5 Kesalahan Fatal Penyusunan Kalimat HSK Writing yang Wajib Dihindari

5 Kesalahan Fatal Penyusunan Kalimat HSK Writing yang Wajib Dihindari
Table of Contents

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Kesalahan fatal dalam bagian Writing HSK umumnya dipicu oleh kebiasaan menerjemahkan kalimat secara mentah-mentah dari bahasa ibu. Hal ini menyebabkan kekeliruan tata bahasa yang cukup serius, seperti salah menempatkan kata keterangan waktu atau tempat yang seharusnya berada sebelum kata kerja, serta penggunaan partikel yang kurang tepat.

Selain itu, pengaruh bahasa ibu sering membuat peserta salah memilih pasangan kata (collocation) sehingga kalimat terasa kaku dan tidak alami. Keterbatasan pemahaman konteks ini, ditambah risiko salah menuliskan goresan karakter hanzi, menjadi penyebab utama nilai bagian Writing terpotong cukup banyak.

Dalam bagian HSK Writing (Shuōxiě / 书写), kesalahan tata bahasa kecil bisa membuat nilai kamu anjlok. Pemeriksa ujian HSK sangat teliti dalam melihat struktur kalimat. Berikut adalah 5 kesalahan fatal dalam menyusun kalimat Mandarin yang wajib kamu hindari, lengkap dengan strategi jitu untuk mengatasinya: 

1. Salah Menempatkan Keterangan Waktu dan Tempat 

Salah satu kesalahan paling umum saat belajar bahasa Mandarin adalah menaruh keterangan waktu dan tempat di akhir kalimat karena terbawa pola bahasa Indonesia. Padahal, tata bahasa Mandarin mewajibkan keterangan waktu dan tempat ditaruh sebelum kata kerja.

Pola :  Subjek + Waktu + Tempat + Kata Kerja + Objek

Jadi, usahakan selalu menempatkan waktu dan tempat di depan kata kerja agar kalimatmu terdengar natural dan benar secara tata bahasa.

Salah : 我 看书 答案在 图书馆  昨天。(Wǒ kànshū dá’àn zài túshūguǎn zuótiān.)

Benar: 我昨天在图书馆看书

Cara termudah untuk menghindarinya adalah dengan selalu mengingat rumus S + W + T + K + O (Subjek + Waktu + Tempat + Kata Kerja + Objek). Kuncinya sederhana yaitu kamu cukup membayangkan waktu dan tempat sebagai panggung yang harus disiapkan terlebih dahulu sebelum aksi atau kata kerjanya dimulai.

2. Salah Menggunakan 了 (le), 过 (guo), dan 着 (zhe)

Partikel 了 (le), 过 (guo), dan 着 (zhe) sering bikin bingung karena bahasa Indonesia tidak punya padanan kata yang persis sama. Kuncinya ada pada fokus fungsi masing-masing aspek:

  • 了 → menunjukkan adanya perubahan, atau suatu action yang telah selesai dilakukan
  • 过 → pengalaman atau menunjukkan bahwa suatu action pernah dilakukan
  • 着 → keadaan atau kondisi yang sedang berlangsung

Tips untuk menghindari kesalahan adalah  JANGAN gunakan 了 hanya untuk menandakan “masa lalu” (lampau), dan JANGAN gunakan 着 untuk menyatakan kegiatan yang sedang dilakukan seperti sedang/lagi pada umumnya (lebih cocok pakai 正在 zhèngzài).

Contohnya

过 biasanya digunakan untuk menunjukkan pengalaman yang pernah dilakukan.

我去过北京。

Wǒ qù guo Běijīng.

Saya pernah pergi ke Beijing.

Sementara 了 dapat menunjukkan perubahan keadaan atau suatu tindakan yang telah terjadi dalam konteks tertentu.

我吃饭了。

Wǒ chīfàn le.

Saya sudah makan.

3. Terjebak Menggunakan Kata Kerja “是” (Shì) Secara Sembarangan

Salah satu jebakan yang sering dialami pembelajar bahasa Mandarin adalah mengartikan kata 是 (shì) secara mentah-mentah sebagai kata “adalah” atau is/am/are. Akibatnya, kata 是 sering dipakai secara sembarangan untuk menghubungkan subjek dengan kata sifat. Padahal, kata sifat dalam bahasa Mandarin bisa langsung berfungsi sebagai predikat tanpa butuh kata kerja.

Strategi terbaik untuk menghindarinya cukup sederhana yaitu dengan mengganti 是 (shì) dengan kata keterangan tingkat adverb of degree seperti 很 (hěn) jika ingin menghubungkan subjek dengan kata sifat. 

