Grammar Errors yang Paling Sering Muncul di IELTS Writing dan Cara Mengatasinya

Grammar Errors yang Paling Sering Muncul di IELTS Writing dan Cara Mengatasinya
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Kesalahan grammar merupakan salah satu hal yang perlu diperhatikan saat mempersiapkan IELTS Writing. Beberapa kesalahan yang umum terjadi meliputi ketidaksesuaian subjek dan kata kerja (subject-verb agreement), penggunaan tenses yang tidak tepat, kesalahan artikel (a, an, dan the), pemilihan bentuk kata (word form), serta struktur kalimat yang tidak sejajar (parallel structure).

Selain itu, penggunaan kalimat kompleks tanpa memahami struktur dasarnya dapat menyebabkan kesalahan seperti sentence fragments atau kalimat yang tidak lengkap, serta penggunaan kata hubung (conjunctions) yang kurang tepat. Jika dibiarkan, kesalahan-kesalahan ini dapat mempengaruhi aspek Grammatical Range and Accuracy dalam penilaian IELTS Writing.

Kabar baiknya, kesalahan tersebut bisa dikurangi dengan beberapa tips efektif. Yuk, kenali beberapa grammar error dan cara mengatasinya, di sini!

1. Subject-Verb Agreement (Ketidaksesuaian Subjek dan Kata Kerja)

Masalah Subject-Verb Agreement biasanya terjadi karena mata kamu terkecoh oleh kata benda yang berada paling dekat dengan kata kerja, padahal itu cuma frasa penjelas. Misalnya pada kalimat “The list of new rules…”, banyak orang refleks memakai kata kerja jamak karena melihat kata “rules”, padahal subjek utamanya adalah “list” yang bersifat tunggal.

Cara paling gampang buat mengatasinya adalah dengan mencari inti subjeknya terlebih dahulu dan mengabaikan frasa tambahan di tengahnya (seperti frasa yang diawali kata of, with, atau including). Selain itu, biasakan melakukan cek ulang pada kalimat panjang dengan menutup frasa penjelas tersebut secara mental, lalu pastikan kata kerjanya sudah pas berpasangan dengan subjek utamanya.

Contoh  : 

  • Salah : The number of students who study abroad have increased.
  • Benar : The number of students who study abroad has increased.

2. Incorrect Tense Usage (Penggunaan Tenses yang Tidak Tepat)

Kesalahan penggunaan tenses biasanya muncul karena peserta kurang jeli melihat konteks waktu dari data atau argumen yang ditulis. Di Task 1, grafik dengan tahun yang sudah lewat (misalnya data tahun 2010) wajib menggunakan past tense, namun banyak peserta secara tidak sadar tetap menulisnya memakai present tense. Sementara di Task 2, masalahnya sering berupa tense yang berubah-ubah secara acak di tengah paragraf tanpa alasan waktu yang jelas.

Cara mudah mengatasinya adalah dengan menetapkan “jangkar waktu” sebelum mulai menulis. Untuk Task 1, selalu cek rentang tahun pada judul atau sumbu grafik terlebih dahulu, gunakan past tense untuk data masa lalu, present tense untuk data umum/saat ini, dan pola future (seperti is predicted to) untuk proyeksi masa depan. Untuk Task 2, gunakan present tense sebagai standar utama saat menyampaikan opini atau fakta umum, dan hanya beralih ke past tense jika kamu sedang memberikan contoh kejadian spesifik di masa lalu.

Contoh : 

  • Salah : In 1990, the sales of cars rise sharply.
  • Benar : In 1990, the sales of cars rose sharply.

3. Article Errors (Kesalahan Penggunaan A, An, The)

Kesalahan penggunaan artikel (a, an, the) sering terjadi karena Bahasa Indonesia tidak memiliki sistem artikel seperti Bahasa Inggris. Akibatnya, peserta sering lupa menaruh artikel the untuk kata benda yang spesifik, unik, atau sudah jelas konteksnya (seperti the government, the environment, atau the internet). Di sisi lain, ada juga kesalahan menempelkan artikel a/an pada uncountable nouns yang sejatinya tidak bisa dihitung (seperti an information atau an advice).

