Correlative conjunctions itu ibarat “partner duet” dalam kalimat. Mereka nggak bisa tampil sendirian karena tugasnya memang untuk menghubungkan dua hal yang setara. Misalnya, kalau kamu pakai both…and, kamu lagi bilang kalau dua-duanya oke, seperti “Both coffee and tea are fine” (Kopi dan teh sama-sama oke). Intinya, apa yang kamu taruh di sebelah kata pertama, harus seimbang tipenya dengan apa yang ada di sebelah kata kedua. Kalau di kiri kata benda, di kanan juga harus kata benda supaya kalimatmu nggak “pincang”.
Selain itu, pasangan ini jago banget buat urusan pilih-memilih atau kasih kejutan. Pakai either…or kalau kamu lagi galau milih satu dari dua pilihan, atau neither…nor kalau kamu mau menolak dua-duanya secara elegan. Nah, kalau mau pamer sedikit, gunakan not only…but also supaya poin yang kamu sampaikan terasa lebih wah. Dengan pasangan-pasangan ini, kalimatmu nggak cuma rapi, tapi juga punya struktur yang mantap dan enak dibaca.
Contoh Correlative Conjunctions
Correlative conjunctions adalah kata hubung berpasangan yang digunakan untuk menghubungkan dua elemen kalimat yang memiliki kedudukan tata bahasa yang sama (paralel). Jika satu kata muncul, pasangannya harus mengikuti agar kalimat tersebut benar secara gramatikal. Berikut adalah beberapa contoh populer beserta penggunaannya:
Both … and … (Keduanya … dan …)
Kalau kamu ingin bilang dua hal sama-sama penting atau terlibat tanpa harus memilih salah satu, both…and adalah pasangan yang paling pas. Kata hubung ini bertugas menggabungkan dua unsur yang setara baik itu orang, benda, maupun sifat dan memberikan penekanan bahwa keduanya masuk dalam satu paket pernyataan.
Contohnya:
- She is both a singer and a songwriter.
- The food was both delicious and affordable.
- Both my mother and my father love gardening.
- I can speak both Indonesian and English.
- The movie was both exciting and terrifying.
Either … or … (Baik … atau …)
Either…or adalah pasangan kata hubung yang digunakan saat kamu dihadapkan pada dua pilihan, di mana kamu harus memilih salah satu di antaranya. Pola ini menekankan bahwa hanya ada satu kemungkinan yang akan terjadi atau dipilih dari dua opsi yang tersedia.
Contohnya :
- You can either have ice cream or cake for dessert.
- Either Sam or Sarah will pick you up at the airport.
- We can either walk to the park or take a bus.
- Either you finish your homework now or you can’t watch TV.
- You can choose either the blue shirt or the red one.
Neither … Nor (Tidak … maupun …)
Kalau sebelumnya kita bicara soal pilihan, neither…nor adalah versi “penolakan total”. Pasangan ini digunakan untuk menunjukkan bahwa tidak ada satupun dari dua pilihan yang benar, terjadi, atau dipilih. Jadi, kalau kamu ingin bilang “A enggak, B juga enggak,” inilah rumusnya. Kalimat ini secara otomatis bermakna negatif, jadi kamu tidak perlu lagi menambahkan kata not.
Contohnya :
- Neither the food nor the drinks were expensive.
- I neither like spicy food nor sour food.
- Neither my brother nor my sister can swim.
- The hotel was neither clean nor comfortable.
- Neither you nor I am responsible for this mess.
Not only … but also … (Tidak hanya … tapi juga …)
Pasangan yang satu ini adalah cara terbaik membuat kalimat menjadi lebih dramatis. Not only…but also digunakan untuk menggabungkan dua hal, tapi dengan memberikan penekanan lebih pada poin kedua agar terdengar lebih impresif atau mengejutkan.
Contohnya :
- She is not only a talented artist but also a great teacher.
- He not only finished the race but also broke the record.
- The car is not only fast but also very fuel-efficient.
- They not only visited Bali but also went to Lombok.
- The cake is not only beautiful to look at but also delicious to eat.
Whether … or … (Apakah … atau …)
Whether…or adalah pasangan kata hubung yang digunakan untuk menyatakan dua kemungkinan dalam situasi yang penuh keraguan atau ketika hasilnya tidak akan berubah apapun pilihannya. Berbeda dengan either…or yang meminta kamu memilih, whether…or lebih fokus pada fakta bahwa ada dua kondisi yang sedang dipertimbangkan.
Contohnya :
- I’m not sure whether I should stay or go.
- Whether you like it or not, you have to eat your vegetables.
- She hasn’t decided whether to buy the laptop or the tablet.
- Whether we win or lose, we should be proud of our hard work.
- Tell me whether you want to go now or later.
Baca Juga: Ungkapan Kalimat Preference dalam Bahasa Inggris, Ini Contoh Penggunaannya!
Fungsi Correlative Conjunction
Secara mendasar, fungsi utama Correlative Conjunctions adalah sebagai “lem” yang menghubungkan dua elemen kalimat yang memiliki kedudukan setara atau paralel. Berbeda dengan kata hubung biasa, konjungsi ini selalu datang berpasangan. Berikut adalah rincian fungsinya berdasarkan konteks penggunaannya:
1. Menunjukkan Hubungan Sejajar
Fungsi paling penting dari konjungsi korelatif adalah menunjukkan hubungan sejajar (parallelism) dengan memastikan dua ide atau elemen dalam satu kalimat memiliki bobot tata bahasa yang identik. Melalui struktur yang berpasangan, konjungsi ini menyeimbangkan elemen kalimat sehingga terdengar lebih logis, ritmis, dan profesional, sebagai contoh, jika elemen pertama menggunakan kata benda (noun), maka elemen kedua wajib menggunakan kata benda pula.
Dengan menjaga konsistensi bentuk gramatikal ini, konjungsi korelatif efektif menghilangkan ambiguitas dan memperkuat penekanan pada setiap poin yang disampaikan.
2. Menyajikan Pilihan atau Alternatif
Fungsi selanjutnya dari konjungsi korelatif adalah menyajikan pilihan atau alternatif, yang digunakan secara khusus untuk menawarkan dua opsi atau kemungkinan dalam satu pernyataan. Dengan menggunakan pasangan kata seperti either… or… (baik… maupun…) atau whether… or… (apakah… atau…), pembaca atau pendengar diarahkan untuk memahami bahwa hanya ada satu dari dua pilihan yang berlaku atau perlu dipertimbangkan. Penggunaan ini tidak hanya memperjelas opsi yang tersedia, tetapi juga memberikan struktur yang tegas dan sistematis dalam proses pengambilan keputusan atau penyampaian informasi yang bersifat kontradiktif.
3. Menolak Dua Kemungkinan Sekaligus
Selain itu, konjungsi korelatif berfungsi untuk menolak dua kemungkinan sekaligus, yang digunakan ketika kamu ingin menyatakan secara tegas bahwa tidak ada satupun dari dua pilihan yang tersedia itu berlaku atau benar. Dengan menggunakan pasangan kata seperti neither… nor… (baik… maupun… tidak), struktur ini memberikan efek negasi ganda yang kuat dan efisien dalam satu kalimat tunggal.
Penggunaan fungsi ini membantu menciptakan pernyataan yang lugas dan menghindari pengulangan kata negatif yang berlebihan, sehingga penyampaian informasi mengenai penolakan atau ketiadaan opsi menjadi jauh lebih elegan dan mudah dipahami.
4. Memberikan Penekanan Tambahan
Konjungsi korelatif juga berfungsi untuk memberikan penekanan tambahan, yang digunakan untuk menyoroti bahwa suatu subjek memiliki lebih dari satu fakta, kualitas, atau peran secara bersamaan. Dengan memanfaatkan pasangan kata seperti not only… but also… (tidak hanya… tetapi juga…), fungsi ini memungkinkan kamu untuk menyusun informasi secara akumulatif untuk menciptakan efek kekaguman atau urgensi.
Struktur ini tidak sekadar menambahkan informasi, tetapi secara strategis menempatkan bobot lebih pada poin kedua untuk memperkuat argumen dan memberikan kesan bahwa karakteristik yang disebutkan melampaui ekspektasi dasar pembaca.
5. Menggabungkan Dua Subjek atau Objek
Terakhir, konjungsi korelatif berfungsi untuk menggabungkan dua subjek atau objek guna menegaskan bahwa kedua elemen tersebut terlibat secara bersamaan dalam suatu aksi atau kondisi. Dengan menggunakan pasangan kata seperti both… and… (baik… maupun…), fungsi ini memberikan kedudukan yang setara bagi dua entitas sehingga tidak ada satupun yang dianggap lebih dominan dalam kalimat tersebut.
Penggunaan struktur ini sangat efektif untuk menciptakan kesan kesatuan dan kelengkapan informasi, memastikan pembaca memahami bahwa keterlibatan kedua hal tersebut bersifat kolektif dan tidak terpisahkan.
Baca Juga: Ketahui Penggunaan Question Tag yang Tepat dan Contoh Kalimatnya
Secara keseluruhan, correlative conjunctions merupakan pasangan kata hubung esensial yang berfungsi menciptakan keseimbangan gramatikal, memberikan pilihan, menegaskan negasi, hingga menambah penekanan pada sebuah kalimat agar terdengar lebih profesional dan logis. Penguasaan struktur seperti ini sangat penting bagi siapa pun yang ingin meningkatkan kemampuan menulis dan berbicara dalam bahasa Inggris secara fasih.
Di ICAN Learning Centre (ILC), kamu bisa mendalami materi tata bahasa secara komprehensif melalui metode pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan. Bersama para tutor berpengalaman di ILC, penggunaan struktur kompleks seperti konjungsi korelatif akan terasa lebih mudah dipahami, sehingga kamu dapat berkomunikasi dengan jauh lebih percaya diri dan sistematis baik dalam konteks akademis maupun profesional.