Contoh : 

Salah : 我是很高兴。(Wŏ shì hěn gāoxìng.)

Benar : 我很高兴。(Wŏ hěn gāoxìng.)

4. Mengabaikan Kata Bantu Struktural “De” 

Salah satu kesalahan fatal dalam bahasa Mandarin adalah asal memakai atau menukar tiga jenis kata bantu “de” (的, 地, 得) yang padahal punya peran berbeda.

Cara mudah mengingatnya

  • 的 diletakkan setelah sebuah atribut untuk menyatakan kepemilikan,sifat/kualitas sebuah objek: struktur “deskripsi+的+kata benda” contoh: kepemilikan :我的妈妈 – ibu saya, kata sifat: 漂亮的女孩 – anak perempuan yang cantik 
  • 地 diletakkan sebelum kata kerja dan setelah kata sifat,kata sifat disini biasanya dua karakter: struktur “kata sifat+地+verb/adj” contoh: 高兴地笑, 慢慢地说, 认真地听 
  • 得 diletakkan di tengah kata kerja dan kata sifat sebagai kata penghubung, berfungsi untuk menjelaskan atau menilai sejauh mana hasil/sifat dari sebuah action  : struktur “kata kerja + 得 + kata sifat (deskripsi/hasil) contoh: 跑得快, 听得不懂 

Baca Juga: 7 Tips Translate Hanzi Mandarin ke Indonesia dengan Akurat
Perbedaan Bahasa Hokkien dan Mandarin yang Wajib Kamu Ketahui

5. Menerjemahkan Kalimat Bahasa Indonesia Secara Harfiah

Kesalahan yang sangat sering terjadi adalah menerjemahkan kalimat bahasa Indonesia ke bahasa Mandarin kata demi kata secara harfiah. Pola ini berbahaya karena tata bahasa Mandarin memiliki susunan kata, pola khusus, dan penggunaan kata bantu yang sangat berbeda dengan bahasa Indonesia. Untuk menghindarinya, biasakan memahami pola struktur kalimat secara utuh alih-alih menerjemahkan kata per kata agar kalimat yang kamu ucapkan terdengar alami dan tidak kaku.

Misalnya, seseorang ingin mengatakan :

Misalnya, kamu tidak mau memberitahukan sesuatu kepada seseorang, biasanya akan dibalas dengan “ada deh”. Jika diterjemahkan secara harfiah ke bahasa Mandarin, maka bentuknya menjadi “有” (artinya “ada” atau “punya”). Jika diterjemahkan secara kata per kata, susunan kalimat bisa menjadi tidak natural.

Bentuk yang tepat :

“不告诉你“ (aku gamau kasih tau kamu) atau ”秘密“ (rahasia)

Strategi terbaik untuk menghindarinya adalah membiasakan diri mempelajari pola kalimat secara utuh, bukan cuma menghafalkan arti kosakatanya saja. Setiap kali menemukan kata baru, selalu pelajari langsung contoh penggunaannya dalam kalimat agar kamu paham posisinya dalam tata bahasa. Dengan begitu, kamu akan terbiasa berpikir memakai struktur bahasa Mandarin dan tidak lagi terjebak menerjemahkan kata demi kata dari bahasa Indonesia.

Baca Juga: 10 Cara Efektif Belajar Bahasa Mandarin dari Nol untuk Pemula

Agar terhindar dari nilai anjlok saat ujian HSK Writing, kamu wajib menguasai tata bahasa Mandarin baku dengan tidak menaruh keterangan waktu/tempat di akhir kalimat, tidak tertukar memakai partikel aspek (了, 过, 着), tidak memakai 是 (shì) sebelum kata sifat, membedakan fungsi ketiga kata bantu “de” (的, 地, 得), serta berhenti menerjemahkan kalimat secara harfiah.

Menguasai semua pola kalimat dan detail tata bahasa ini memang butuh latihan yang terarah, dan kamu bisa mempelajarinya secara lebih mudah serta efektif bersama para pengajar berpengalaman di ICAN Learning Centre (ILC) agar makin percaya diri meraih skor HSK impianmu. Kelas bahasa Mandarin di ILC akan membimbing kamu untuk mahir dalam berbagai skill dalam bahasa Mandarin. Gabung sekarang dan maksimalkan kemampuan bahasa Mandarin kamu!

Raih Prestasi Bersama ILC

Isi form berikut buat dapetin info lengkap soal harga, paket, dan promo terbaru dari ILC!

Artikel Terbaru