Cara praktis mengatasinya adalah dengan mengingat dua aturan dasar inia adalah pertama, gunakan a/an khusus untuk kata benda tunggal yang bisa dihitung (countable singular) saat pertama kali disebut secara umum. Kedua, gunakan the untuk benda yang sudah spesifik, unik di dunia, atau pernah disebutkan sebelumnya. Untuk uncountable nouns, hindari a/an dan gunakan kata penunjuk jumlah jika ingin menghitungnya (misalnya a piece of advice atau a set of information).

Contoh : 

  • Salah: Government should invest more money in an education.
  • Benar: The government should invest more money in education.

Baca Juga: Cara Mengerjakan IELTS Writing Task 2
IELTS Writing Tips: Panduan dan Cara Belajar Paling Efektif

4. Kesalahan bentuk kata (poor word form atau part of speech confusion)

Kesalahan word form atau part of speech confusion sering banget terjadi karena peserta fokus pada arti kata tanpa memperhatikan fungsinya dalam struktur kalimat. Contohnya, menggunakan kata sifat (adjective) padahal kalimatnya butuh kata benda (noun), seperti menulis “They live in happy” yang seharusnya “They live in happiness”, atau “It is a depend issue” yang harusnya “dependable/dependent”.

Cara ampuh mengatasinya adalah dengan mengenali posisi dasar kelas kata dalam pola kalimat Bahasa Inggris. Ingat bahwa kata benda (noun) biasanya berada di posisi subjek/objek atau setelah artikel (a/an/the), kata sifat (adjective) bertugas menjelaskan noun, sedangkan kata keterangan (adverb) menjelaskan verb atau adjective. Selalu biasakan mengecek akhiran kata (suffix) saat proofreading untuk memastikan kelas katanya sudah pas dengan posisinya di dalam kalimat.

Contoh : 

  • Salah : The new policy will bring a lot of beneficial to society.
  • Benar : The new policy will bring a lot of benefit to society.

5. Kesejajaran struktur (parallel structure atau parallelism)

Kesalahan parallel structure atau kesejajaran struktur terjadi saat kamu menggabungkan dua atau lebih kata, frasa, atau klausa dalam satu deretan, tetapi menggunakan bentuk kata (part of speech) yang berbeda-beda. Contoh yang sering ditemui adalah mencampur kata kerja berbentuk -ing dengan kata kerja dasar (infinitive).

Cara mudah mengatasinya adalah dengan memastikan semua kata dalam daftar atau perbandingan memiliki pola tata bahasa yang seragam. Jika kata pertama berbentuk noun, kata berikutnya harus noun; jika menggunakan bentuk -ing, maka seluruh kata kerja penyambungnya juga harus -ing. Saat merevisi tulisan IELTS-mu, perhatikan kata hubung sejajar seperti and, or, but, serta pasangan not only… but also… untuk memastikan kestabilan struktur kalimatmu.

Contoh : 

  • Salah : She likes swimming, dancing, and to run.
  • Benar : She likes swimming, dancing, and running.

Menghindari kesalahan grammar seperti subject-verb agreement, ketidaksesuaian tenses, hingga masalah artikel dan struktur paralel adalah kunci utama untuk mengamankan skor tinggi di IELTS Writing. Kalau kamu mau makin mahir mendeteksi kesalahan-kesalahan ini dan menulis kalimat kompleks dengan rapi tanpa ragu, yuk tingkatkan persiapanmu bareng ICAN Learning Centre (ILC)! Bersama tutor berpengalaman dan bimbingan yang terstruktur, ILC siap mendampingi proses belajarmu dari dasar sampai siap meraih skor target IELTS impianmu!

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru