganti dengan : “I’m currently tied up with a tight deadline, but I’d love to discuss this. Can we connect at [Time/Day]?” (Saat ini saya sedang sibuk mengejar tenggat waktu yang ketat, tetapi saya sangat ingin membahas hal ini. Bisakah kita berkomunikasi pada [Waktu/Hari]?)

Baca Juga: Business English Vocabulary yang Sering Kamu Temui di Dunia Kerja

Menghindari frasa-frasa yang kurang tepat bukan hanya soal menjaga etika, melainkan strategi penting untuk membangun citra diri yang profesional, komunikatif, dan dipercaya di lingkungan kerja internasional. Pilihan kata yang santun dan diplomatis akan membantumu menyampaikan ide dengan lebih efektif tanpa memicu konflik atau kesalahpahaman.

Jika kamu ingin mengasah keterampilan berbahasa Inggris bisnis dan melatih komunikasi profesional secara lebih percaya diri, ICAN Learning Centre (ILC) hadir menyediakan program pelatihan interaktif yang siap membimbingmu menguasai kosakata serta etika komunikasi terbaik di dunia kerja global.

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru