Memahami pembentukan passive voice pada dasarnya sangat sederhana jika kamu membayangkan posisi antar kata yang sedang bertukar peran. Langkah pertamanya adalah mengubah fokus kalimat dengan menggeser posisi objek pada kalimat aktif untuk dijadikan subjek utama di kalimat pasif. Setelah subjek baru dipasang, kamu tinggal menyelipkan rumus utamanya, yaitu kombinasi To Be yang disesuaikan dengan tense kalimat bersama dengan kata kerja bentuk ketiga (Verb 3).
Sebagai pelengkap, kamu bisa menambahkan frasa by yang diikuti oleh pelaku tindakan di bagian paling akhir kalimat. Namun, keberadaan keterangan pelaku ini bersifat opsional artinya bisa dicantumkan jika pelakunya penting, atau dihilangkan begitu saja jika fokus utama kalimat memang hanya pada tindakan dan penerima aksinya. Dengan memahami alur perpindahan posisi dan rumus dasar ini, kamu bisa mengubah kalimat aktif ke pasif dengan sangat intuitif.
Berikut adalah 10 cara dan panduan efektif untuk membuat kalimat passive voice bahasa Inggris secara tepat:
1. Kuasai Rumus Dasarnya
Cara paling efektif membuat passive voice adalah memindahkan penerima aksi ke depan sebagai subjek baru, lalu menerapkan rumus dasarnya yaitu Subject + Be + Verb 3. Kuncinya ada pada perubahan be yang wajib disesuaikan dengan tense dan jumlah subjeknya seperti is/am/are untuk masa kini, was/were untuk masa lalu, atau will be untuk masa depan.
Setelah menentukan be dan mengubah kata kerja utamanya menjadi Verb 3, kamu tinggal menambahkan pelaku di akhir kalimat menggunakan by (contoh: by Heri). Pelaku ini bahkan boleh dihilangkan jika tidak penting atau sudah jelas, sehingga kalimat kamu bisa tetap fokus pada hasil aksinya.
2. Sesuaikan Bentuk To Be dengan Tense Kalimat
Kunci utama keberhasilan membuat passive voice terletak pada perubahan bentuk to be sesuai dengan tense yang digunakan, sebab kata kerja utamanya akan selalu tetap berbentuk Verb 3. kamu tinggal menyesuaikan waktunya: gunakan is/am/are untuk masa kini (present), was/were untuk masa lalu (past), will be untuk masa depan (future), selipkan being jika sedang berlangsung (continuous), serta tambahkan been untuk aksi yang sudah selesai (perfect).
- Simple Present: am / is / are + Verb-3 (is cleaned)
- Simple Past: was / were + Verb-3 (was cleaned)
- Present Continuous: am / is / are + being + Verb-3 (is being cleaned)
- Present Perfect: has / have + been + Verb-3 (has been cleaned)
- Future (Will): will + be + Verb-3 (will be cleaned)
3. Gunakan Hanya pada Transitive Verbs
Ingat bahwa passive voice hanya bisa diterapkan pada kata kerja transitif (transitive verbs), yaitu kata kerja yang memerlukan objek langsung agar kalimatnya utuh. Alasannya sederhana agar proses membuat kalimat pasif dilakukan dengan memindahkan objek di kalimat aktif menjadi subjek baru. Jika sebuah kata kerja tidak memiliki objek, maka tidak ada unsur yang bisa dipindahkan ke depan untuk dijadikan fokus utama.
Sebaliknya, kata kerja intransitif (intransitive verbs) yang berdiri sendiri tanpa objek sama sekali tidak bisa diubah ke bentuk pasif. Tidak adanya objek yang mengenai aksi membuat bentuk pasifnya tidak dapat dibentuk secara tata bahasa. Memahami perbedaan dasar ini sangat penting agar kamu terhindar dari kesalahan saat mencoba memasifkan kata kerja yang sebenarnya tidak bisa dipasifkan.
Salah: An accident was happened yesterday.
Benar: An accident happened yesterday.
4. Sederhanakan Kalimat dengan Menghapus By-Agent
Aturan ini membuat kalimat pasif kamu akan jauh lebih efektif dan hemat kata. Penggunaan by-agent (seperti by John atau by the police) sebenarnya bersifat opsional dan sebaiknya dihapus jika identitas pelaku memang tidak diketahui, dianggap tidak penting, atau sudah sangat jelas dari konteks kalimatnya.
Dengan menghilangkan pelaku yang tidak relevan, fokus kalimat akan sepenuhnya tertuju pada aksi dan penerima aksi itu sendiri. Hasilnya, kalimat pasif yang kamu tulis akan terasa lebih alami, lugas, dan langsung pada inti informasi.
Tidak perlu agent: My car was stolen. (Pelaku tidak diketahui)
Tidak perlu agent: English is spoken around the world. (Pelaku sudah umum/jelas)
5. Tangani Kalimat dengan Dua Objek
Ketika kalimat aktif memiliki dua objek yaitu objek tidak langsung (Indirect Object, biasanya berupa orang) dan objek langsung (Direct Object, biasanya berupa benda) maka kamu memiliki fleksibilitas untuk memilih objek mana yang ingin dijadikan subjek utama di kalimat pasif. Menjadikan orang (Indirect Object) sebagai subjek pasif umumnya merupakan pilihan yang paling sering digunakan karena struktur ini terdengar jauh lebih alami dan halus dalam percakapan maupun penulisan sehari-hari.
Namun, jika kamu memilih untuk menjadikan benda (Direct Object) sebagai subjek pasif, kamu perlu menambahkan kata depan (preposition) seperti to atau for sebelum menyebutkan penerima aksinya. Kedua variasi ini secara tata bahasa sama-sama benar, sehingga kamu bebas menyesuaikan variasi mana yang paling tepat untuk menekankan bagian informasi yang ingin ditonjolkan.
Aktif: She gave me (Indirect) a book (Direct).
Pasif 1 (Lebih alami): I was given a book by her.
Pasif 2: A book was given to me by her.
Baca Juga:
Ciri Ciri Passive Voice
6. Pahami Aturan Modal Auxiliaries
Ketika kalimat aktif menggunakan modal auxiliaries (seperti can, must, should, may, atau have to), pembentukan kalimat pasifnya menjadi sangat sederhana. kamu hanya perlu menyisipkan kata be tepat setelah kata modal tersebut, lalu mengikutinya dengan kata kerja bentuk ketiga (Verb 3).
Aturan dasar ini berlaku sama untuk semua jenis modal tanpa mengubah bentuk modal itu sendiri. Karakteristik khas dari rumus ini adalah kata be akan selalu ditulis dalam bentuk dasarnya (tidak berubah menjadi is/am/are atau was/were), sehingga kamu dapat menyusun struktur pasifnya secara cepat dan konsisten.
Aktif: You must submit the report today.
Pasif: The report must be submitted today.
7. Gunakan Bentuk Passive Continuous untuk Aksi yang Sedang Berlangsung
Untuk menggambarkan aksi yang sedang berlangsung, passive continuous menjadi pilihan yang tepat. kamu cukup menyisipkan kata being tepat di antara to be utama dan kata kerja bentuk ketiga (Verb 3).
Kehadiran being inilah yang menegaskan bahwa suatu tindakan sedang atau tengah dikenakan pada subjek, baik pada momen saat ini maupun pada momen spesifik di masa lalu. Tanpa kata tersebut, kalimat akan kehilangan makna proses yang sedang berjalan.
Present Continuous: The house is being painted right now.
Past Continuous: The car was being repaired when I arrived.
8. Perhatikan Kesesuaian Subjek Baru
Penyesuaian kata kerja (to be) harus selalu mengacu pada subjek baru di kalimat pasif, bukan subjek lama dari kalimat aktif. Hal ini dinamakan Subject-Verb Agreement, di mana bentuk tunggal (singular) atau jamak (plural) dari subjek barulah yang menentukan bentuk to be yang akan digunakan.
Jika objek yang dipindahkan ke depan bersifat tunggal, maka to be yang dipakai wajib berbentuk tunggal. Sebaliknya, jika objek tersebut bersifat jamak, maka to be harus diubah ke bentuk jamak, meskipun subjek lamanya berbentuk tunggal.
Aktif: He wrote three books. (Subjek awal He = tunggal)
Pasif: Three books were written by him. (Subjek baru Three books = jamak, maka gunakan were)
9. Gunakan Pasif Impersonal untuk Opini Umum
Struktur pasif impersonal (impersonal passive) adalah teknik penulisan formal untuk menyampaikan pendapat, kepercayaan, atau klaim umum tanpa harus menyebutkan siapa sumber spesifiknya. Terdapat dua pilihan pola utama yaitu menggunakan awalan kata penunjuk netral yang diikuti klausul pelengkap, atau menjadikan topik utamanya sebagai subjek yang disusul oleh bentuk kata kerja dasar (to-infinitive).
Penerapan struktur ini sangat bermanfaat dalam penulisan akademis, jurnalistik, maupun laporan resmi untuk menjaga nada tulisan tetap netral dan objektif. Dengan mengalihkan fokus dari individu pembawa pesan ke isi gagasan itu sendiri, tulisan kamu akan terasa lebih profesional dan berbobot.
Aktif: People believe that the project is successful.
Pasif: It is believed that the project is successful.
Pasif: The project is believed to be successful.
10. Kenali Bentuk Pasif pada Gerund dan Infinitive
Bentuk pasif juga dapat diterapkan pada pola gerund dan infinitive ketika tindakan yang digambarkan dikenakan pada kata benda atau kata ganti terkait, bukan dilakukan olehnya.
Untuk pola gerund : being + Verb 3,
Sedangkan untuk pola infinitive : to be + Verb 3.
Penggunaan kedua pola pasif ini memungkinkan kamu untuk menyusun kalimat yang lebih kompleks dan bervariasi. Struktur ini sangat berguna saat kamu ingin menyatakan harapan, perasaan, atau kebutuhan yang objek utamanya menerima suatu tindakan dari pihak lain.
Passive Infinitive: He wants to be invited to the party.
Passive Gerund: She hates being ignored.
Baca Juga:
Aturan Penggunaan Passive Voice
Menguasai passive voice kini terasa jauh lebih mudah dengan memahami 10 aturan kunci di atas, mulai dari penguasaan rumus dasar, penyesuaian to be, hingga penggunaan variasi seperti impersonal passive serta gerund/infinitive. Bagi kamu yang ingin makin percaya diri dan mahir menerapkan seluruh aturan tata bahasa Inggris secara praktis, ICAN Learning Centre (ILC) hadir menyediakan program bimbingan belajar bahasa Inggris interaktif yang dirancang khusus untuk membantu kamu dalam menguasai setiap materi grammar dengan cepat dan tepat.





